Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Isu Kesehatan yang Muncul di Doctor on the Edge, Kurang Percaya?
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
  • Do Ji Ui, mantan dokter bedah plastik, harus beradaptasi bekerja di puskesmas pulau terpencil Pyeongdongdo dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat setempat.
  • Serial ini menyoroti empat isu utama: rendahnya pengetahuan kesehatan warga, fasilitas medis terbatas, biaya perawatan yang dianggap mahal, serta minimnya kepercayaan publik terhadap tenaga medis.
  • Kondisi tersebut menggambarkan realitas keras layanan kesehatan di daerah terpencil Korea Selatan dan perjuangan tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik meski dengan keterbatasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor Doctor on the Edge (2026) menggambarkan perjuangan Do Ji Ui (Lee Jae Wook) yang harus beradaptasi dalam bekerja di sebuah puskesmas pulau kecil, Pyeondongdo. Do Ji Ui sendiri dulunya merupakan dokter bedah plastic di sebuah rumah sakit universitas ternama. Dia harus keluar untuk menjalani masa wajib militernya dan mengabdi di Pyeongdongdo ini.

Setelah pindah, Do Ji Ui mulai merasakan keterkejutan dan menghadapi kenyataan masyarakat secara langsung. Sejak pertama bekerja, Do Ji Ui mulai sadar jika terdapat banyak isu kesehatan yang muncul di masyarakat, terutama wilayah terpencil. Lalu, apa saja isu kesehatan yang ditemukan Do Ji Ui di drakor Doctor on the Edge ini?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Kurangnya pengetahuan kesehatan masyarakat

Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Pyeongdongdo umumnya dihuni oleh masyarakat lanjut usia yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Banyak orang menganggap jika pekerjaan layak hanya bisa didapatkan di kota besar sehingga mereka mendorong para anak muda untuk keluar pulau. Sayangnya, kondisi ini malah membuat masalah lain karena minimnya orang yang paham akan kesehatan.

Buktinya, para nakes yang bekerja di puskesmas harus rutin memberikan sosialisasi penanganan pertama untuk masyarakat. Gak hanya itu, pemberian obat tanpa resep dokter juga bisa dilakukan oleh orang lain tanpa pengawasan apoteker. Buktinya, Lee Jang Su (Kim Ki Cheon) bisa dengan mudah mengkonsumsi obat dari menantunya tanpa ada konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

2. Kurangnya fasilitas pemerintah pada fasilitas kesehatan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Di awal datang ke puskesmas, perawat Hwang Shin Hye (Joo In Young) berusaha menjelaskan tentang fasilitas tempat mereka bekerja yang kurang memadai. Banyak alat pemeriksaan yang telah berumur dan butuh pergantian. Sayangnya, pemerintah setempat gak pernah merespon permintaan puskesmas untuk mendanai pergantian ini.

Dengan kondisi ini, para nakes puskesmas harus lebih berusaha menjaga kondisi alat agar tetap bisa digunakan dengan baik. Menurut Do Ji Ui, alat ini memang sudah waktunya untuk diganti. Mereka harus lebih sering mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan fasilitas kesehatan di tempat terpencil ini.

3. Perawatan kesehatan dianggap mahal

Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Masyarakat di Pyeondongdo umumnya memang bekerja sebagai buruh harian dan nelayan. Mereka hanya bisa mendapatkan uang jika mau bekerja di hari itu. Gak hanya itu, umumnya para masyarakat lebih mementingkan pekerjaan mereka daripada kesehatan tubuh masing-masing.

Sekalipun punya asuransi kesehatan, banyak masyarakat masih menganggap tagihan rumah sakit terlalu membebankan. Mereka bahkan rela gak mau berobat ke rumah sakit besar karena hal ini. Sayangnya, fasilitas di puskesmas juga gak bisa menolong kasus besar dan berat.

4. Minimnya rasa percaya publik pada dokter

Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Kasus Park Chun Sik (Woo Hyeon) adalah salah satu bukti minimnya rasa percaya publik pada dokter. Ketika dadanya terasa sesak menusuk, Park Chun Sik hanya ingin Do Ji Ui memberikan obat penghilang rasa sakit dan mengutamakan pekerjaannya. Namun, Do Ji Ui sadar jika Park Chun Sik mengalami serangan jantung.  Untungnya, Park Chun Sik cepat tertolong dan dilarikan ke rumah sakit besar gak lama kemudian. 

Kondisi yang sama juga dialami oleh Hyun Chi Hyeon (Hong Min Ki). Dia dituduh melakukan malpraktik setelah menyelamatkan pasien keracunan ikan buntal. Saat itu, 2 pasien datang dan hanya seorang pasien saja yang bisa selamat. Sekalipun begitu, kedua keluarga melayangkan gugatan pada Hyun Chi Hyeon, lho.

Kondisi yang sama juga dialami oleh pihak dokter. Riwayat pengobatan pasien juga belum diperbarui. Kondisi ini jelas akan membahayakan kehidupan pasien dan masa depan dokter. Isu ini jelas bukan hal baru ditemukan di berbagai lingkungan desa kecil maupun terpencil. Setuju dengan ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article