Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Choi Jeong Yo Balas Dendam ke Kang Pi O Four Hands, Two Sonatas
cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Choi Jeong Yo kembali dengan identitas Luca Domenico dan berpura-pura amnesia untuk membuat Kang Pi O terus diliputi ketakutan atas penculikan sembilan tahun lalu.
  • Sebagai konduktor tamu Hankook Symphony, Choi Jeong Yo menunjuk Kang Pi O sebagai pianis solois agar dapat mengendalikan persiapan dan performanya.
  • Choi Jeong Yo menekan mental Kang Pi O melalui kritik tajam serta rasa bersalahnya, sementara Pi O menyembunyikan bahwa dalang penculikan adalah ibunya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Motif Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) kembali ke kehidupan lamanya akhirnya terungkap di episode 9 dan 10 drakor Four Hands, Two Sonatas. Ia ingin balas dendam pada Kang Pi O (Song Kang) yang ia duga sebagai penyebab kecelakaannya sembilan tahun lalu. Kang Pi O disebut sebagai dalang dari penculikannya agar bisa keluar sebagai pemenang di kompetisi Harmonie Praha.

Agar balas dendamnya dapat ia nikmati dengan rapi, Choi Jeong Yo tak langsung melaporkan kejahatan Kang Pi O pada pihak berwajib. Ia memilih menyiksa temannya itu dengan caranya sendiri agar Kang Pi O paham bagaimana rasanya kehilangan sebuah harapan. Lantas, seperti apa cara Choi Jeong Yo balas dendam pada Kang Pi O? Yuk, simak.

1. Berpura-pura amnesia dan memalsukan identitas

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Sejak muncul kembali pertama kali, Choi Jeong Yo berpura-pura hilang ingatan dan berganti identitas. Ia mengaku tak ingat sedikit pun kenangannya di masa lalu dan kini memiliki nama Luca Domenico. Ia juga memilih beralih karier dari pianis menjadi seorang konduktor.

Cara ini dianggap Choi Jeong Yo sebagai strategi matang untuk balas dendam pada Kang Pi O. Dengan mengaku amnesia, ia ingin membuat dalang penculikannya di masa lalu terus diliputi ketakutan dan kecemasan. Pelaku akan terus merasa waswas dan menerka-nerka kapan ingatan Choi Jeong Yo akan pulih sepenuhnya dan membongkar kejahatan masa lalu tersebut.

2. Memanfaatkan posisi sebagai konduktor tamu di Hankook Symphony

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Rencana Choi Jeong Yo ternyata berbuah manis, ketenarannya sebagai pemenang kompetisi konduktor di Eropa sampai ke telinga kakeknya Kang Pi O, Kang Seung Woon (Jung Jin Young). Kang Seung Won mengundangnya untuk kembali ke Korea dan menawarkan Choi Jeong Yo menjadi konduktor tamu di Hankook Symphony. Penampilan ini dijadikan Kang Seung Won sebagai seleksi tak formal untuk menjadi penggantinya nanti sebagai maestro ternama.

Namun, berbeda dengan Choi Jeong Yo. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk melanjutkan rencana balas dendamnya. Posisi ini membuatnya memiliki kendali penuh atas arah musik dan performa musisi di bawahnya, termasuk Kang Pi O yang sedang tersulut emosi karena keputusan sang kakek, Kang Seung Woon.

3. Menjadikan Kang Pi O sebagai pianis dalam penampilan debutnya

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Untuk melancarkan rencananya, Choi Jeong Yo menunjuk Kang Pi O sebagai pianis solois utama dalam penampilan debutnya tersebut. Ia bertingkah seperti memberikan bantuan emosional kepada Kang Pi O karena pianis itu sedang terpuruk. Cara ini bukan kali pertama dilakukan Choi Jeong Yo karena di masa lalu ia pernah sengaja mengikuti Harmonie Praha hanya agar sahabatnya itu sembuh.

Di sisi lain, cara ini adalah jebakan psikologis yang dibuat Choi Jeong Yo untuk mengikat Kang Pi O dalam kendali profesionalnya. Dengan bertindak sebagai konduktor dan Kang Pi O sebagai pianisnya, ia mendapatkan kuasa penuh untuk mengontrol, mengarahkan, dan mendikte pergerakan serta performa Kang Pi O selama mempersiapkan konser debut tersebut.

4. Menyerang mental Kang Pi O dengan kritik yang sangat tajam

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Karena sudah mendapatkan kepercayaan Kang Pi O seutuhnya lewat penampilan mereka di Hankook Symphony, Choi Jeong Yo mulai menekan mental Kang Pi O dipenampilan berikutnya. Choi Jeong meminta Kang Pi O untuk membawakan musik buatannya dan membuat Kang Pi O seakan-akan selalu membuat kesalahan. Saat sesi latihan bersama dilakukan, Choi Jeong Yo yang awalnya bersikap hangat secara tiba-tiba mengubah sikapnya menjadi sangat dingin, tegas, dan tanpa ampun.

Di hadapan siapa pun, Choi Jeong Yo tak ragu melontarkan kritik pedas dan tajam terhadap permainan piano Kang Pi O. Kritiknya sengaja berisi menguliti kelemahan teknis dan emosional Kang Pi O agar kepercayaan diri pria tersebut runtuh. Buktinya, Kang Pi O menjadi emosi tak terkendali dan kembali mengalami tekanan batin.

5. Memanfaatkan rasa bersalah Kang Pi O

cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Choi Jeong Yo tahu bahwa Kang Pi O didera rasa bersalah yang teramat dalam setelah mengetahui kalau ia terkait dalam penculikannya di masa lalu. Terlebih dalam episode terbaru, Choi Jeong Yo menyatakan kalau Kang Pi O adalah tersangka utama atas insiden yang menimpanya dan ia merasa kecewa. Secara blak-blakan, Choi Jeong Yo menyatakan ingin menghukum Kang Pi O dengan caranya sendiri tanpa berhubungan dengan pihak berwajib.

Karena sikapnya itu, Kang Pi O semakin tersiksa dalam pergulatan batin. Choi Jeong Yo berhasil membuat Kang Pi O membiarkan dirinya disakiti secara emosional sebagai bentuk penebusan dosa masa lalu. Padahal, Kang Pi O bisa saja membebaskan diri dengan membongkar skandal penculikan tersebut sebenarnya disebabkan oleh ibunya Kang Pi O, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah).

Menjelang ending Four Hands, Two Sonatas ini, konflik antara Choi Jeong Yo dan Kang Pi O semakin memuncak. Terlebih, setelah Kang Pi O menyembunyikan fakta bahwa dalang dari penculikan Choi Jeong Yo di masa lalu adalah ibunya, bukan dirinya. Choi Jeong Yo terlihat semakin berapi-api untuk balas dendam dengan memanfaatkan tekanan bathin yang dirasakan Kang Pi O. Menurutmu, apakah mereka akan berdamai di ending drakor ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article