Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Karya Sutradara Miracle in Cell No. 7, Kini Garap Film Indonesia
potret Lee Hwan Kyung (Instagram.com/falconpictures_)

Falcon Pictures kembali bekerja sama dengan Lee Hwan Kyung, sutradara film Miracle in Cell No. 7. Setelah remake film tersebut ke dalam versi Indonesia pada 2022, kali ini rumah produksi itu menggandeng langsung sang sutradara untuk menggarap film terbarunya berjudul Gasigogi.

Langkah ini pun cukup menarik perhatian, mengingat Lee Hwan Kyung bakal berkolaborasi dengan jajaran aktor Indonesia untuk menghidupkan kisah dalam Gasigogi yang mengikuti perjuangan Jiwa, seorang ayah yang berusaha menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah. Dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Pevita Pearce, kisah film Gasigogi ini diadaptasi dari novel Korea Selatan berjudul sama karya Cho Chang In.

Meski namanya dikenal luas berkat Miracle in Cell No. 7, perjalanan karier Lee Hwan Kyung di industri perfilman sebenarnya sudah dimulai sejak 2004, lho. Dari kisah romansa remaja hingga drama keluarga yang menguras emosi, berikut sederet film garapan Lee Hwan Kyung.

1. He Was Cool (2004)

He Was Cool (dok. IMDb)

He Was Cool tercatat sebagai karya debut Lee Hwan Kyung sebagai sutradara film panjang setelah sempat menjadi asisten sutradara. Film komedi romantis ini diadaptasi dari novel karya Guiyeoni.

Dibintangi oleh Song Seung Heon dan Jung Da Bin, He Was Cool mengikuti kisah Han Ye Won, siswi SMA yang tanpa sengaja mencium Ji Eun Seong, siswa populer yang dikenal pemberontak. Karena hal tersebut, Eun Seong meminta Ye Won bertanggung jawab dengan menjadi kekasihnya. Secara perlahan, hubungan keduanya pun berkembang menjadi kisah romansa remaja yang penuh konflik dan momen komedi.

2. Lump of Sugar (2006)

Lump of Sugar (dok. IMDb)

Dua tahun setelah debutnya, Lee Hwan Kyung kembali ke layar lebar dengan menyutradarai film Lump of Sugar. Film ini menceritakan tentang Si Eun (Im Soo Jung), putri seorang peternak yang bercita-cita menjadi joki profesional. Sejak kecil, ia memiliki ikatan istimewa dengan seekor kuda bernama Chundoong. Namun, keduanya harus berpisah karena Chundoong dijual kepada pemilik lain. Dua tahun kemudian, takdir mempertemukan kembali Si Eun dan Chundoong. Keduanya pun berusaha mewujudkan impian mereka di arena pacuan kuda.

Lump of Sugar tayang perdana di bioskop Korea Selatan pada 10 Agustus 2006. Selain Im Soo Jung, film ini juga dibintangi oleh Kim Yoo Jung dan Park Eun Soo.

3. Champ (2011)

Champ (dok. IMDb)

Setelah Lump of Sugar, Lee Hwan Kyung kembali mengangkat kisah seputar kuda lewat film Champ. Tayang perdana di bioskop Korea Selatan pada 7 September 2011, film drama olahraga ini mengikuti kisah Seungho (Cha Tae Hyun), seorang joki yang kehilangan istrinya dalam kecelakaan mobil dan mengalami gangguan penglihatan. Setelah kariernya hancur berantakan, Seungho kemudian memutuskan untuk pindah ke Pulau Jeju dan memulai kehidupan baru sebagai petugas patroli di sebuah desa.

Di sana, Seungho bertemu Woobak, kuda pacu yang mengalami cedera kaki dan tak lagi dipercaya untuk mengikuti perlombaan. Keduanya kemudian mulai membangun ikatan dan berusaha membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk kembali meraih kemenangan.

Mengangkat tema tentang perjuangan dan kesempatan kedua dalam hidup, cerita Seungho dan Woobak ini terinspirasi dari kisah nyata kuda pacu bernama Luna, lho.

4. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Miracle in Cell No.7 (dok. IMDb)

Selanjutnya, ada film Miracle in Cell No. 7 yang membawa nama Lee Hwan Kyung semakin dikenal luas di industri perfilman Korea Selatan. Dibintangi Ryu Seung Ryong dan Kal So Won, film drama-komedi ini menyuguhkan kisah mengharukan tentang Yonggu, seorang ayah dengan disabilitas intelektual yang dipenjara atas tuduhan yang tidak dilakukannya. Namun, di tengah kehidupan penjara, ia berusaha mempertahankan kedekatannya dengan sang putri, Yesung.

Film yang juga dibintangi oleh Park Shin Hye ini sukses besar dengan meraih sekitar 12,8 juta penonton di Korea Selatan. Bahkan, Miracle in Cell No. 7 sempat menjadi film Korea terlaris pada 2013 dan menempati posisi ketiga dalam daftar film Korea dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.

Kesuksesan film Miracle in Cell No. 7 juga membawa kisahnya ke Indonesia melalui adaptasi yang diproduksi oleh Falcon Pictures. Disutradarai Hanung Bramantyo, versi Indonesia ini dibintangi Vino G. Bastian sebagai Dodo Rozak dan Graciella Abigail sebagai Kartika.

5. Best Friend (2020)

Best Friend (dok. IMDb)

Selanjutnya, ada film drama komedi Best Friend yang dibintangi Jung Woo, Oh Dal Su, dan Kim Hee won. Berlatar Korea Selatan pada era 1980-an, ceritanya mengikuti kosan Daekwon, pemimpin tim penyadapan yang mendapat tugas mengawasi seorang politikus oposisi bernama Euisik beserta keluarganya. Setelah kembali dari Amerika Serikat, Euisik ditempatkan dalam tahanan rumah sehingga setiap gerak-gerik keluarganya menjadi sasaran pengawasan.

Nah, demi menjalankan misi tersebut, Daekwon dan timnya menyamar sebagai tetangga yang tinggal di rumah sebelah. Namun, semakin lama mengawasi kehidupan keluarga Euisik, mereka justru menemukan sisi lainnya. Situasi ini pun perlahan mengubah pandangan Daekwon terhadap orang yang seharusnya ia awasi.

Kini, setelah menggarap sejumlah film dengan cerita yang beragam, Lee Hwan Kyung pun siap melanjutkan kiprahnya lewat proyek terbaru di Indonesia lewat Gasigogi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article