Jakarta, IDN Times – Sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar, kembali menyajikan karya terbarunya bertajuk Ghost in the Cell (2026). Film ini bukan sekadar horor biasa, tapi juga menyisipkan banyak satire serta lapisan makna yang dalam tentang manusia, sistem, dan cara kita memandang sesuatu yang "berbeda."
Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026), Joko Anwar membagikan sudut pandangnya soal konsep hantu dalam film ini. Alih-alih hanya sebagai sosok menyeramkan dengan nama yang nyentrik, hantu di film ini justru menjadi metafora menggelitik yang relevan dengan kondisi dewasa ini.
