Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Silaturahim Lebaran, Hindari Candaan yang Berujung Hinaan

Silaturahim Lebaran, Hindari Candaan yang Berujung Hinaan
isigood.com

Lebaran menjadi momen saling memaafkan segala kesalahan, baik sengaja atau tidak. Kesalahan tersebut seringkali bermula dari candaan yang tidak sadar telah melukai hati orang lain.

Terkadang, candaan bisa saja berubah dengan cepat menjadi sebuah hinaan jika salah memilih sasaran. Alih-alih ingin tertawa, yang terjadi malah suasana tegang. Bercanda dan menghina memang terkadang memiliki jarak yang cukup tipis. Namun, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara bercanda dan menghina yang perlu kamu ketahui:

  1. 1. Sahabat vs cuma kenalan.

    popbela.com
    popbela.com

    Bercanda biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memang sudah saling kenal dekat, akrab dan sudah faham dengan sifat dan karakter masing-masing. Sementara menghina dilakukan oleh orang yang hanya sebatas kenal dan tidak terlalu dekat dalam hubungan emosional.

  2. 2. Kepuasan bersama vs kepuasan sepihak.

    executivecoachdc.net
    executivecoachdc.net

    Bercanda bisa memuaskan kedua belah pihak; sama-sama tertawa dan terhibur. Sementara menghina hanya memuaskan satu pihak, di mana satu pihak tertawa sementara pihak lain jadi bulan-bulanan dan menyebabkan orang lain di luar mereka ikut menertawai si korban hinaan.

  3. 3. Humor waras vs guyonan cemooh.

    wajibbaca.com
    wajibbaca.com

    Bercanda dilakukan dengan humor yang waras, tahu batas dan ketika berbicara tidak bablas. Sementara menghina dilakukan dengan guyonan dan seloroh berisi cemooh, tidak tahu batas dan cenderung kebablasan ketika berkata-kata.

  4. 4. Waktu dan suasana tepat vs tak kenal waktu.

    isigood.com
    isigood.com

    Bercanda dilakukan pada waktu dan suasana yang tepat, di mana masing-masing sedang dalam suasana sedang berbahagia atau tidak sedang mengalami masalah berat.

    Sementara menghina dilakukan kapan dan di mana saja, asal dia bisa melepaskan unek-uneknya, tidak peduli lawan bicaranya itu sedang bersedih atau memiliki masalah berat dalam kehidupannya.

  5. 5. Hal tak sensitif vs hal kelamahan fisik.

    womendailymagazine.com
    womendailymagazine.com

    Bercanda jarang melibatkan hal-hal sensitif, semisal agama, suku, ras, penampilan fisik, dan sebagainya. Sementara menghina terkadang melibatkan SARA, terutama menyerang kelemahan fisik seseorang.

  6. 6. Hiburan bersama vs hiburan pribadi.

    irvinalioni.com
    irvinalioni.com

    Bercanda mempunyai tujuan sebagai hiburan bersama, menghilangkan rasa bosan, kepenatan dan lelah, serta untuk menyegarkan suasana.

    Sementara menghina mempunyai tujuan untuk menjatuhkan derajat lawan bicara, menunjukkan kekuasaan dan kelebihan dirinya, menghibur diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain, dan berpotensi mendatangkan keributan.

  7. 7. Objek ringan vs objek sensitif.

    kitamuda.id
    kitamuda.id

    Objek candaan biasanya hanya sebatas hal-hal ringan dan sederhana. Sementara objek hinaan biasanya semua hal sensitif yang pada saat itu ia rasakan.

  8. 8. Kalimat langsung vs kalimat sindiran.

    Loop.co.id
    Loop.co.id

    Becanda sama sekali tidak menggunakan kalimat-kalimat sindiran namun langsung kepada inti pembicaraan. Sementara menghina selalu menggunakan kata-kata sindirian sebagai tameng untuk menutupi dirinya sendiri agar tetap terkesan baik oleh orang.

    Hinaan tetap tersampaikan kepada korban tanpa membuat pelakunya merasa bersalah atau disalahkan.

  9. 9. Guyonan bermutu vs guyonan sampah.

    kitamuda.id
    kitamuda.id

    Orang yang bercanda biasanya tahu dan faham mana guyonan yang bermutu dan mana guyonan ‘SAMPAH’ yang membuat orang lain merasa tidak nyaman, eneg, dan terganggu. Sementara orang yang menghina sama sekali tidak faham.

  10. 10.Merasa konyol vs merasa sok pintar.

    tukangteori.com
    tukangteori.com

    Bercanda biasanya dilakukan karena merasa konyol dengan dirinya masing-masing. Sementara menghina biasanya dilakukan karena salah satu fihak merasa sok pintar dan merasa lebih tinggi daripada lawan bicaranya.

    Sudah tau bedanya kan? Hati-hati ya, jangan sampai candaan kita justru menodai hari nan fitri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More