3 Teori tentang Rantai yang Mengikat Gucheon di Ending The East Palace

- Drama The East Palace berakhir dengan adegan misterius saat Gu Cheon meninggalkan istana, namun kakinya masih terikat rantai yang terhubung ke istana.
- Tiga teori muncul: rantai menandakan kutukan lain di istana, simbol keterikatan Gu Cheon dengan istana, atau tanda perjanjian dengan gwi-mae kuno.
- Adegan akhir ini memicu rasa penasaran penonton karena membuka kemungkinan lanjutan cerita meski kutukan utama telah berakhir.
Drakor The East Palace telah tayang di Netflix pada Jumat (17/07/2026). Kisahnya pun mengikuti perjuangan pemburu hantu dan dayang istana yang menjalankan misi untuk memusnahkan kutukan arwah kolam di istana.
Setelah melalui perjuangan yang sulit, Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) dan Saeng Gang (Roh Yoon Seo) berhasil memusnahkan kutukan dari Putra Mahkota (Kwak Dongyeon) terhadap garis keturunan Raja. Namun, di akhir ada scene yang cukup membuat penasaran di mana saat Gu Cheon keluar dari istana ada rantai yang mengikat kakinya dan menghubungkannya dengan istana.
Scene tersebut pun membuat penonton memikirkan berbagai teori yang ada. Berikut adalah tiga teori tentang rantai yang mengikat Gu Cheon di akhir drama The East Palace.
1. Rantai tersebut adalah pertanda jika masih ada kutukan lain di istana

Di akhir, saat Gu Cheon meninggalkan istana bersama dengan Saeng Gang, ada adegan yang menyorot kakinya yang terikat dengan rantai yang terhubung dengan istana. Beberapa penonton pun berasumsi jika rantai tersebut menandakan adanya kutukan lain di istana.
Apalagi sebelum keluar dari istana, Gu Cheon sempat menemui Raja di singgasananya. Di sana, ia melihat arwah para raja terdahulu dan juga para pangeran yang tak menjadi raja yang masih berada di sana. Arwah tersebut seakan enggan meninggalkan singgasana karena masih menginginkan takhta tersebut.
Hal ini pun dikaitkan dengan adanya kemungkinan kutukan lain yang masih ada di istana. Dendam para raja terdahulu dan pangeran itu mungkin menjadi kutukan yang akan terus mengintai siapa saja yang menduduki takhta.
2. Sebagai isyarat jika Gu Cheon masih terikat dengan istana

Teori lain menyebutkan jika rantai tersebut adalah isyarat jika Gu Cheon sebenarnya masih terikat dengan istana. Karena ia telah mengirim banyak roh pendendam di istana ke alam baka, bahkan membunuh roh Putra Mahkota untuk memusnahkan kutukan yang ada. Makanya, ia jadi memiliki ikatan dengan istana dan seisinya.
Jadi, rantai itu seakan menggambarkan jika sejauh apa pun Gu Cheon pergi, ia tetap terikat dengan istana. Mau tak mau, suatu hari nanti ia akan tetap kembali ke istana untuk menyelesaikan urusan tentang arwah lain yang mungkin belum selesai.
3. Rantai itu adalah tanda perjanjian Gu Cheon dengan gwi-mae kuno di istana

Seperti yang diketahui jika Gu Cheon sempat membuat perjanjian dengan gwi-mae kuno yang menjaga istana. Ia meminta kekuatan gwi-mae kuno supaya bisa menyelamatkan Saeng Gang dari arwah Putra Mahkota yang telah berubah menjadi ak-gwi. Sebagai gantinya ia akan memberikan apapun yang diinginkan oleh gwi-mae tersebut.
Namun, sampai akhir tak dijelaskan tentang permintaan apa yang diminta oleh gwi-mae kuno penjaga istana tersebut. Risiko apa yang harus Gu Cheon terima setelah membuat perjanjian juga tak dijelaskan. Sehingga ada teori yang mengatakan jika rantai tersebut adalah tanda perjanjian Gu Cheon dengan gwi-mae.
Setelah menjadi ak-gwi, ia hidup kembali sebagai manusia. Mungkin itu juga berkat perjanjiannya dengan gwi-mae kuno dan rantai itu adalah pengikat keduanya. Jadi, ia diminta gwi-mae untuk turut menjaga istana sebagai bayaran atas kekuatan serta hidup yang ia dapatkan kembali.
Teori di atas hanyalah pendapat para penonton akan ending terbuka yang disajikan dalam drama. Walau kutukan berakhir dan tokohnya mendapatkan akhir yang bahagia, tetapi rantai tersebut menjadi misteri yang mungkin bakalan terjawab jika ada musim kedua nanti.




















