Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Karma Kejahatan Chung Won di Ending The Apartment Job

4 Karma Kejahatan Chung Won di Ending The Apartment Job
still cut Drama Korea The Apartment Job (x.com/jtbclove)
  • Kejahatan CEO True Value, Lee Chung Won, terbongkar ke publik setelah Park Hae Kang menyusun strategi dan menayangkan bukti yang sulit dibantah.
  • Chung Won ditangkap polisi setelah koneksi pejabatnya berbalik meninggalkannya; asetnya digeledah, termasuk kebun Taegowon yang menjadi lokasi penguburan korban pembunuhan.
  • Dana korupsi 17,8 miliar won berhasil dikembalikan kepada apartemen True Value, sementara Chung Won menghadapi hukuman berat bersama pejabat yang pernah bekerja sama dengannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lee Chung Won (Park Byung Eun) merupakan villain di The Apartment Job. Sebagai CEO True Value, ia telah melakukan berbagai kriminalitas. Tindakannya antara lain pembunuhan hingga korupsi dengan nominal fantastis.

Sempat merasa dirinya menang, Chung Won gagal memenuhi keinginannya. Ia justru menuai karma atas berbagai tindak kejahatannya. Apa saja karma yang ia peroleh?

  1. 1. Kejahatannya terungkap ke publik

    Potongan adegan promosi drama Korea The Apartment Job yang dibagikan melalui akun Instagram JTBC Drama.
    still cut Drama Korea The Apartment Job (instagram.com/jtbcdrama)

    Selama ini, Chung Won selalu berhasil menutupi kejahatannya. Ia kerap menyuap pejabat hingga media. Sayangnya, kehadiran Park Hae Kang (Ji Sung) mengubah segalanya.

    Hae Kang berhasil menyusun strategi hingga kejahatan Chung Won terungkap ke publik. Penayangan berita yang membuktikan kejahatan Chung Won menggemparkan publik. Terlebih, fakta yang diungkap terlalu jelas dan sulit dibantah.

  2. 2. Ditangkap pihak kepolisian

    Potongan adegan drama Korea The Apartment Job dari Instagram JTBC Drama dalam suasana cerita serial.
    still cut Drama Korea The Apartment Job (instagram.com/jtbcdrama)

    Koneksi pejabat yang dimiliki Chung Won satu-persatu meninggalkannya. Rekan kini jadi musuh. Para polisi yang berada di kubu Chung Won kini berbalik menyerangnya.

    Chung Won akhirnya ditangkap pihak kepolisian. Aset miliknya digeledah. Termasuk kebun Taegowon, tempatnya mengubur para mayar yang ia bunuh.

  3. 3. Kehilangan 17,8 miliar won dana korupsi

    Potongan adegan drama Korea The Apartment Job dalam materi promosi yang diunggah akun JTBC Drama di Instagram.
    still cut Drama Korea The Apartment Job (instagram.com/jtbcdrama)

    Dana korupsi 17,8 miliar won jadi salah satu aset Chung Won paling berharga. Bahkan, ia berkali-kali memindahkan dana tersebut demi menyembunyikannya. Namun, Chung Won akhirnya gagal melindungi dana itu.

    Disulut amarah, Chung Won membuat dana korupsi itu kini berada di tangan Hae Kang. Akibatnya, seluruh dana telah dikembalikan ke apartemen True Value selaku pemilik sesungguhnya. Chung Won hanya bisa pasrah mengetahui kekayaannya hilang dalam sekejap.

  4. 4. Menjalani hukuman akibat perbuatannya

    Potongan adegan drama Korea The Apartment Job dari akun Instagram JTBC Drama dengan latar kehidupan di apartemen.
    still cut Drama Korea The Apartment Job (instagram.com/jtbcdrama)

    Chung Won kini berada di ambang kehancuran. Setelah semua kejahatannya terungkap, ia terancam menerima hukuman berat. Ia pun harus menerima hukuman sesuai prosedur hukum yang berlaku.

    Tidak ada lagi koneksi pejabat yang bisa membantunya. Para pejabat yang pernah bekerja sama dengannya juga ditangkap polisi. Mereka harus menanggung risiko atas kejahatan yang pernah diperbuat.

    Chung Won menerima ganjaran karma akibat kejahatan yang ia lakukan. Selama menjabat jadi CEO, ia terlalu serakah akan ambisinya hingga berulang kali melakukan tindakan kriminal. Menurutmu, apakah karma yang diterima Chung Won setimpal dengan perbuatannya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More