Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sudah Berapa Lama Peter Parker Jadi Spider-Man di MCU?

Sudah Berapa Lama Peter Parker Jadi Spider-Man di MCU?
Peter Parker sebagai Spider-Man. (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
Intinya Sih
  • Peter mulai jadi Spider-Man sejak usia 14 tahun saat masih SMA.

  • Total durasinya menjadi Spider-Man sekitar 7 tahun (atau 12 tahun jika termasuk Blip).

  • Film terbaru menampilkan Peter versi lebih dewasa dengan tanggung jawab lebih besar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Peter Parker (Tom Holland) merupakan salah satu superhero termuda yang pernah bergabung Avengers di Marvel Cinematic Universe (MCU). Debut dalam Captain America: Civil War (2016), ia direkrut menjadi tenaga bantuan oleh Tony Stark (Robert Downey Jr). Setelah debutnya tersebut, ia langsung membintangi film solo dan crossover akbar alias dua film Avengers.

Sebentar lagi, ia bakal balik dalam film solo terbarunya bertajuk Spider-Man: Brand New Day (2026). Panjang juga, ya, petualangan Peter Parker sebagai Spider-Man? Nah, kira-kira sudah berapa lama ia jadi Spider-Man di MCU? Kalau kamu penasaran, berikut analisisnya!

1. Peter Parker mulai mendapatkan kekuatan Spider-Man pada usia 14 tahun

Peter Parker bertemu Tony Stark.
Peter Parker bertemu Tony Stark. (dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)

Debut Peter di MCU adalah dalam film Captain America: Civil War. Dalam film tersebut, Tony Stark melacak dan merekrut Peter Parker untuk membantunya menangkap tim Captain America (Chris Evans) beserta kelompok yang membelot dari Perjanjian Sokovia. Saat ditanya sudah berapa lama menjadi Spider-Man, Peter menjawab kurang lebih 6 bulan.

Pada saat itu, Peter masih menjadi siswa SMA kelas satu dengan umur 14 tahun. Sementara, dalam film solo pertamanya, Spider-Man: Homecoming (2016), Peter beranjak ke kelas dua dan berumur 15 tahun. Meski masih muda, ia memperlihatkan ketulusan dan sikap tanpa pamrih ketika beraksi sebagai Spider-Man.

Namun, karena masih muda, Peter memerlukan bimbingan. Ia sering mencari validasi yang menyebabkan masalah. Kamu bisa melihat contohnya saat ia ngeyel mengejar Vulture (Michael Keaton) dan komplotan yang nyaris menyebabkan tragedi massal.

2. Peter sudah 7 tahun menjadi Spider-Man hingga film terbarunya

Peter Parker ada pada puncak sebagai Spider-Man dalam film terbarunya.
Peter Parker ada pada puncak sebagai Spider-Man dalam film terbarunya. (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Lantas, sudah berapa lama Peter beraksi sebagai Spider-Man di MCU? Kalau mengabaikan tragedi The Blip, Peter sudah menjadi Spider-Man selama kurang lebih 7 tahun hingga film Spider-Man: Brand New Day. Sementara, kalau hilangnya Peter selama 5 tahun akibat The Blip dihitung, ia sudah menjadi Spider-Man selama kurang lebih 12 tahun.

Yuk, kita bahas lebih dalam. Sebenarnya, time skip di antara tiga film Spider-Man MCU tidaklah lama. Ia SMA kelas dua dalam film pertama, lalu terjadi tragedi The Blip akibat ulah Thanos (Josh Brolin) dalam Avengers: Infinity War (2018). Ini membuat Peter lenyap selama 5 tahun. Ia kemudian harus mengulang sekolah setelah dihidupkan kembali dalam Avengers: Endgame (2019). Film Spider-Man: Far From Home (2019) berlatar 8 bulan setelah Avengers: Endgame. Peter sudah hampir lulus SMA.

Film Spider-Man: No Way Home (2021) berlatar beberapa bulan setelahnya. Usia Peter 18 tahun dan ia sudah lulus dan tengah mendaftar ke universitas. Sayangnya, setelah kekacauan dalam film ketiga tersebut, Peter terpaksa harus menjauhkan diri dan memulai kehidupan baru.

Nah, film Avengers: Brand New Day dikonfirmasi berlatar 2028, 4 tahun setelah Spider-Man: No Way Home. Itu artinya, ia sudah menjadi Spider-Man selama 7 tahun, mulai dari SMA kelas dua hingga menjadi mahasiswa. Selama 4 tahun, ia sudah dikenal baik oleh warga New York. Bahkan, ia mendapatkan penghargaan Key to the City dari pemerintah.

3. Spider-Man: Brand New Day menjadi awal kisah klasik Spider-Man saat beranjak dewasa

Versi dewasa Peter lebih relatable, terutama masalah kesulitan ekonomi.
Versi dewasa Peter lebih relatable, terutama masalah kesulitan ekonomi. (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Time skip yang dibuat dalam film Spider-Man: Brand New Day tentunya bukan tanpa alasan kuat. Itu mengantarkan kita pada usia ideal saat Peter beraksi sebagai Spider-Man pada masa prima. Ini seperti dalam trilogi film Spider-Man besutan Sam Raimi.

Ini menjadi awal kisah klasik Spider-Man yang pastinya sudah familier banget karena kisahnya yang relatable dan lebih manusiawi. Sebagai contoh, ia bekerja sampingan di perusahaan surat kabar The Daily Bugle dengan gaji minim. Ia kesulitan membayar kos. Ada kisah asmara dengan berbagai perempuan menawan. Lalu, ia bergabung dengan berbagai tim superhero.

Spider-Man versi lebih dewasa ini berfokus pada tema tanggung jawab. Sebagai pemilik kekuatan besar, Peter diberikan tanggung jawab untuk melindungi pihak yang lemah dan tertindas. Hal tersebut juga tidak semudah saat masih muda karena Peter juga memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan dan hubungannya. Dalam versi komik dan film lain, wejangan tentang tanggung jawab sebagai superhero tersebut diberikan oleh paman Ben. Namun, di MCU, Bibi May yang mengatakannya.

Penasaran ingin melihat aksi Spider-Man versi Tom Holland yang lebih dewasa? Kira-kira seperti apa, ya? Jangan lupa nonton film Spider-Man: Brand New Day yang bakal dirilis 31 Juli 2026 mendatang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More