Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Beban Seong Tae Hun dalam Keluarga di Cabbage Your Life, Penuh Penyesalan
still cut drama Korea Cabbage Your Life (instagram.com/kbsdrama)
  • Seong Tae Hun menyadari bahwa fokus berlebihan pada pekerjaan membuatnya kehilangan momen penting dalam tumbuh kembang anak-anak dan peran emosional sebagai ayah.
  • Ia menghadapi kesulitan membangun kembali kedekatan dengan anak-anaknya yang sudah terbiasa hidup tanpa kehadirannya, menciptakan jarak emosional yang sulit dipulihkan.
  • Meskipun pindah ke Yeonri Ri, Seong Tae Hun masih terjebak dalam ambisi kerja hingga mengabaikan kasih sayang keluarga, menyadarkannya bahwa kehadiran lebih berharga dari sekadar nafkah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kepindahan Seong Tae Hun ke Yeonri Ri bukan hanya menjadi titik balik dalam kariernya, tetapi juga membuka mata tentang perannya sebagai kepala keluarga. Selama ini, Seong Tae Hun terlalu fokus pada bagaimana cara memenuhi kebutuhan finansial, tanpa benar-benar hadir dalam kehidupan istri dan anak-anaknya.

Jarak yang selama ini memisahkan mereka—dengan keluarga di Toronto dan Seong Tae Hun di Seoul—perlahan menciptakan celah emosional yang tidak disadari. Ketika akhirnya mereka kembali tinggal bersama, Seong Tae Hun justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa ia tidak benar-benar mengenal keluarganya sendiri. Berikut tiga beban yang dipikul Seong Tae Hun dalam perihal keluarga di Cabbage Your Life.

1. Mengabaikan perkembangan anak-anaknya selama ini

still cut drama Korea Cabbage Your Life (instagram.com/kbsdrama)

Selama bertahun-tahun, Seong Tae Hun menjalani perannya sebagai pencari nafkah dengan penuh tanggung jawab. Ia bekerja keras di Seoul, bahkan hidup sederhana demi memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi. Baginya, selama kebutuhan finansial tercukupi, itu sudah cukup untuk menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.

Namun tanpa disadari, ia melewatkan hal yang jauh lebih penting—proses tumbuh kembang anak-anaknya. Seong Tae Hun tidak benar-benar tahu bagaimana anak-anaknya berkembang, apa yang mereka sukai, atau kesulitan apa yang mereka hadapi. Semua tanggung jawab tersebut ia serahkan sepenuhnya kepada Cho Mi Ryeo tanpa pernah benar-benar terlibat.

Ketika akhirnya tinggal bersama di Yeonri Ri, Seong Tae Hun mulai menyadari betapa berat peran yang selama ini dipikul istrinya sendirian. Ia merasa tertampar oleh kenyataan bahwa menjadi orang tua bukan hanya soal memberi nafkah, tetapi juga hadir secara emosional.

2. Tidak memiliki kedekatan emosional dengan anak-anaknya

still cut drama Korea Cabbage Your Life (instagram.com/kbsdrama)

Saat mencoba mendekatkan diri dengan anak-anaknya, Seong Tae Hun justru dihadapkan pada rasa canggung yang begitu nyata. Anak-anaknya terlihat menjaga jarak, bahkan tidak merasa nyaman saat ia mencoba terlibat dalam kehidupan mereka. Hubungan yang seharusnya hangat terasa asing dan kaku.

Hal ini semakin terasa ketika Seong Tae Hun mencoba memahami masalah pribadi anak-anaknya, tetapi justru berakhir dengan kesalahpahaman. Ia tidak tahu cara berkomunikasi dengan mereka, sementara anak-anaknya sudah terbiasa hidup tanpa kehadirannya. Bahkan, ada momen ketika anak-anaknya lebih memilih ia kembali seperti dulu—tidak terlibat sama sekali.

Situasi ini menjadi pukulan emosional bagi Seong Tae Hun. Ia mulai menyadari bahwa waktu yang hilang tidak bisa dengan mudah digantikan. Kedekatan yang seharusnya dibangun sejak lama kini harus diperjuangkan dari nol, dan itu bukan hal yang mudah. Rasa kehilangan sebagai seorang ayah pun menjadi beban yang terus ia rasakan.

3. Terlalu fokus pada pekerjaan hingga mengabaikan kasih sayang

still cut drama Korea Cabbage Your Life (instagram.com/kbsdrama)

Meski sudah pindah ke Yeonri Ri, pola pikir Seong Tae Hun tidak langsung berubah. Ia masih terobsesi untuk menyelesaikan misinya menanam kubis berkualitas agar bisa kembali ke Seoul secepat mungkin. Baginya, keberhasilan ini adalah jalan untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.

Namun, di balik ambisinya itu, Seong Tae Hun kembali mengulangi kesalahan yang sama. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di ladang dibandingkan bersama keluarganya. Bahkan, dalam kondisi adaptasi yang sulit, ia masih menyerahkan sebagian besar urusan rumah tangga kepada Cho Mi Ryeo.

Hal ini menunjukkan bahwa Seong Tae Hun belum sepenuhnya memahami makna kehadiran sebagai seorang ayah dan suami. Ia ingin memperbaiki keadaan, tetapi masih menggunakan cara lama yang justru menjauhkan dirinya dari keluarga. Konflik ini menjadi beban batin yang perlahan membuatnya sadar bahwa kasih sayang tidak bisa digantikan oleh kerja keras semata.

Perjalanan Seong Tae Hun di Cabbage Your Life bukan hanya tentang membuktikan diri di dunia kerja, tetapi juga tentang belajar menjadi ayah dan suami yang lebih baik. Beban yang ia rasakan menjadi pengingat bahwa keluarga tidak hanya membutuhkan materi, tetapi juga kehadiran, perhatian, dan kasih sayang yang tulus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team