Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Pertarungan Han Jun vs Yi Yeon di Sidang Banding Bloody Flower

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Sidang banding atas kasus pembunuhan berantai dengan terdakwa Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) dalam drakor Bloody Flower bukan sekadar proses hukum lanjutan, melainkan medan perang baru antara pengacaranya, Park Han Jun (Sung Dong Il) dan Jaksa Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok). Setelah vonis mati dijatuhkan di pengadilan pertama, keduanya sama-sama menolak mundur dan justru meningkatkan strategi masing-masing.

Yang dipertaruhkan bukan hanya nasib Lee Woo Gyeom, tetapi juga reputasi, prinsip, dan masa depan karier mereka. Dari adu opini publik hingga manuver di balik layar, pertarungan ini terasa makin panas dan penuh intrik. Berikut empat pertarungan Han Jun vs Yi Yeon di sidang banding Bloody Flower.

1. Adu pengaruh opini publik

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Park Han Jun sadar bahwa hukum tak pernah benar-benar steril dari suara publik. Ia memanfaatkan kekuatan YouTuber dan influencer untuk membingkai motif kejahatan Lee Woo Gyeom sebagai tindakan kemanusiaan yang kontroversial, bukan sekadar pembunuhan keji. Narasi ini perlahan membelah opini masyarakat menjadi dua kubu.

Di sisi lain, Cha Yi Yeon menggandeng calon anggota dewan untuk tampil di televisi dan menegaskan bahwa hukuman mati adalah bentuk keadilan bagi 17 korban pembunuhan ini. Ia membangun citra bahwa negara tidak boleh tunduk pada pembenaran medis yang belum teruji. Pertarungan ini membuat ruang sidang seolah meluas hingga ke layar gawai publik.

2. Demonstrasi medis yang diperebutkan

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Park Han Jun mengajukan permohonan agar Lee Woo Gyeom diberi kesempatan melakukan demonstrasi medis saat proses persidangan di bawah pengawasan ketat. Ia ingin membuktikan bahwa darah mutan Lee Woo Gyeom benar-benar mampu menyembuhkan pasien tak tersembuhkan tanpa metode bedah. Jika berhasil, itu bisa mengguncang dasar tuntutan hukuman mati.

Namun, Cha Yi Yeon berusaha keras meyakinkan hakim agar menolak permohonan tersebut. Baginya, sidang bukan laboratorium, dan pengadilan tidak boleh menjadi panggung eksperimen. Ia khawatir demonstrasi itu hanya akan menjadi strategi emosional untuk mengaburkan fakta pembunuhan.

3. Perburuan bukti baru

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Menjelang sidang banding, Cha Yi Yeon dan tim kejaksaan bekerja tanpa jeda untuk menemukan bukti tambahan yang menguatkan vonis mati sebelumnya. Mereka menelusuri kembali lokasi korban, memperdalam analisis forensik, dan memperkuat konstruksi niat jahat Lee Woo Gyeom. Setiap detail kecil bisa menjadi penentu arah putusan.

Sementara itu, Park Han Jun juga tak tinggal diam. Ia mencari rekam medis pasien yang mengaku sembuh serta jejak riset Lee Woo Gyeom di Amerika Serikat yang pernah mendapat pengakuan akademis. Park Han Jun berusaha membangun argumen bahwa motif kejahatan kliennya tidak lahir dari niat jahat, melainkan obsesi pada kemajuan medis.

4. Manuver di balik layar

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Tekanan politik membuat sidang banding semakin rumit. Cha Yi Yeon dan pihak kejaksaan diduga mengatur komposisi hakim agar tetap konsisten pada vonis mati, demi menjaga stabilitas hukum dan citra institusi. Isu ini menjadi bisik-bisik yang tak pernah benar-benar terucap di ruang sidang, tetapi terasa jelas dampaknya.

Di saat yang sama, Lee Woo Gyeom diam-diam menyusun rencana sebagai narapidana yang tak sepenuhnya pasif. Ia memahami celah sistem dan memanfaatkan waktu banding untuk memainkan kartu terakhirnya. Strategi ini membuat Park Han Jun dan Cha Yi Yeon sama-sama berada dalam ketegangan yang tak terduga.

Sidang banding di Bloody Flower akhirnya berubah menjadi arena duel strategi yang tak hanya menguji kecerdasan hukum, tetapi juga daya tahan mental Park Han Jun dan Cha Yi Yeon dalam menghadapi tekanan publik, politik, dan ambisi pribadi. Melalui pertarungan ini, Bloody Flower menggambarkan bahwa keadilan bukan hanya soal siapa yang lebih benar, melainkan siapa yang mampu mengendalikan narasi, bukti, dan momentum hingga palu hakim benar-benar diketuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Korea

See More

4 Karakter yang Bisa Jadi Sekutu Hong Keum Bo di Undercover Miss Hong

12 Feb 2026, 20:47 WIBKorea