Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Kingfisher Tak Sepenuhnya Pahlawan di A Bona Fide Killer
still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Kingfisher memang mengarahkan senjatanya kepada para kriminal yang lolos dari hukuman setimpal. Namun, terungkapnya trauma anak dari salah satu target membuat tindakannya tidak lagi mudah dipandang sebagai bentuk keadilan murni. Hukuman yang tampak selesai dalam satu tembakan ternyata meninggalkan dampak panjang bagi orang yang tidak terlibat dalam kejahatan tersebut.

Identitas Kingfisher sebagai Yoo Bo Na (Kong Hyo Jin ) juga memperkuat ironi karena ia memahami besarnya ikatan antara orangtua dan anak. Tujuannya boleh terasa benar, tetapi cara dan akibat dari setiap misi tetap membuka ruang untuk dipertanyakan. Berikut lima alasan yang membuat Kingfisher tidak sepenuhnya bisa disebut pahlawan dalam A Bona Fide Killer.

1. Eksekusinya menciptakan korban baru yang tidak bersalah

still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Kingfisher menargetkan orang yang dianggap telah melakukan kejahatan berat, bukan masyarakat biasa. Meski begitu, seorang target tidak selalu hidup sendirian tanpa keluarga atau orang yang bergantung kepadanya. Ketika Yoo Bo Na menarik pelatuk, dampak tindakannya otomatis menjalar kepada orang-orang yang tidak pernah menjadi bagian dari kasus tersebut.

Trauma yang dialami anak target menunjukkan bahwa hilangnya seorang kriminal tetap dapat menjadi kehilangan besar bagi keluarganya. Sang anak mungkin belum memahami kejahatan orangtuanya, tetapi harus menanggung ketakutan dan luka setelah kematian itu terjadi. Pada titik ini, Kingfisher menghentikan satu pelaku sekaligus tanpa sengaja menciptakan korban psikologis baru.

2. Ia menentukan hukuman tanpa melihat seluruh sisi kehidupan target

still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Setiap misi menempatkan Kingfisher sebagai pihak yang menerima informasi, menilai target, lalu menjalankan hukuman. Rangkaian tersebut terlihat efektif karena tidak memerlukan perdebatan panjang atau kesempatan bagi pelaku untuk menghindar. Namun, kecepatan itu juga membuat kehidupan target dipadatkan menjadi daftar kejahatan yang harus dibalas.

Yoo Bo Na mungkin mengetahui apa yang dilakukan targetnya, tetapi belum tentu memahami semua hubungan yang akan hancur setelah eksekusi. Anak, pasangan, atau anggota keluarga lain dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh penjelasan dan menghadapi kebenaran secara bertahap. Keputusan Kingfisher akhirnya menutup cerita pelaku secara instan, sementara orang yang ditinggalkan harus menyusun sendiri potongan jawabannya.

3. Trauma anak target tidak selesai bersama kematian pelaku

still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Kematian target bisa dianggap sebagai akhir dari ancaman, tetapi tidak otomatis menghapus ketakutan anak yang menyaksikan atau merasakan akibatnya. Memori mengenai peristiwa tersebut dapat terus tumbuh bersama sang anak tanpa ada ruang aman untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan jika orangtuanya bersalah, trauma kehilangan tetap mempunyai bentuk yang nyata dan rumit.

Di sinilah kemenangan Kingfisher terasa kurang utuh daripada yang terlihat dari luar. Ia berhasil menghentikan kriminal, lalu meninggalkan lokasi sebelum menyaksikan seluruh konsekuensi emosional dari tindakannya. Sang anak justru harus hidup lebih lama dengan dampak misi yang bagi Kingfisher mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit.

4. Tidak ada ruang bagi korban untuk menentukan makna keadilan

still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Kingfisher bergerak atas keyakinan bahwa kriminal yang lolos harus menerima hukuman melalui jalur lain. Niat tersebut terdengar berpihak kepada korban, tetapi tindakan Yoo Bo Na belum tentu melibatkan keinginan mereka secara langsung. Bisa saja korban menginginkan pengakuan, pemulihan nama baik, atau terbukanya kebenaran, bukan sekadar kematian pelaku.

Eksekusi diam-diam juga berpotensi menggeser pusat cerita dari korban kepada sosok pembunuh yang dianggap berani bertindak. Penderitaan korban akhirnya menjadi alasan untuk membenarkan misi, sementara kebutuhan emosional mereka tidak selalu mendapat tempat. Kingfisher memang menghukum orang jahat, tetapi ia belum tentu memberikan bentuk keadilan yang benar-benar dibutuhkan pihak yang terluka.

5. Perannya sebagai ibu membuat pilihan moralnya semakin kontradiktif

still cut drama Korea A Bona fide Killer (instagram.com/mbcdrama_now)

Sebagai Yoo Bo Na, Kingfisher sangat memahami kecemasan seorang ibu ketika anaknya terluka atau merasa kehilangan. Ia bahkan berusaha menjaga keluarganya agar tidak tersentuh bahaya dari pekerjaan rahasianya. Karena itu, ketidakmampuannya memperhitungkan trauma anak target terasa sebagai kontradiksi yang sulit diabaikan.

Yoo Bo Na ingin memastikan Kwon Yul (Hwang Bom I) tumbuh dengan aman, tetapi misi Kingfisher dapat merenggut rasa aman anak lain. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa empatinya masih bekerja secara selektif berdasarkan siapa yang berada di dekatnya. Selama ia belum berani melihat anak target sebagai sosok yang sama berharganya dengan Kwon Yul, gelar pahlawan akan selalu terasa terlalu sederhana untuknya.

Dalam A Bona Fide Killer, Kingfisher berdiri di wilayah moral yang makin kabur karena setiap kriminal yang berhasil ia hentikan membawa konsekuensi lain, termasuk trauma seorang anak yang tidak pernah memilih dilahirkan dalam keluarga pelaku. Yoo Bo Na mungkin tetap menjadi sosok yang ingin memberantas kejahatan, tetapi langkahnya baru terasa lengkap ketika ia berani menghadapi luka yang tertinggal setelah tembakan berhenti dan menyadari bahwa kemenangan tanpa pemulihan tidak pernah benar-benar sunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article