7 Penderitaan Hidup Lee Ga Kyung di Drakor 100 Days of Deception

Le Ga Kyung (Kim Yoo Jung) tidak pernah meminta dilahirkan ke dunia, terlebih di Joseon yang kondisinya tengah porak-poranda karena pendudukan Jepang. Sikap kejam tentara Jepang yang tidak manusiawi, membuat negara ini tidak layak dijadikan sebagai tempat tinggal.
Lee Ga Kyung sudah terlanjur lahir ke dunia, sehingga ia tidak punya pilihan lain selain tetap bertahan hidup di tengah berbagai kesulitan yang menghadang. Sejak bayi hingga dewasa, hidupnya dipenuhi beragam penderitaan. Meski begitu, Lee Ga Kyung enggan untuk menyerah. Lantas, apa saja penderitaan yang pernah dirasakan Lee Ga Kyung dalam drakor 100 Days of Deception?
1. Lee Ga Kyung terlahir tanpa pernah melihat wajah orangtuanya. Sampai sekarang, keberadaan orangtuanya masih menjadi misteri

cuplikan drama 100 Days of Deception (dok.tvn/100 Days of Deception) 2. Meski identitas orangtuanya masih menjadi misteri, orang-orang sering mengejeknya sebagai keturunan wanita penghibur berdarah Jepang

cuplikan drama 100 Days of Deception (dok.tvn/100 Days of Deception) 3. Saat masih anak-anak, Lee Ga Kyung bekerja di rumah seorang misionaris. Ia harus bekerja melebihi batas dan kerap mengalami penyiksaan

cuplikan drama 100 Days of Deception (instagram.com/tvn_drama) 4. Lee Ga Kyung juga pernah dipekerjakan sebagai wanita penghibur di sebuah tempat prostitusi. Namun, ia segera melarikan diri dari tempat tersebut

cuplikan drama 100 Days of Deception (instagram.com/tvn_drama) 5. Tak ada pekerjaan lain, Lee Ga Kyung terpaksa menjadi seorang pencopet demi bisa bertahan hidup

cuplikan drama 100 Days of Deception (instagram.com/tvn_drama) 6. Jika ketahuan tidak menyetorkan semua uang hasil mencopet, Lee Ga Kyung dipukuli sampai babak belur oleh bos copet

cuplikan drama 100 Days of Deception (instagram.com/tvn_drama) 7. Lee Ga Kyung juga pernah hampir diperkosa hanya karena kedapatan mempunyai tabungan

cuplikan drama 100 Days of Deception (dok.tvn/100 Days of Deception) Lee Ga Kyung tidak pernah melupakan penderitaan yang pernah dialaminya di drama 100 Days of Deception. Ia justru menjadikan pengalaman pahitnya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras demi mewujudkan mimpinya ke Amerika.
























