pemain film Seni Merayu Tuhan di kantor IDN, Jumat (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Di sisi lain, Teuku Rizky tak menampik bahwa film Seni Merayu Tuhan membawa pengaruh besar dalam kehidupan pribadinya. Salah satunya, ia kini jadi lebih sering menghubungi sang ibu dan menyadari tentang pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga.
“Gue jadi lebih sering nelfon nyokap gue. Sekarang setidaknya sehari 5-10 menit untuk nanyain kabarnya aja gitu dan itu jadi penting sekali karena sebelumnya gue gak pernah melakukan itu,” ungkap Teuku Rizky dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai pemeran Halimah, Rieke Diah Pitaloka juga mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari film ini. Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah makna dari kegiatan Jumat Berkah yang digambarkan dalam film tersebut. Menurut Rieke, Jumat Berkah dalam film ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas berbagi kepada orang lain, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan dan saling menguatkan antar sesama.
“Jumat Berkah ini bukan dimaknai hanya dengan setiap Jumat bagi materi ke orang. Ada dapur kecil tempat mereka memasak bersama. Dapur yang biasanya wilayah privat hanya untuk keluarga, itu menjadi arena komunikasi bersama dari Pak RT, tetangga-tetangga, ibu-ibu. Di situ mereka cerita, berbagi kisah dan saling menguatkan,” kata Rieke.
Pengalaman tersebut rupanya turut memengaruhi kehidupan Rieke di luar film. Setelah menjalani proses syuting, ia mulai menerapkan konsep Jumat Berkah versinya sendiri dengan membantu mempromosikan produk UMKM secara gratis.
“Pokoknya semenjak syuting itu aku sekarang bikin Jumat Berkah. Jumat Berkahku, endorse UMKM secara free. Mereka kirim produk, gak usah banyak-banyak. Aku bener-bener menemukan Jumat Berkahku ini karena aku bertemu dengan Ibu Halimah di Seni Merayu Tuhan,” lanjutnya.