4 Hal yang Mengacaukan Proses Investigasi Polisi di The Scarecrow

- Investigasi polisi di The Scarecrow kacau karena bukti foto samar dari Seo Ji Won membuat Lee Gi Beom salah ditetapkan sebagai tersangka utama.
- Tas korban yang ditemukan di toko buku milik Gi Beom dijadikan bukti tanpa penyelidikan mendalam, memperkuat kesalahan arah investigasi polisi.
- Hasil tes isotop radioaktif yang belum teruji kebenarannya membuat detektif Tae Joo salah menuduh Im Seok Man, hingga pelaku asli baru terungkap tiga puluh tahun kemudian.
Proses investigasi kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam drama The Scarecrow berjalan dengan kacau. Akibatnya, beberapa kali terjadi salah tangkap dan pelaku asli baru terungkap setelah tiga puluh tahun berlalu. Ia adalah Lee Gi Hwan (Jung Moon Sung).
Selain karena keterbatasan teknologi di zaman itu, ada beberapa hal yang mengacaukan proses investigasi hingga berjalan ke arah yang salah. Kira-kira, apa yang mengacaukan proses investigasi polisi sampai terjadi salah tangkap pelaku di The Scarecrow?
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler!
1. Hasil foto dari Seo Ji Won

Di episode awal, Seo Ji Won (Kwak Sun Young) menjadi relawan yang melakukan penyamaran untuk menjebak pelaku. Dalam misi tersebut, ia berhasil memotret pelaku, tetapi hasilnya adalah wajah pelaku sama sekali tak terlihat karena ia mengenakan sapu tangan untuk menutupi wajahnya.
Foto itu sebenarnya memberikan petunjuk yang masih samar, tetapi polisi menggunakannya untuk mempersempit tersangka dengan mencari pemilik sapu tangan itu. Setelah tahu bahwa pemiliknya adalah Lee Gi Beom (Song Geon Hee), polisi langsung menetapkannya sebagai tersangka.
Alibi Gi Beom tentang keberadaannya pada malam kematian korban pertama pun diabaikan karena adanya foto pelaku yang mengenakan sapu tangannya. Seolah itu adalah salah satu bukti konkret yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya. Mereka mengabaikan adanya kemungkinan sapu tangan tersebut digunakan atau dicuri oleh orang lain.
2. Tas korban yang berada di toko buku

Tas milik korban yang selamat, Park Ae Suk, ditemukan di toko buku milik Lee Gi Beom usai ia ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini membuat polisi langsung menjadikannya sebagai bukti bahwa Gi Beom adalah pelaku pembunuhan berantai.
Polisi sama sekali tak mempertanyakan tentang bagaimana tas tersebut berada di toko buku, apakah benar Gi Beom yang membawanya atau ada orang lain yang sengaja meletakkannya. Mereka tidak melihat dengan sudut pandang pelaku yang tak akan mungkin memajang barang milik korbannya di tempat yang sering dikunjungi orang yang jelas bisa mengungkap identitasnya.
3. Ingatan Kang Sun Yeong soal cara berjalan pelaku

Hal lain yang membuat investigasi berjalan ke arah yang salah dan polisi akhirnya mengejar orang tak bersalah adalah ingatan dari Kang Sun Yeong (Seo Ji Hye) soal cara berjalan pelaku. Kala itu, Sun Yeong yang nyaris menjadi korban alami syok dan pingsan, sehingga ingatannya soal pelaku sebenarnya tak bisa dijadikan patokan utama polisi untuk menetapkan tersangka.
Berdasarkan keterangan Sun Yeong yang mengatakan bahwa pelakunya pincang, polisi langsung mencurigai Im Seok Man (Baek Seung Hwan) sebagai pelaku. Detektif Kang Tae Joo (Park Hae Soo) pun mengaitkan beberapa hal soal Seok Man dengan beberapa bukti lain yang sebetulnya perlu dipastikan lagi kebenarannya.
4. Hasil tes analisis isotop radioaktif

Yang menjadi penyebab paling fatal proses investigasi Tae Joo berjalan ke arah yang salah adalah hasil tes dari analisis isotop radioaktif yang dilakukannya. Berdasarkan hasil tes analisis dari rambut pelaku ditemukan kandungan titanium, natrium, dan juga klorin yang tinggi. Artinya, pelaku adalah seseorang yang berkeringat banyak dan kemungkinan bekerja sebagai tukang las besi.
Hasil tes tersebut membuat Tae Joo akhirnya mencurigai Im Seok Man. Padahal, tes yang dilakukannya tersebut belum teruji kebenarannya. Sebab, tes tidak dilakukan oleh Badan Forensik, melainkan oleh Institut Riset Tenaga Atom yang belum berpengalaman. Lalu, mereka juga belum pernah menemukan tersangka dengan metode tersebut dan hasil analisisnya belum pernah pula dijadikan bukti di pengadilan.
Artinya, hasil tes tersebut belum tentu benar. Namun, Tae Joo justru menggunakannya untuk mempersempit tersangka hingga akhirnya terjadi salah tangkap dan pelaku pun masih bebas berkeliaran di luaran sana. Bahkan, pelaku baru terungkap usai tiga puluh tahun berlalu. Miris sekali, ya!



















