Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tekanan Su Jeong Operasi Sang Beom di Doctor X: Mafia In White
cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)
  • Gye Su Jeong menawarkan diri mengoperasi Oh Sang Beom, pasien dengan peluru di kepala sejak tragedi Gwangju 1980, meski tak ada dokter lain bersedia karena risikonya sangat tinggi.
  • Operasi rumit itu mengharuskan Su Jeong menelaah riwayat medis lama dan menghadapi kemungkinan nyawa Sang Beom terancam selama prosedur pengangkatan peluru.
  • Kegagalan operasi berisiko merusak reputasi GUMC dan Su Jeong, sementara trauma Sang Beom juga membangkitkan memori kelam Su Jeong tentang korban pemberontakan bernama Baraka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam penayangan terbaru Doctor X: Mafia in White, Gye Su Jeong (Kim Ji Won) berani melakukan tindakan yang penuh bahaya. Ia menawarkan diri untuk menangani pasien yang bernama Oh Sang Beom (Ha Sung Kwang). Sang Beom ini merupakan pasien dengan luka tembak di bagian kepala yang bertahan selama bertahun-tahun. Penawaran diri yang dilakukan Su Jeong ini terlalu berani. Pasalnya, tidak ada satu pun dokter yang bersedia karena penuh dengan risiko.

Di balik rasa percaya dirinya, Su Jeong pastinya mengalami tekanan batin. Meski ia termasuk dokter yang hebat dan tak pernah gagal, nyatanya kasus Sang Beom ini memiliki resiko besar untuknya. Berikut adalah tekanan yang dirasakan Su Jeong.

1. Resiko tinggi karena kondisi Sang Beom

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Sang Beom adalah salah satu korban tragedi Gwangju tahun 1980. Ia mengalami luka tembak di bagian kepala dan masih ada peluru dalam kepalanya. Ia pun harus menahan sakit selama puluhan tahun akibat tragedi ini. Nah, diceritakan bahwa Sang Beom ini mendapat bantuan dari pemerintah untuk menjalani operasi dengan tujuan mengambil peluru itu. Namun, ini sangat beresiko karena Sang Beom bisa saja kehilangan nyawa.

Su Jeong sebagai dokter tentu mengalami tekanan batin dengan kasus ini. Bukan pekerjaan mudah meski ia memiliki kemampuan luar biasa. Bisa saja selama proses operasi ada masalah dan membuat nyawa Sang Beom dipertaruhkan. Tak hanya itu, laporan medis di masa lalu pun membuat Su Jeong kesulitan. Ia harus bisa menganalisis dan mencermati dengan semua yang terjadi di pengobatan di masa lalu. Benar-benar tertekan, ya!

2. Reputasi Su Jeong dipertaruhkan

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Kasus Sang Beom ini memang sangat kompleks. Bahkan tidak ada rumah sakit yang bersedia, hingga akhirnya Guseo University Medical Center (GUMC) yang menangani ini demi menaikkan reputasi. Namun, jika ini gagal maka rumah sakit ini akan mendapat kritik tajam dari publik.

Tak hanya GUMC, kasus ini juga mempertaruhkan reputasi Su Jeong. Ia yang dikenal cekatan, dingin, dan perfeksionis mendapat tekanan. Jika gagal, maka nama baiknya sebagai Dokter Bedah akan hancur. Ia pun harus menerima resikonya dengan dihujat publik dan tersingkir dari GUMC. Penuh tekanan sekali!

3. Trauma mendalam Sang Beom dengan Su Jeong hampir sama

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Kasus Sang Beom ini membawa luka mendalam bagi dirinya. Selain sakit fisik di kepala, ia juga mengalami trauma mendalam. Ia merasa bersalah karena sang kakak menjadi korban mengenaskan dan nyawanya tidak tertolong saat peristiwa itu terjadi. Apalagi sang kakak berkorban demi Sang Beom hingga Sang Beom pun selamat. Kisah Sang Beom ini ternyata membangkitkan memori kelam Su Jeong. Su Jeong langsung teringat dengan anak kecil bernama Baraka yang jadi korban di peristiwa pemberontakan. Ia merasa bersalah dan teringat memori gelap itu.

Menangani Sang Beom dan teringat masa kelam menjadi tekanan tersendiri bagi Su Jeong. Jika ia tak fokus maka akibatnya akan fatal. Lalu, apakah Su Jeong akan berhasil melewati ini? Layak dinantikan hingga episode selanjutnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article