Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Doctor X Terancam Diboikot Karena Ceritakan Pemberontakan Gwangju 1980

2 min read
Doctor X Terancam Diboikot Karena Ceritakan Pemberontakan Gwangju 1980
still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Episode 6 Doctor X: Mafia in White meraih rating 19,5 persen dan mengangkat pasien dengan serpihan peluru sebagai korban perlawanan sipil Gwangju 18 Mei 1980.
  • Respons penonton terbelah: sebagian memuji perpaduan kasus medis dan sejarah, sementara lainnya menilai drama terlalu banyak memasukkan materi sejarah dibanding versi Jepang.
  • Petisi penangguhan tayang diajukan ke platform Majelis Nasional, menuntut pemeriksaan tim produksi; hingga 26 Oktober 2026, petisi mengumpulkan 100 tanda tangan dan masih ditinjau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Doctor X: Mafia in White (2026) kembali membuktikan kepopulerannya dengan pencapaian rating 19,5 persen di episode 6. Bersamaan dengan itu, justru muncul petisi untuk menangguhkan penayangan Doctor X: Mafia in White (2026)

Petisi ini muncul setelah Doctor X: Mafia in White (2026) episode 6 menampilkan kisah tentang pemberontakan Gwangju pada 18 Mei 1980. Terancam diboikot, simak fakta-fakta selengkapnya berikut ini!

  1. 1. Episode 6 menampilkan kisah sejarah Korea yang terjadi di Gwanju pada 18 Mei 1980

    Potongan adegan drama Korea Doctor X: Mafia in White yang didokumentasikan oleh SBS sebagai materi serial tersebut.
    still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Doctor X: Mafia in White episode 6 yang tayang pada Sabtu (24/10/2026) menampilkan kasus medis baru. Gye Su Jeong (Kim Ji Won) ditugaskan mengoperasi pria bernama Oh Sang Beom (Ha Sung Kwang) yang memiliki serpihan peluru di kepalanya selama puluhan tahun.

    Oh Sang Beom digambarkan sebagai korban gerakan protes dan perlawanan sipil di Gwangju, Korea Selatan pada 18 Mei 1980. Selama puluhan tahun, Oh Sang Beom masih merasa bersalah karena sang kakak, Oh Seung Beom (Bae Min Jun) terkena tembakan sampai tewas demi melindunginya.

  2. 2. Penonton menyampaikan beragam reaksi, termasuk mengkritik penambahan alur tersebut

    Still drama Korea Doctor X: Mafia in White memperlihatkan adegan para tokoh utama berada di dalam ruangan.
    still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Dilansir 10 Asia, beberapa penonton memuji cara tim produksi mengawinkan kasus medis Oh Sang Beom dengan masa lalu sebagai korban pemberontakan Gwangju 1980. Namun, setelah episode 6 tayang penonton lain justru mengkritik lantaran Doctor X: Mafia in White (2026) terlalu banyak memasukkan materi sejarah.

    Terlebih lagi, versi drama Jepang Doctor X tidak menampilkan isu sejenis. Drama Jepang itu fokus menyuguhkan kasus-kasus medis unik dan sulit yang hanya bisa diselesaikan oleh Michiko Daimon (Ryoko Yonekura).

  3. 3. Bahkan sebuah petisi dilayangkan untuk menuntut penangguhan penayangan

    Potongan adegan drama Korea Doctor X: Mafia in White dari SBS dalam materi gambar promosi serial tersebut.
    still cut drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Puncaknya, sekelompok orang mengunggah "Petisi Mengenai Penangguhan Penayangan Drama SBS Doctor X" di platform petisi persetujuan publik Majelis Nasional. Hal ini didasari karena isu pemberontakan 18 Mei di Gwangju tidak terkait dengan alur cerita Doctor X: Mafia in White (2026).

    Pemohon juga menuntut tim produksi dipanggil sebagai saksi ke Majelis Nasional untuk memverifikasi proses produksi. Sampai Senin (26/10/2026), petisi tersebut telah mendapatkan 100 tanda tangan, serta memasuki tahap peninjauan akan dipublikasikan atau tidak.

    Sementara itu, para kritikus berpendapat, bahwa menuntut penangguhan penayangan karena Doctor X: Mafia in White (2026) memasukkan terlalu banyak unsur sejarah adalah sesuatu yang berlebihan Di sisi lain, tim produksi belum buka suara terkait petisi dan kritik yang dilayangkan Knetz.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More