Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tinggal 3 Minggu, Addie MS Deg-Degan Jelang Konser The Beatles & Queen
Potret Addie MS bersama Sandhy Sandoro di press conference konser orkestra The Beatles & Queen di Jakarta, Jumat (9/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Addie MS deg-degan menjelang konser "Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen", dan menganggap hal itu sebagai tanda keseriusan dan dorongan untuk memberikan penampilan terbaik bagi penonton.

  • Twilite Orchestra kembali membawakan karya The Beatles dengan penambahan lagu-lagu Queen, setelah mempertimbangkan besarnya basis penggemar kedua band untuk menarik penonton.

  • Konser dijadwalkan digelar pada 1 November 2026 di Tennis Indoor Senayan melibatkan 70 personel orkestra dengan tantangan menjaga karakter asli lagu sambil memenuhi ekspektasi penonton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pelaksanaan Konser "Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen" tinggal menghitung minggu. Menjelang pertunjukan tersebut, musikus dan konduktor kondang Addie MS berbagi cerita mengenai persiapannya bersama Twilite Orchestra.

Meski telah puluhan tahun berkecimpung di dunia musik, Addie tak menampik merasakan gugup hingga menghadapi tantangan dalam mempersiapkan pertunjukan yang akan mengangkat karya dua band legendaris, The Beatles dan Queen.

1. Addie MS anggap rasa deg-degan sebagai tanda keseriusan garap konser

Potret Addie MS di press conference konser orkestra The Beatles & Queen di Jakarta, Jumat (9/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Bagi Addie MS, rasa deg-degan menjelang konser merupakan hal yang wajar, bahkan setelah Twilite Orchestra telah melewati perjalanan panjang selama 35 tahun berkarya. Musisi 67 tahun itu menganggap perasaan tersebut justru menjadi tanda bahwa pertunjukan harus digarap serius.

"Kalau sampai saya gak ada rasa deg-degan sama sekali, berarti ada yang salah. Dengan sedikit atau banyak deg-degan, itu yang penting proporsional, ya. Itu indikasi bahwa kita take it seriously. Menganggap ini sesuatu yang digarap harus secara serius," ucap Addie dalam press conference di SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

Menurut Addie, rasa deg-degan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai musisi yang tampil di hadapan penonton. Ia merasa perlu memberikan penampilan terbaik bagi orang-orang yang telah meluangkan waktu untuk menyaksikan konsernya.

"Kalau kita sendiri yang main gak ada deg-degan gitu, tapi begitu kita untuk penonton, kan ada tuntutan untuk memberikan yang terbaik. Jadi, harus didorong itu, adrenalin itu," imbuh Addie.

2. Alasan Addie MS kembali bawakan lagu The Beatles di konser orkestra

Potret Addie MS di press conference konser orkestra The Beatles & Queen di Jakarta, Jumat (9/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Konser ini pun bukan kali pertama untuk Addie MS membawakan karya The Beatles. Sekitar satu dekade lalu, ia bersama Twilite Orchestra pernah menggelar konser orkestra sebagai tribut untuk band legendaris asal Inggris itu dalam pertunjukan "Twilite Orchestra Presents The Beatles".

Addie mengungkapkan, diangkatnya kembali karya The Beatles dengan penambahan Queen dalam konser kali ini gak semata-mata berdasarkan selera musiknya. Keputusan itu dilatari dengan mempertimbangkan jumlah penggemar kedua band agar konser bisa menarik cukup banyak penonton.

"Untuk membuat konsernya itu, selain saya suka, saya harus pastikan ini penggemarnya banyak sedemikian rupa, sehingga saya bisa dapat sponsor, bisa dapat penonton. Kalau hanya suka-suka saya, bisa saja saya puas terpenuhi, tapi yang suka gak sebanyak yang dibutuhkan untuk satu konser, itu bahaya juga," ucap Addie.

3. Addie MS ungkap tantangan dalam konser The Beatles & Queen

Potret Addie MS di press conference konser orkestra The Beatles & Queen di Jakarta, Jumat (9/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Menurut Addie, mengaransemen lagu The Beatles dan Queen untuk konser orkestra membutuhkan pertimbangan yang berbeda bila dibandingkan saat menggarap lagu untuk penyanyi tertentu. Pasalnya, karya kedua band tersebut sudah menjadi milik banyak orang, sehingga perlu menjaga karakter asli lagu yang sudah dikenal luas pendengarnya.

"Paling penting malah menurut saya, karena ini konser untuk umum, orang beli tiket sampai tiket war segala macam. Kita harus pertimbangkan, berikan yang terbaik. Artinya, jangan sampai kehilangan nyawa aslinya gitu, karakter aslinya. Jangan sampai hilang demi ego. Nah, itu tantangan yang terbesar adalah balancing antara ego kami, sesama seniman, dan juga saya harus memikirkan kepuasan penonton," kata Addie.

Untuk konser kali ini, Addie juga melakukan penambahan jumlah personel orkestra dari yang semula 47 orang, menjadi 70 orang. Keputusan tersebut diambil setelah ia melihat respons terhadap video-video penampilan sebelumnya.

"Terus terang, begitu saya lihat viralnya video-video kemarin, ada 'Pamer Bojo', 'When You Wish Upon a Star', macam-macam, yang mana kita formatnya lebih penuh, ya akhirnya kita tambah jadi 70 orang," ungkapnya.

Konser "Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen" bakal digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Minggu, 1 November 2026 dengan dimeriahkan penampilan Sandhy Sondoro dan Marcello Tahitoe (Ello). Seluruh tiket konser telah sold out dalam waktu kurang dari satu jam sejak penjualan resmi dibuka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article