3 Tokoh Representasi Queer dalam Drama Korea Sageuk

Representasi queer di drama Korea bukan lagi sebuah fenomena asing. Enggak hanya di dalam setting era modern dengan keterbukaan yang lebih luwes, representasi queer juga muncul di drama sageuk atau kerajaan.
Meskipun jalan cerita menyesuaikan dengan budaya dan sejarah pada masa itu, tokoh-tokoh representasi ini muncul dan memberi warna baru di industri hiburan Korea Selatan. Berikut adalah 4 tokoh representasi queer yang berlakon di dalam drama Korea sageuk.
1. Pangeran Agung Gyeseong (Under the Queen's Umbrella)

Merasakan dilema dalam diri selalu terjadi pada setiap orang, termasuk Pangeran Gyeseong (Yoo Seon Ho) dalam drama Korea Under the Queen’s Umbrella. Pangeran mahkota yang satu ini dikenal sebagai sosok yang tenang dan kalem. Berbeda dari pangeran-pangeran lain, Pangeran Gyeseong cenderung enggak menarik perhatian orang lain.
Namun, di balik karakternya yang tenang, Pangeran Gyeseong menyimpan rahasia yang cukup serius apabila dia tertangkap basah. Meskipun memiliki titel sebagai pangeran mahkota, Pangeran Gyeseong justru lebih nyaman menjadi orang lain. Dia lebih suka bersolek dan mengenakan hanbok perempuan.
Demi menjaga keamanan sang pangeran, Ratu Im (Kim Hye Soo) melepaskan Pangeran Gyeseong untuk mencari kehidupannya di luar istana. Sang pangeran juga dengan senang hati mengepakkan sayapnya dan melepaskan atribut kerajaannya. Walaupun sempat berat hati untuk membiarkannya pergi, Sang Ratu tetap menyayangi Pangeran Gyeseong sebagaimana mestinya.
2. Sung Yoon Gyum (The Tale of Lady Ok)

Pura-pura menikah dan mencintai pasangan membawa dilema sendiri. Begitulah yang dilakukan Sung Yoon Gyum (Choo Young Woo) di drama Korea The Tale of Lady Ok. Dia memutuskan untuk menikahi Ok Tae Young alias Gu Deok (Lim Ji Yeon) demi menyembunyikan fakta bahwa dia tidak bisa menyukai perempuan.
Meskipun berpura-pura mencintai Ok Tae Young, rupanya rencana pernikahan “palsu” ini disetujui oleh sang istri sendiri karena dia juga memiliki rahasia besar. Pernikahan itu sama-sama dilakukan untuk melindungi rahasia satu sama lain.
Enggak hanya menikahi Ok Tae Young, Sung Yoon Gyum juga diam-diam membangun sebuah asosiasi untuk anak-anak yang dibuang karena minoritas seksual. Di sana, dia melatih mereka bela diri untuk melindungi diri mereka sendiri dari diskriminasi. Setiap anak juga diberikan tanda di tubuh mereka agar Sung Yoon Gyum dan anak-anak lain dapat saling mengenali.
Namun asosiasi tersebut harus dimusnahkan karena dijadikan tumbal dan dianggap sebagai kelompok pemberontak. Bahkan, Sung Yoon Gyum harus pergi dari rumahnya selama bertahun-tahun tanpa kabar.
3. Yoon Hae Gang (The Tale of Lady Ok)

Di drama Korea The Tale of Lady Ok, Sung Yoon Gyum bukanlah tokoh representasi queer satu-satunya. Salah satu anak dari shelter bernama Yoon Hae Gang (Seo Soo Hee) merupakan “asisten” Yoon Gyum dalam mengurus asosiasi tersebut. Di sisi lain, dia juga bekerja di rumah gisaeng.
Sebagai tokoh representasi queer, Yoon Hae Gang dideskripsikan sebagai anak yang dibuang oleh keluarganya. Dia merupakan anak pertama yang ditemukan dan diselamatkan oleh Yoon Gyum. Karena memiliki identitas yang sama sebagai bagian dari minoritas seksual, Yoon Gyum dan Hae Gang mulai mendirikan asosiasi untuk menampung anak-anak dengan keberadaan serupa.
Di drama ini, Yoon Hae Gang menjadi tokoh representasi queer yang berhasil diselamatkan oleh Ok Tae Young dari hukuman berat. Sebab, Hae Gang mengaku dia hanya ingin hidup dengan tenang sebagai dirinya sendiri.
Deretan tokoh representasi queer dalam drama sageuk menjadi pemandangan baru sebagai cara industri hiburan Korea Selatan menunjukkan keberagaman. Meskipun mereka harus bersembunyi sepanjang jalan cerita, tokoh representasi queer berhasil menggambarkan realita yang membelenggu.

















