Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Alasan Ini Bikin Animo untuk Para Perasuk Tinggi, Ternyata Sepi Penonton

3 Alasan Ini Bikin Animo untuk Para Perasuk Tinggi, Ternyata Sepi Penonton
poster film Para Perasuk (Instagram.com/filmparaperasuk)
Intinya Sih
  • Film Para Perasuk garapan Wregas Bhanuteja dirilis 23 April 2026, namun hanya meraih sekitar 141 ribu penonton meski sempat dinantikan publik.
  • Wregas dikenal lewat karya sebelumnya seperti Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti, dengan cerita Para Perasuk terinspirasi masa kecilnya dan mengangkat tradisi fiksi Pesta Sambetan.
  • Diperkuat aktor ternama serta tampil di Sundance Film Festival 2026 dengan standing ovation, film ini tetap gagal menarik jumlah penonton sesuai ekspektasi awal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Para Perasuk sebenarnya menjadi salah satu film yang bikin penasaran pencinta sinema, bahkan sejak awal mengumumkan daftar pemainnya. Namun sayang, film yang dirilis pada 23 April 2026 ini baru mengumpulkan 141.695 penonton berdasarkan data yang dihimpun olen Cinepoint hingga Jumat (1/5/2026).

Besarnya animo pencinta film di awal tidak berbanding lurus dengan jumlah penonton. Padahal, banyak faktor yang bikin banyak orang menduga film ini akan melaju cukup kencang di bioskop. Apa saja faktor-faktor yang bikin ekspektasi jadi tinggi tersebut?

1. Jejak karier Wregas Bhanuteja di industri film

Film Para Perasuk (instagram.com/wregas_bhanuteja)
Film Para Perasuk (instagram.com/wregas_bhanuteja)

Nama Wregas Bhanuteja bukan nama baru di industri perfilman. Sejak merilis film panjang pertamanya yang bertajuk Penyalin Cahaya, karyanya kerap menuai pujian. Begitu juga film Budi Pekerti yang berhasil mengantarkan pemainnya, Sha Ine Febriyanti, memenangkan Piala Citra FFI 2023 sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Adapun kisah Para Perasuk ini ditulis langsung oleh Wregas berdasarkan masa kecilnya. Lewat film ini, ia melahirkan sebuah cerita tentang Pesta Sambetan, tradisi fiksi tentang orang kesurupan roh-roh hewan dan mencari kenikmatan serta ketenangan di dalamnya. Karena premis gak biasa ini, penikmat film begitu menantikan imajinasi liar dari sang sutradara.

2. Jajaran pemain yang terdiri dari nama-nama besar

first look film Para Perasuk (instagram.com/filmparaperasuk)
first look film Para Perasuk (instagram.com/filmparaperasuk)

Lineup pemain juga kerap menjadi salah satu faktor bagi penonton untuk menonton film. Susunan aktor yang menjadi pemain juga bisa mengindikasikan seberapa serius sebuah proyek digarap. Dalam kasus Para Perasuk, ensambel pemainnya gak main-main.

Wregas tidak tanggung-tanggung dalam menggaet aktor-aktornya. Nama-nama yang terlibat bukan sekadar familier di layar, melainkan juga yang punya kualitas tinggi di Tanah Air. Mulai dari Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, hingga Ganindra Bimo.

Bahkan, Anggun C. Sasmi juga diboyong Wregas dari Prancis untuk berakting sebagai Guru Asri, karena karakternya dituntut memiliki vokal menggelegar. Para Perasuk pun menjadi film perdana Anggun yang membuktikan aktingnya cukup mumpuni.

3. Pengakuan internasional lewat Festival Film Sundance

world premiere film Para Perasuk di Sundance Film Festival 2026 (instagram.com/armanfebryan)
world premiere film Para Perasuk di Sundance Film Festival 2026 (instagram.com/armanfebryan)

Sundance Film Festival bukan sekadar festival biasa. Proses kurasi sebuah karya untuk masuk ke festival bergengsi ini begitu ketat dan harus berlomba-lomba dengan negara lain. Film Indonesia terakhir yang tercatat masuk ke kompetisi utama Sundance Film Festival kategori World Cinema Dramatic Competition adalah film What They Don't Talk About When They Talk About Love karya Mouly Surya pada tahun 2013 silam.

Lalu 12 tahun kemudian, Para Perasuk berhasil mendapatkan standing ovation usai world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada 24 Januari 2026 waktu Amerika Serikat. Wajar penikmat film lokal begitu menantikan film ini di bioskop.

Sayangnya, film ini pada akhirnya meraih jumlah penonton yang tak sebesar animo awalnya. Sejumlah netizen bahkan mengaku walkout, karena menganggap jalan ceritanya kurang menarik. Apakah film ini akan melonjak menjadi anomali atau malah turun layar? Kalau kamu penasaran, segera ke bioskop!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More