still cut drama Korea Doctor X: Mafia In White (x.com/SBSNOW)
Gye Su Jeong juga tidak disukai karena memiliki cara berpikir dan bertindak yang sulit dipengaruhi orang lain. Ia tidak mudah mengikuti pendapat seseorang hanya karena orang tersebut memiliki jabatan lebih tinggi atau mendapat penghormatan dari banyak orang. Selama merasa tindakannya benar, Gye Su Jeong akan tetap melakukannya tanpa terlalu memikirkan bagaimana orang lain menilai dirinya. Sikap ini terlihat ketika ia memilih beristirahat sebelum jam kerjanya dimulai, meskipun perilakunya membuat orang-orang di sekitarnya kebingungan. Baginya, ia tidak perlu berpura-pura sibuk atau mengikuti kebiasaan tertentu hanya demi terlihat sesuai dengan ekspektasi rekan kerja.
Prinsip yang sama juga terlihat ketika Gye Su Jeong membantu menangani pasien yang bukan menjadi tanggung jawab langsungnya. Alih-alih mengabaikan pasien tersebut karena persoalan pembagian tugas, ia memilih memberikan pertolongan karena dirinya adalah seorang dokter. Namun, keputusan itu justru membuat sejumlah dokter lain kesal, terutama jika tindakan Gye Su Jeong dianggap melangkahi kewenangan atau mengganggu kebiasaan yang selama ini mereka ikuti. Gye Su Jeong tidak mudah mundur hanya karena orang lain menunjukkan ketidaksukaan terhadap tindakannya. Baginya, keselamatan pasien dan keyakinan terhadap apa yang benar jauh lebih penting daripada menjaga citra atau menyenangkan hati rekan sejawat.
Gye Su Jeong menjadi sosok yang sulit diterima oleh sejumlah dokter di Doctor X: Mafia In White karena keberaniannya melawan senioritas, kemampuan operasi yang mengesankan, serta prinsipnya yang tidak mudah digoyahkan oleh tekanan lingkungan. Sikapnya memang dapat memicu konflik, tetapi ia juga menunjukkan bahwa seorang dokter tidak seharusnya dinilai hanya dari kepatuhannya terhadap aturan atau kedekatannya dengan petinggi rumah sakit. Di tengah lingkungan yang terbiasa dengan hierarki, Gye Su Jeong memilih mempertahankan pendiriannya meskipun harus menghadapi penolakan.