5 Alasan Pekerjaan Gu Cheong di The East Palace Tidak Biasa

Gu Cheong (Nam Joo Hyuk) menjalani pekerjaan yang jauh berbeda dari pelayan istana pada umumnya dalam drakor The East Palace. Tugasnya tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga memaksanya berhadapan langsung dengan dunia yang tidak terlihat oleh manusia biasa. Setiap malam, ia harus mempertaruhkan keselamatan demi menyelesaikan urusan para arwah di lingkungan istana.
Rutinitas tersebut membuat kehidupan Gu Cheong dipenuhi risiko yang sulit dipahami orang lain. Ia tidak memiliki waktu kerja normal, tempat tugas yang aman, ataupun kesempatan beristirahat dengan tenang. Berikut lima alasan pekerjaan Gu Cheong di The East Palace jelas bukan tugas yang bisa dilakukan sembarang orang.
1. Harus lembur setiap malam

Ketika penghuni istana mulai beristirahat, pekerjaan Gu Cheong justru baru dimulai. Malam hari menjadi waktu paling sibuk karena aktivitas para arwah semakin kuat setelah suasana istana berubah sepi. Ia pun tidak bisa menunda tugas meski tubuhnya sudah lelah menjalani kegiatan sepanjang siang.
Jadwal tersebut membuat Gu Cheong hampir tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Setiap malam ia harus tetap waspada karena gangguan roh bisa muncul dari berbagai sudut istana tanpa peringatan. Sistem kerja semacam ini tentu lebih berat dibandingkan lembur biasa yang masih bisa diselesaikan di tempat aman.
2. Menceburkan diri ke kolam istana untuk menuju dunia roh

Gu Cheong tidak dapat memasuki dunia roh hanya dengan membuka pintu atau membaca mantra sederhana. Ia harus menceburkan diri ke kolam istana yang menjadi jalur penghubung antara dunia manusia dan alam arwah. Proses itu terlihat ekstrem karena air menjadi batas yang harus ia lewati setiap kali menjalankan tugas.
Masuk ke dalam kolam pada malam hari juga membawa risiko bagi kondisi fisiknya. Suhu air yang dingin, suasana gelap, dan kemungkinan gagal kembali membuat perjalanan tersebut terasa semakin berbahaya. Gu Cheong harus menjaga konsentrasi sejak sebelum menyelam karena kesalahan kecil bisa membuat dirinya terjebak di antara dua dunia.
3. Wajib memasuki dunia roh setiap malam

Dunia roh bukan tempat yang dapat dimasuki dengan persiapan seadanya. Lingkungannya dipenuhi energi asing, kenangan para arwah, serta berbagai ancaman yang tidak selalu memiliki bentuk jelas. Meski begitu, Gu Cheong tetap harus datang setiap malam untuk mencari sumber gangguan yang terjadi di istana.
Rutinitas ini menuntut keberanian sekaligus kemampuan membaca situasi dengan cepat. Ia tidak selalu mengetahui roh seperti apa yang akan ditemui atau masalah apa yang harus diselesaikan pada malam tersebut. Ketidakpastian itulah yang membuat pekerjaannya sulit, karena tidak ada prosedur tetap yang menjamin ia bisa pulang dengan selamat.
4. Bertarung dengan arwah dan mengirim mereka ke alam baka

Tidak semua arwah bersedia meninggalkan dunia manusia secara damai. Beberapa di antaranya menyimpan amarah, dendam, atau keterikatan kuat terhadap peristiwa yang terjadi sebelum kematian mereka. Gu Cheong akhirnya harus bertarung ketika pendekatan yang lebih tenang tidak mampu menghentikan gangguan tersebut.
Pertarungan melawan roh jelas berbeda dari perkelahian antarmanusia. Serangan mereka dapat menguras energi, memengaruhi kesadaran, bahkan membuat tubuh Gu Cheong kehilangan kendali. Setelah berhasil menaklukkan mereka, ia masih harus membuka jalan agar para arwah dapat pergi menuju alam baka dan tidak kembali meneror istana.
5. Selalu lemas pada siang hari karena kehilangan energi

Tugas malam Gu Cheong meninggalkan efek yang langsung terlihat saat matahari terbit. Energinya terserap selama berada di dunia roh dan semakin berkurang ketika ia harus menghadapi arwah yang agresif. Akibatnya, tubuh Gu Cheong terlihat lemas meskipun orang lain baru saja memulai aktivitas harian mereka.
Kondisi tersebut membuatnya sulit menjalani siang hari secara normal. Ia harus menyembunyikan kelelahan di tengah lingkungan istana yang menuntut setiap orang tetap disiplin dan sigap. Belum sempat memulihkan tenaga sepenuhnya, Gu Cheong sudah harus bersiap menghadapi tugas baru saat malam kembali datang.
Pekerjaan Gu Cheong dalam The East Palace memperlihatkan bahwa menjaga istana dari ancaman dunia roh membutuhkan keberanian, daya tahan, dan pengorbanan yang tidak terlihat oleh penghuni lainnya, sebab setiap malam ia harus berjalan menuju tempat yang mungkin tidak membiarkannya kembali dalam keadaan utuh. Di balik tubuhnya yang terus melemah, Gu Cheong tetap melanjutkan tugasnya dan menjadikan perjalanan gelap tersebut sebagai bagian penting dari misteri yang perlahan membuka rahasia terbesar di The East Palace.


















![[QUIZ] Dapat Tugas dari Guru, Siapa Member CORTIS yang Kerja Kelompok Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20260626/img_20260626_093753_d2d2b5bc-40eb-4f5b-84ac-65aa4e577ba7.jpg)



