potret Teuku Rizky di kantor IDN, Jumat (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam roundtable interview yang berlangsung selama 30 menit, Teuku Rizky tak menampik bahwa ibunya memiliki pandangan yang cukup konservatif soal cinta beda agama. Perbedaan cara pandang itulah yang membuat keduanya kerap terlibat perdebatan dan saling mempertahankan pendapat.
“Nyokap cukup konservatif. Jadi banyak berantemnya, banyak perlawanannya,” kata Teuku Rizky.
Meski begitu, Teuku Rizky mengaku memahami sudut pandang sang ibu. Menurutnya, cara pandang tersebut dipengaruhi oleh referensi serta lingkungan keluarga yang membentuk nilai-nilai yang diyakini ibunya.
“Gue memahami mungkin nyokap gue seperti itu karena kurangnya referensi, culture-nya dia bersama keluarganya,” lanjut Rizky.
Di balik perbedaan pandangan di antara ia dan ibunya, Teuku Rizky juga merasa bahwa pengalaman tersebut justru menjadi proses yang membuat mereka sama-sama bertumbuh. Hingga pada akhirnya, ia mengajak sang ibu berbicara dari hati ke hati. Percakapan itu pun menjadi titik balik bagi keduanya untuk mengakhiri perdebatan yang berlarut-larut dan perang dingin yang sempat mereka alami.
“Pada akhirnya, serangkaian perdebatan itu sampai di momen di mana gue akhirnya ngobrol sama nyokap bahwa kayaknya cukup deh kita untuk banyak perdebatan dan jadi perang dingin ini.”