3 Alasan Pi O Rela Menuruti Perintah Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas

Kang Pi O membiarkan Choi Jeong Yo menganggapnya dalang penculikan dan menuruti perintahnya demi melindungi ibunya, Kang Ji Hye, dari terbongkarnya perbuatan masa lalu.
Pi O merasa kemenangan serta kesuksesannya terkait penderitaan Jeong Yo, karena penculikan dilakukan untuk memastikan ia menang dalam kompetisi piano.
Ia menganggap ambisinya memperoleh pengakuan dan mengalahkan Jeong Yo turut memicu tragedi, sehingga menerima kemarahan serta hukuman tanpa membela diri.
Kembalinya Choi Jeong Yo ke kehidupan Kang Pi O setelah sembilan tahun menghilang awalnya tidak menimbulkan kecurigaan. Kang Pi O percaya bahwa Choi Jeong Yo benar-benar mengalami kehilangan ingatan akibat kejadian penculikan yang dialaminya. Namun, anggapan tersebut ternyata keliru karena Choi Jeong Yo sebenarnya masih mengingat masa lalunya. Ia hanya berpura-pura kehilangan ingatan karena mengira Kang Pi O merupakan dalang di balik penculikan yang membuat hidupnya berubah drastis dan ingin membalas semua penderitaan yang dialaminya.
Alih-alih membantah tuduhan tersebut, Kang Pi O justru memilih mengakui bahwa dirinya adalah orang yang bertanggung jawab atas penculikan Choi Jeong Yo. Ia bahkan rela menuruti berbagai keinginan Choi Jeong Yo, termasuk memaksakan dirinya bermain piano meski mendapat tekanan dan kondisi tersebut mulai berdampak pada jari-jarinya. Kang Pi O seolah rela menerima semua kemarahan dan hukuman tersebut tanpa berusaha membela dirinya. Lantas, apa alasan Kang Pi O memilih menuruti perintah Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas? Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Kang Pi O tidak ingin kehilangan Kang Ji Hye

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Kang Pi O menyadari bahwa berbagai perbuatan buruk yang membuat Choi Jeong Yo kehilangan kesempatan untuk menjalani kehidupannya sebagai pianis ternyata berkaitan dengan Kang Ji Hye, ibunya sendiri. Ia mengetahui bahwa tindakan tersebut dilakukan demi memastikan dirinya tidak kalah dalam kompetisi dan dapat meraih kemenangan. Kang Pi O tentu memahami bahwa apa yang dilakukan ibunya telah menyebabkan Choi Jeong Yo mengalami penderitaan besar, bahkan kehilangan kesempatan untuk kembali bermain piano. Namun, di sisi lain, Kang Pi O juga tidak sanggup melihat Kang Ji Hye berada dalam kondisi yang membuatnya takut kehilangan satu-satunya orang tua yang dimilikinya.
Karena itu, Kang Pi O memilih menanggung kesalahan tersebut dan membiarkan Choi Jeong Yo menganggap dirinya sebagai dalang di balik semua kejadian. Ia rela menjadi sasaran kemarahan dan kebencian Choi Jeong Yo demi melindungi ibunya serta mencegah rahasia Kang Ji Hye terbongkar. Keputusan tersebut membuat Kang Pi O harus menerima berbagai perintah dan perlakuan keras dari Choi Jeong Yo tanpa menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Baginya, menanggung penderitaan seorang diri terasa lebih mudah daripada harus kehilangan Kang Ji Hye atau melihat ibunya menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.
2. Kang Pi O merasa bersalah atas kemenangan yang ia dapatkan

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Kang Pi O juga tidak bisa memandang kesuksesan yang diraihnya dengan perasaan bangga sepenuhnya. Ia mengetahui bahwa penculikan Choi Jeong Yo terjadi karena Kang Ji Hye berusaha memastikan dirinya tidak kalah dalam kompetisi. Artinya, kemenangan yang selama ini ia dapatkan tidak terlepas dari kejadian yang membuat Choi Jeong Yo kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Karena itu, Kang Pi O merasa dirinya tidak pantas menikmati kesuksesan yang dibangun di atas penderitaan sahabatnya sendiri.
Perasaan bersalah tersebut membuat Kang Pi O tidak berusaha melawan ketika Choi Jeong Yo memberikan berbagai perintah kepadanya. Ia bahkan rela kembali bermain piano sesuai dengan keinginan Choi Jeong Yo meskipun hal tersebut membuat dirinya semakin tertekan dan memaksakan kemampuan fisiknya. Kang Pi O seolah membiarkan Choi Jeong Yo melampiaskan rasa sakit dan kemarahannya kepadanya karena merasa bahwa penderitaan yang ia alami merupakan konsekuensi dari apa yang terjadi pada Choi Jeong Yo. Dengan begitu, ia berharap Choi Jeong Yo dapat meluapkan seluruh emosi dan dendam yang selama ini dipendamnya.
3. Kang Pi O merasa pantas mendapatkan semua hukuman tersebut

still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama) Selain ingin melindungi Kang Ji Hye dan merasa bersalah atas kemenangan yang diperolehnya, Kang Pi O juga memandang penderitaan yang diterimanya sebagai hukuman atas ambisinya sendiri. Ia terus merasa harus membuktikan bahwa dirinya mampu bermain piano sebaik Choi Jeong Yo karena ingin mendapatkan pengakuan dari Kang Seung Woon. Rasa minder dan keinginannya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak kalah berbakat dari Choi Jeong Yo kemudian menjadi bagian dari rangkaian konflik yang semakin besar. Karena itu, Kang Pi O merasa seolah-olah dirinya turut memiliki andil dalam munculnya kejadian yang menghancurkan kehidupan Choi Jeong Yo.
Pemikiran tersebut membuat Kang Pi O tidak merasa memiliki hak untuk menolak ketika Choi Jeong Yo menghukumnya. Ia merasa jika dirinya tidak terlalu ambisius untuk membuktikan kemampuan kepada Kang Seung Woon, mungkin persaingan mereka tidak akan berkembang menjadi masalah sebesar itu dan Kang Ji Hye tidak akan mengambil tindakan sejauh tersebut. Meski penculikan Choi Jeong Yo bukan dilakukan langsung oleh Kang Pi O, rasa bersalah membuatnya tetap menganggap dirinya memiliki bagian dalam tragedi tersebut. Karena itulah, ia memilih menerima kemarahan Choi Jeong Yo dan terus menuruti keinginannya meski harus mengorbankan dirinya sendiri.
Keputusan Kang Pi O untuk menuruti Choi Jeong Yo ternyata menyimpan alasan yang jauh lebih dalam daripada sekadar rasa takut. Ia berusaha melindungi Kang Ji Hye, merasa bersalah atas kesuksesan yang diperolehnya, sekaligus menganggap penderitaan tersebut sebagai hukuman atas ambisinya di masa lalu. Kang Pi O bahkan rela mengorbankan dirinya dan membiarkan Choi Jeong Yo membencinya tanpa mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Lantas, sampai kapan Kang Pi O mampu menanggung semua penderitaan tersebut demi melindungi ibunya dan menebus rasa bersalahnya kepada Choi Jeong Yo?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















