Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Pesan Moral yang Disampaikan dalam Drakor The East Palace

7 Pesan Moral yang Disampaikan dalam Drakor The East Palace
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)
Intinya Sih
  • Drakor The East Palace menutup penayangannya pada 17 Juli 2026 dengan kisah dukun Gu Cheon yang berjuang melawan kutukan arwah di lingkungan kerajaan.
  • Cerita menggambarkan perebutan kekuasaan yang kejam, bahkan antaranggota keluarga sendiri, menunjukkan bagaimana ambisi bisa mengorbankan darah daging demi tahta.
  • Tujuh pesan moral disampaikan, menyoroti bahaya kekuasaan, pentingnya keluarga, serta konsekuensi masa lalu yang tak bisa dihindari dan selalu menuntut pertanggungjawaban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drakor The East Palace telah menayangkan seluruh episodenya pada Jumat, 17 Juli 2026. Drakor orisinal Netflix ini dibintangi oleh Nam Joo Hyuk sebagai seorang dukun hebat nan sakti bernama Gu Cheon.

Kisah yang ditawarkan oleh The East Palace sendiri mengenai kutukan arwah yang balas dendam pada keturunan kerajaan karena kisah masa lalu. Gu Cheon hadir sebagai dukun di istana untuk menyelesaikan masalah ini dan menyelamatkan nyawa banyak orang di istana. Di samping kisah utama ini, The East Palace juga sarat akan pesan moral, berikut ini deretannya!

1. Kekuasaan itu bersifat semu yang bisa membutakan hati nurani, mengubah dan membuat seseorang hilang kendali hingga menghalalkan segala cara

Seorang pria mengenakan jubah kerajaan berwarna merah dengan bordiran naga emas di dalam ruangan bergaya tradisional Korea.
Cho Seung Woo di drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

2. Keluarga adalah orang-orang terdekat yang terhubung karena pertalian darah, baik di dunia maupun setelah kematian hubungan keluarga tetap berjalan

Seorang pria mengenakan hanbok merah berhias bordir emas dan gat merah sedang menatap serius ke arah seseorang di depannya.
Cho Seung Woo di drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

3. Perasaan bersalah atas kejahatan dan kesalahan akan selalu terbawa hingga akhir hayat, apalagi belum ada permintaan maaf dan ampunan pada korban

Seorang pria berambut panjang mengenakan pakaian gelap memegang pedang besar di bahunya dengan latar cahaya oranye redup.
Nam Joo Hyuk di drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

4. Kebenaran pastinya akan terungkap. Meski telah ditutupi dengan segala intrik dan strategi, kebenaran akan mencari dan menemukan jalannya sendiri

Seorang perempuan dengan luka berdarah di dahi menatap tajam ke depan dalam adegan drama The East Palace berlatar cahaya biru.
Roh Yoon Seo di drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

5. Anak sering kali menjadi korban ambisi orang tua, apalagi ambisi itu dibumbui dengan kelicikan dan kejahatan, maka anak pun akan kena imbasnya

Seorang perempuan mengenakan hanbok biru dengan pita merah di rambutnya tampak mengintip melalui celah dinding kayu dalam suasana redup.
Roh Yoon Seo di drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

6. Orang yang bersikap keras dan tegas sering kali dianggap jahat dan orang yang ramah dan hangat dianggap baik padahal kenyataannya malah sebaliknya

Adegan malam di halaman istana tradisional Korea dengan lentera menyala dan barisan orang mengenakan pakaian kerajaan dalam drama The East Palace.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

7. Masa lalu tidak bisa sepenuhnya dihindari, sering kali ia muncul kembali untuk meminta pertanggung jawaban dan untuk memperbaiki masa depan

Seorang pria berpakaian kerajaan tradisional Korea berwarna merah dan emas memeluk seseorang dengan ekspresi serius di dalam ruangan.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Deretan pesan moral dalam drakor The East Palace bisa dijadikan sebagai bekal oleh para penggemarnya, bagaimana jalan ceritanya yang rumit menyelipkan pelajaran berharga yang bisa dipetik. Perebutan takhta dan kekuasaan di kerajaan bukan hal yang lumrah lagi, namun di The East Palace terbilang berbeda karena saudara sedarah bisa saling mengkhianati.

Bahkan ayah dan nenek pun bisa tega membunuh keturunan mereka demi kekuasaan. Termasuk juga imbas dari perilaku orang tua di masa lalu yang akhirnya diterima oleh anak cucunya di masa sekarang. Apa yang ditanam itulah yang dituai adalah inti dari drakor The East Palace.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More