Kang Pi O (Song Kang) terlihat seperti pianis muda yang punya kehidupan sempurna karena kemampuan bermain piano dan pencapaiannya sudah terbukti. Namun, di balik sosoknya yang perfeksionis, Pi O justru membawa beberapa tekanan yang gak selalu bisa dilihat orang lain. Beban tersebut datang dari keluarga, lingkungan pertemanan, sampai dari dirinya sendiri sebagai seorang pianis.
Keadaan itu membuat Pi O gak hanya harus membuktikan bahwa dirinya mampu bermain piano, tetapi juga terus berusaha mendapatkan tempat di mata orang-orang yang penting baginya. Bahkan ketika sudah berhasil mencapai sesuatu, masih ada alasan lain yang membuat dirinya merasa belum cukup. Lantas, apa saja beban yang diam-diam dipikul Kang Pi O di Four Hand Two Sonatas?
