Tampil di Synchronize, Hindia Spill Menari dengan Bayangan Tayang 2027

Hindia membawakan Post Order Set dengan lagu-lagunya yang dikemas nuansa elektronik di Synchronize Fest 2026, dan hadir simulasi visual perjalanan ke masa depan di tahun 2099.
Visual pertunjukan menampilkan proyeksi kondisi Indonesia 2099, lalu beralih ke kilas balik isu 2026 seperti karhutla dan program Makan Bergizi Gratis.
Hindia juga menghadirkan Dipha Barus untuk lagu "Nafas" serta mengumumkan film Menari dengan Bayangan: Evakuasi, garapan Edwin, tayang 2027.
Jakarta, IDN Times – Ada suasana berbeda dari pertunjukan Hindia di panggung Dynamic Stage pada hari kedua Sychronize Fest 2026. Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya, penyanyi bernama asli Baskara Putra itu membawakan setlist bertajuk Post Order Set yang berangkat dari keinginannya untuk mengeksplorasi teritori musik baru.
Suasana tersebut bahkan langsung terlihat sedari pertunjukan dimulai. Melalui visual yang dihadirkan, Hindia seperti mengajak para fans-nya melakukan simulasi perjalanan ke tahun 2099 untuk melihat bagaimana situasi Indonesia, khususnya Jakarta, di waktu tersebut.
"Welcome to the Post Order Projection Engine. Your gateway to simulate the future. Destination of simulation: Kemayoran, Jakarta, Indonesia. Synchronize Fest 2099. Assigning your companions for the journey into the future," demikian isi visual LED di pertunjukan Hindia pada Sabtu, (17/10/2026) malam.
Sepanjang pertunjukan, Hindia menyajikan lagu-lagunya dalam nuansa musik elektro. Lagu seperti "Janji Palsu", "Matahari Tenggelam", hingga "Secukupnya" menjadi pembuka penampilan Hindia pada malam itu. Penonton kian terlarut dalam suasana ketika musisi kelahiran 1994 ini melantunan lagu "anak itu belum pulang" dan "YAAYO".
Penampilan Hindia juga dilengkapi dengan efek visual pada layar yang menampilkan situasi seperti apa yang akan terjadi pada tahun 2099, mulai dari "Indonesia Wins World Cup", "Nusantara resmi masuk 7 keajaiban dunia", "0% corruption", "Jakarta Underwater City", "Cancer Cure Discovered", hingga "Palestine Freedom". Gak sampai di situ, Hindia pun melanjutkan penampilannya dengan lagu "Kami Khawatir, Kawan", "harga satu pil", serta "Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya".
"Selamat malam. Selamat datang di 2099. Suatu hari kita akan punah. Internet telah mati. Panjang umur perjuangan," kata Hindia saat menyapa fans saat sela-sela penampilannya di atas panggung.
Di tengah-tengah penampilan itu, penonton dikejutkan dengan LED bertuliskan "System disconnected," yang diikuti dengan munculnya percikan api seperti dari peralatan yang benar-benar rusak. Setelah membawa penonton membayangkan berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan, layar di panggung pun berubah menampilkan kilas balik yang terjadi di Indonesia pada 2026. Kilas balik tersebut mulai dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang kini sedang menjadi sorotan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Hindia juga menghadirkan kejutan dengan mendatangkan Dipha Barus ke atas panggung. Pria yang selama ini dikenal sebagai disjoki itu menunjukkan kemampuannya dalam memainkan gitar pada lagu "Nafas" yang baru dirilis pada April 2026 lalu. Aksi tersebut seolah menjadi penutupan penampilan Hindia.
Menariknya, Hindia juga memberikan pengumuman film yang diadaptasi dari album pertamanya yang bertajuk Menari dengan Bayangan: Evakuasi akan tayang pada 2027 mendatang. Film ini nantinya akan disutradarai oleh Edwin dengan Hindia mengambil bagian sebagai executive producer.
"17 Oktober 2026. Lagu terakhir selesai. Layar padam. Tersisa: sebuah nama. Menari dengan Bayangan: Evakuasi. Dari album yang tumbuh bersama dengan pendengarnya dari 2019, menuju layar lebar," bunyi tulisan pengumuman yang juga diunggah Palari Films lewat Instagram mereka pada Sabtu malam.




















