3 Masa Lalu Suram Hwang Jeong Won di Climax, Punya Keluarga Toxic!

- Hwang Jeong Won tumbuh dalam keluarga tidak harmonis dengan ayah yang kasar, suka berjudi, dan sering melakukan kekerasan terhadap ibunya.
- Trauma mendalam muncul setelah Jeong Won menyaksikan ibunya bunuh diri akibat kekerasan dan tekanan dari sang ayah.
- Dilanda amarah dan keputusasaan, Jeong Won membunuh ayahnya, dipenjara, lalu menjalani masa muda penuh kegelapan hingga dewasa.
Hwang Jeong Won (Nana) dalam drama Climax mengalami hidup yang sulit. Berdasarkan penayangan terbaru, diceritakan kalau Jeong Won lahir dari keluarga yang tidak harmonis. Ia memiliki ayah yang toxic sehingga membuat ia dan sang ibu menderita. Tak heran, kalau masa remajanya dijalani penuh dengan kesedihan.
Berikut adalah beberapa kisah menyedihkan Jeong Won yang membuat siapa pun bersimpati padanya. Silakan disimak ulasannya di bawah ini!
1. Mengalami kekerasan dari sang ayah

Tak kebanyakan remaja pada umumnya, Jeong Won melewati masa itu penuh dengan kepedihan. Ia terlahir dari keluarga sederhana, bahkan cenderung miskin. Ia memiliki ayah jahat dan suka bermain judi. Tak hanya itu, sang ayah juga suka melakukan kekerasan fisik terhadap ibunya. Bahkan Jeong Won menjadi saksi kekejaman ayahnya dan kerap melindungi sang ibu meski ia sendiri yang terluka.
Melihat kekerasan dan mengalaminya, Jeong Won tumbuh menjadi anak remaja yang pendiam. Hal ini pastinya tak baik untuk kesehatan mental Jeong Won saat itu. Tak heran, karakter Jeong Won yang pendiam dan banyak memendam terbawa hingga ia dewasa.
2. Melihat sang ibu bunuh diri

Sebagai seorang anak, pasti tidak tega melihat ibu disiksa oleh ayah. Hal ini pun dialami Jeong Won yang sangat sakit hati melihat ibunya mendapat kekerasan fisik dari sang ayah hampir setiap hari. Sang ayah yang senang berjudi sering memaksa meminta uang. Jika ibu Jeong Won menolak, maka akan dipukul habis-habisan.
Kondisi tersebut membuat ibu Jeong Won menyerah. Ia tak kuat menahan rasa sakit yang dilakukan suaminya. Maka dari itu, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan yang sangat ekstrim. Hal ini pastinya membuat Jeong Won terluka karena tak ada lagi sosok ibu yang ia sayangi.
3. Jeong Won membunuh ayahnya dan dipenjara

Kematian sang ibu membuat Jeong Won frustrasi. Ia tahu penyebab sang ibu memilih jalan ekstrem lantaran tak tahan dengan perilaku ayahnya yang toxic. Untuk itu, Jeong Won murka dan ia pun membunuh ayahnya yang saat itu tengah main judi. Atas perbuatannya, ia pun dipenjara dan menjalani masa remaja dengan suram. Usai bebas, kehidupan Jeong Won tak berubah. Justru ia semakin liar dan melakukan berbagai kejahatan. Mulai dari mencuri hingga narkoba.
Memiliki masa lalu suram, membuat kehidupan Jeong Won dipenuhi rasa trauma. Hal ini terbawa hingga dewasa dan segala sesuatu tentang kehidupannya dulu masih diingat olehnya.