3 Karakter di Spring Fever yang Sempat Bikin Penonton Emosi

Drakor Spring Fever menutup 12 episodenya dengan akhir yang memuaskan. Perjalanan Yoon Bom yang awalnya penuh luka dan trauma perlahan berubah menjadi kisah tentang keberanian dan pemulihan. Dari sosok yang memilih kabur meninggalkan Seoul karena kasus kelam yang menimpanya, Yoon Bom akhirnya belajar berdiri menghadapi masa lalunya.
Kehidupan barunya di Shinsu mempertemukannya dengan Sun Jae Gyu, pria berpenampilan garang namun berhati hangat. Meski awalnya hanya sebatas hubungan wali murid dan wali kelas, kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih serius. Yoon Bom sempat menolak karena takut sejarah akan terulang, tetapi kesungguhan Sun Jae Gyu membuatnya sadar bahwa ia pantas hidup tanpa terus dibayangi rasa takut.
Seiring berjalannya cerita, Yoon Bom berhasil melawan traumanya, menghadapi ancaman reporter, hingga memenangkan tuntutan atas kasus yang selama ini menghancurkan hidupnya. Namun di balik perjalanan emosional tersebut, ada beberapa karakter yang sempat bikin penonton geregetan karena sikap dan tindakannya.
1. Hong Jung Pyo

Sejak awal kemunculannya, Hong Jung Pyo sudah menunjukkan sikap yang mengundang emosi. Ia meremehkan keputusan Yoon Bom pindah ke Shinsu dan kerap bersikap sinis terhadap Sun Jae Gyu.
Ia bahkan mengganti penerima plakat penghargaan Sun Han Gyul sebagai anak yang taat kepada orang tua hanya karena Han Gyul diasuh pamannya, bukan orang tua kandung. Sikapnya ini terasa tidak sensitif dan menghakimi.
Tak hanya itu, Hong Jung Pyo juga menyebarkan rumor buruk tentang Sun Jae Gyu, menuduhnya seperti preman pasar dan orang yang bermasalah. Saat mengetahui hubungan Yoon Bom dan Sun Jae Gyu, ia terang-terangan mempertanyakan profesionalitas Yoon Bom sebagai wali kelas.
Yang paling bikin kesal, ia menjadi narasumber bagi reporter yang ingin mengungkap kasus lama Yoon Bom. Sikapnya yang gemar menilai dan menjelekkan orang lain inilah yang membuat penonton sulit bersimpati padanya.
2. Choi I Jun

Awalnya, Choi I Jun datang dengan niat membalas kesalahpahaman lama dengan Sun Jae Gyu. Namun situasi justru membawanya terlibat dalam kehidupan Yoon Bom.
Diminta oleh Jeong Nan Hee untuk mencari dan membujuk Yoon Bom agar membuka kembali kasus lamanya, Choi I Jun malah terjebak dalam perasaan yang tak terduga. Ia jatuh hati pada Yoon Bom dan bersaing secara terbuka dengan Sun Jae Gyu.
Meski tidak sepenuhnya antagonis, sikap Choi I Jun yang terkesan memanfaatkan situasi dan ikut campur dalam hubungan Yoon Bom sempat membuat penonton gemas. Terlebih ketika ia terlihat ambigu antara membantu dengan tulus atau didorong oleh perasaan pribadinya.
3. Jeong Nan Hee

Sebagai seorang aktris ternama sekaligus ibu Yoon Bom, Jeong Nan Hee juga sempat membuat penonton kesal. Ucapannya di masa lalu begitu melukai hati Yoon Bom hingga sang putri memilih kabur dan memutus komunikasi.
Di awal konflik, Jeong Nan Hee terlihat lebih khawatir pada citra dan kariernya dibanding kondisi mental Yoon Bom. Hal ini membuatnya tampak egois dan kurang peka sebagai seorang ibu.
Namun, menjelang akhir cerita, sikapnya mulai melunak. Ia menunjukkan kekhawatiran yang tulus dan bahkan meminta maaf kepada Yoon Bom. Perubahan inilah yang perlahan memperbaiki hubungan mereka dan membuat karakternya sedikit lebih bisa dimengerti.
Meski sempat bikin emosi, kehadiran tiga karakter ini justru membuat alur Spring Fever terasa lebih hidup dan penuh dinamika. Tanpa sikap sinis Hong Jung Pyo, kebimbangan Choi I Jun, atau ego Jeong Nan Hee, perjalanan Yoon Bom mungkin tak akan terasa sekuat itu. Konflik yang mereka ciptakan menjadi bagian dari proses pendewasaan setiap karakter. Pada akhirnya, rasa kesal penonton pun terbayar ketika masing-masing mulai menyadari kesalahannya dan perlahan berubah. Inilah yang membuat Spring Fever terasa realistis—karena tidak semua orang langsung menjadi baik, tetapi bisa belajar untuk menjadi lebih baik.


















