Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sudah Nonton, Wamenekraf Irene Umar Bangga dengan Pelangi di Mars

Sudah Nonton, Wamenekraf Irene Umar Bangga dengan Pelangi di Mars
Wamenekraf Irene Umar hadir dalam peresmian balon raksasa film Pelangi di Mars yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Intinya Sih

  • Produser Dendi Reynando bercerita, Wamenekraf Irene Umar sudah menonton film Pelangi di Mars karena ingin melihat cerita dan karakter film ini lebih dulu.

  • Irene putuskan nonton karena ingin cek kualitas film sebelum memberikan dukungan penuh kepada Pelangi di Mars.

  • Setelah menonton, Irene merasa amat bangga dengan film ini dan menyebut bahwa film ini wajib ditonton oleh semua usia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Film Pelangi di Mars menjadi project terbaru dari Mahakarya Pictures yang segera tayang di bioskop Indonesia. Film hasil garapan sutradara Upie Guava dan produser Dendi Reynando ini sudah merilis trailer dan sukses mencuri perhatian.

Menariknya, film ini ternyata sudah ditonton duluan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, sebelum tayang di bioskop. Irene sendiri tak ragu melemparkan pujian dan rasa bangganya usai menonton film Pelangi di Mars secara tertutup beberapa waktu lalu. Ini ceritanya!

1. Dendi ungkap Wamenekraf Irene Umar ingin nonton duluan Pelangi di Mars

Dendi Reynando, produser film Pelangi di Mars dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026)
Dendi Reynando, produser film Pelangi di Mars dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Dendi bercerita, Wamenekraf Irene Umar menjadi salah satu orang yang sudah menonton film Pelangi di Mars duluan. Namun, saat itu film Pelangi di Mars belum sempurna karena masih dalam tahap pengerjaan. Untungnya, Irene dapat memaklumi hal tersebut karena ia lebih ingin melihat cerita dan karakter film ini.

"Saya disclaimer dulu pas Bu Irene mau nonton, 'Bu ini secara cinematic experience belum, sound design belum, ini belum,' tapi 'don't worry' kata dia, 'Saya bisa paham eskalasinya nanti akan seperti apa, tapi yang saya mau lihat adalah story-nya, character-nya, statement-nya sama perkembangannya seperti apa," kenang Dendi saat bercerita dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Menurut Dendi, Irene merasa bangga dengan karya tersebut setelah selesai menonton. Irene bahkan memberikan masukan yang dapat meningkatkan kualitas film Pelangi di Mars. Masukan tersebut pun langsung ditampung Dendi dan Upie.

2. Irene putuskan nonton karena ingin cek kualitas Pelangi di Mars lebih dulu

Wamenekraf Irene Umar hadir dalam peresmian balon raksasa film Pelangi Di Mars yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2/2026)
Wamenekraf Irene Umar hadir dalam peresmian balon raksasa film Pelangi Di Mars yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Bukan tanpa alasan, Wamenekraf Irene menjelaskan dirinya ingin menonton duluan Pelangi di Mars karena ingin memeriksa film tersebut dari segi kualitas. Hal ini menjadi penting bagi Irene sebelum memberikan dukungan penuh kepada film yang disutradarai Upie Guava ini.

"Kenapa sih nonton? Kalau mau support kan harus memastikan kualitasnya oke. Jadi, kita memastikan itu dari kualitas. Kalau kenal sama Upie-Dendi sih sudah kenal baik, tapi kan gak boleh dari hubungan ya, harus beneran dari kualitas," ujarnya.

3. Irene merasa bangga dengan Pelangi di Mars usai menonton

Wamenekraf Irene Umar hadir dalam peresmian balon raksasa film Pelangi Di Mars yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2/2026)
Wamenekraf Irene Umar hadir dalam peresmian balon raksasa film Pelangi Di Mars yang digelar di Jakarta, Kamis (19/2/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Setelah menonton sampai tuntas, Irene mengaku merasa amat bangga dengan film Pelangi di Mars. Menurutnya, film ini juga memiliki banyak pesan moral dan nilai-nilai etika yang dimasukkan ke dalam cerita secara smooth.

"Jujur dari awal sampai akhir, aku ngerasain kebanggaan yang luar biasa banget. Bukan hanya dari teknisnya, tapi dari cara mengemasnya tuh di dalamnya itu film ini sangat rare moment banget karena ada moral-moral dan etika yang harus ditanamkan dari kecil, dan itu bisa masuk ke dalam film ini dengan apik dan cantik banget, rapi masuknya," kata Irene.

Berangkat dari opini pribadinya, Irene pun menyebut bahwa film ini wajib ditonton oleh seluruh kalangan usia, mulai dari anak sampai orang dewasa. Bagi Irene, orang dewasa juga perlu diingatkan kembali mengenai akar budaya dan etika yang bisa didapatkan dari Pelangi di Mars.

"Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para animator yang di luar sana. Guys, kita tahu kok perjuangannya susah, tapi you're not alone karena kita bakal jalan bareng kalian," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More