3 Karakter Psychopathic Hero Lee Woo Gyeom di Drakor Bloody Flower

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) merupakan tersangka kasus pembunuhan berantai di Bloody Flower. Ia telah membunuh 17 orang dengan cara yang tragis. Alih-alih merasa bersalah, Woo Gyeom merasa dirinya jadi penyelamat.
Ia mengaku melakukan pembunuhan tersebut demi penelitian dan menyelamatkan nyawa orang lain. Tindakan aneh Woo Gyeom ini membuatnya cocok dijuluki sebagai psychopathic hero. Apa saja buktinya?
1. Membunuh demi menemukan obat penyembuh

Sejak mengalami kecelakaan mobil, kehidupan Woo Gyeom berubah total. Ia yang merupakan lulusan terbaik kedokteran harus merelakan karier gemilangnya. Woo Gyeom mengalami koma dan rasa sakit efek pasca koma yang parah.
Hal tersebut jadi titik mula Woo Gyeom memutuskan melakukan pembunuhan berantai. Ia melakukan penelitian pada tubuh korban demi menemukan obat penyembuh. Woo Gyeom ingin menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang tak tersembuhkan.
2. Memberi pengobatan gratis dengan syarat aneh

Setelah menemukan obat penyembuh, ia melakukan eksperimen langsung pada manusia hidup. Ia memberi pengobatan gratis pada mereka yang punya penyakit yang sulit disembuhkan seperti polio, kanker, dan Batten. Total nyawa yang berhasil ia sembuhkan dan selamatkan adalah enam orang.
Woo Gyeom membuat persyaratan aneh untuk mereka yang berhasil selamat. Dilarang melakukan pengobatan ke rumah sakit setelah penyakit tersebut sembuh. Apabila dilanggar, maka pengobatan yang sudah berhasil jadi gagal dan orang itu akan kembali menderita.
3. Membuat aturan moral sepihak

Walaupun berhasil menyelamatkan nyawa enam orang, Woo Gyeom tak bisa mengelak fakta bahwa ia membunuh belasan orang. Statusnya pun tetap menjadi tersangka. Namun, Woo Gyeom membuat aturan moral yang sulit dipahami.
Baginya, membunuh belasan orang setimpal dengan penemuan yang ia gagas. Obat untuk penyakit tak tersembuhkan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Hal ini membuat ia merasa menjadi penyelamat alih-alih pembunuh.
Tindakan Woo Gyeom membunuh belasan orang tak dapat dibenarkan. Namun, penemuan obat sekaligus jasanya menyembuhkan penyakit rumit juga sulit diabaikan. Kira-kira, bagaimana hukum akan menindaklanjuti perbuatan Woo Gyeom?


















