Kontennya Disorot, YouTuber Travel Edward Halim Minta Maaf

YouTuber travel Edward Halim menuai kontroversi setelah komentarnya soal transgender dalam vlog 24 jam di Bangkok dianggap tidak pantas dan bernada negatif.
Edward meminta maaf kepada komunitas LGBTQ+, masyarakat Thailand, serta penjual dalam video, lalu menghapus bagian konten yang memicu sorotan.
Selain membuat konten sejak 2020, Edward berlatar pendidikan Informatics dan Data Analytics, pernah bekerja di Starbucks serta Whalar, dengan kanal YouTube berisi 958 ribu subscriber.
Beberapa waktu ini, warganet sedang banyak membahas salah satu konten dari YouTuber Edward Halim. Ia disorot karena komentarnya saat mengunjungi sebuah toko pakaian di Thailand. Komentarnya terkait transgender dianggap tidak pantas dan jadi kontroversi.
Edward Halim sendiri merupakan YouTuber yang telah lama berkecimpung di dunia konten. Ia dikenal karena sering membuat vlog perjalanan ke luar negeri, memberikan pengalaman hidup di sana, hingga berkunjung ke negara-negara unik yang mungkin jarang dikunjungi orang Indonesia.
1. Konten barunya saat jalan-jalan di Thailand disorot

permintaan maaf Edward Halim (instagram.com/edwardhalimm) Pada 4 Oktober lalu, Edward Halim mengunggah konten YouTube terbarunya yang berupa vlog sedang jalan-jalan di Thailand. Pada konten itu, ia melakukan challenge dengan mencari tahu berapa kira-kira bujet yang dikeluarkan jika menghabiskan waktu 24 jam di Bangkok.
Perhatian warganet tertuju saat Edward sampai di sebuah pasar yang menjual berbagai macam barang. Saat masuk ke kios baju, Edward Halim berkomentar tentang banyak transgender di Thailand. Ia berujar kepada penontonnya untuk hati-hati. Komentarnya ni kemudian mendapat sorotan dari warganet. Banyak dari mereka yang menganggap komentar Edward Halim tersebut kurang pantas dan mengarah ke arti yang negatif.
"Nih, kalau kalian ke Thailand hati-hati juga ya kadang cowok bisa jadi cewek, cewek bisa jadi cowok," ujarnya.
Setelah namanya disorot, sang YouTuber kemudian membuat klarifikasi dan permintaan maaf, salah satunya lewat unggahan story di Instagram. Ia meminta maaf dan mengaku komentar tersebut tidak pantas dan dapat melukai perasaan orang. Edward kemudian menghapus bagian video yang dipermasalahkan tersebut sehingga kini bagian yang menayangkan komentarnya itu sudah tidak bisa dilihat lagi.
"Melalui pernyataan ini, saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada komunitas LGBTQ+, masyarakat Thailand, dan secara khusus kepada penjual dalam video tersebut atas ucapan saya baru-baru ini," tulisnya pada unggahan klarifikasi di Instagram pada Kamis (8/10/2026).
2. Lulusan S2 di Amerika Serikat

Edward Halim (instagram.com/edwardhalimm) Meski dikenal sebagai kreator yang berfokus pada konten travel, ternyata latar belakang pendidikan Edward bukan berasal dari media maupun pariwisata. Dikutip dari halaman LinkedIn miliknya, ia pernah berkuliah di University of Washington di Seattle dan mengambil jurusan Bachelor of Science in Informatics.
Setelah dari University of Washington, Edward kemudian meneruskan pendidikan S2 di McDaniel College jurusan Data Analytics. Ia menyelesaikan studinya pada 2025 dengan meraih GPA 4.0. Selama tinggal di Amerika, Edward banyak membuat konten di YouTube sejak 2020. Konten-konten awalnya adalah mengenai pengalaman hidup di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sempat bikin podcast bernama Seattle Keras Podcast bersama teman-temannya yang bercerita tentang kerasnya hidup di Seattle bagi orang Indonesia.
3. Pernah bekerja buat Starbucks dan agensi kreator di New York

Edward Halim (instagram.com/edwardhalimm) Selain menjadi kreator konten, Edward Halim juga sempat merasakan bekerja reguler di berbagai perusahaan. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi media producer di Reason Automation yang berdomisili di Seattle. Lalu pada 2021, Edward pernah menjabat sebagai Business Intelligence Analysist untuk Starbucks di Seattle juga. Setelah itu, ia bekerja untuk sebuah agensi kreator global di New York bernama Whalar sejak 2022 sebagai Manager Measurements and Analytics.
Sejak 2020, ia terus mengembangkan channel YouTube miliknya. Hingga kini, channel Edward Halim telah memiliki 958 ribu subscribers dan sedang menargetkan untuk mencapai 1 juta followers.





















