5 Kesalahan Yi Yeol-Eun Jo Hadapi Sa Hyeong di To My Beloved Thief

Dalam permainan politik To My Beloved Thief, Yi Yeol (Moon Sang Min) dan Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) sering tampil sebagai dua sosok cerdas yang mampu membaca situasi istana. Namun, saat berhadapan dengan Im Sa Hyeong (Choi Won Young), keduanya melakukan serangkaian kesalahan fatal yang membuat situasi semakin tak terkendali.
Im Sa Hyeong bukan lawan biasa. Ia bukan hanya pejabat ambisius, melainkan dalang yang bergerak jauh di depan langkah musuhnya. Berikut lima kesalahan terbesar Yi Yeol dan Hong Eun Jo dalam menghadapi sosok paling manipulatif di istana itu.
1. Menganggapnya hanya pejabat korup biasa

Kesalahan pertama adalah meremehkan Im Sa Hyeong sebagai pejabat korup yang sekadar haus kekayaan dan jabatan. Yi Yeol dan Hong Eun Jo melihatnya sebagai oportunis, bukan arsitek kekacauan.
Padahal, Im Sa Hyeong bermain di level berbeda. Ia tidak sekadar memperkaya diri, tetapi membangun skenario panjang untuk mengendalikan arah politik kerajaan. Menganggapnya “biasa” membuat mereka lengah sejak awal.
2. Tidak mengantisipasi rencana jahatnya

Yi Yeol dan Hong Eun Jo sering bereaksi terhadap peristiwa, alih-alih mendahului. Mereka sibuk meredam krisis yang muncul tanpa menyadari bahwa krisis itu sudah dirancang.
Kurangnya antisipasi ini memberi Im Sa Hyeong ruang untuk menyusun langkah berikutnya tanpa hambatan berarti. Dalam politik istana, satu langkah terlambat bisa berarti kehilangan segalanya.
3. Tidak menduga ia setega itu pada keluarganya sendiri

Salah satu titik balik paling tragis adalah saat mereka menyadari bahwa Im Sa Hyeong rela mengorbankan darah dagingnya sendiri. Yi Yeol dan Hong Eun Jo masih berpikir bahwa keluarga adalah batas terakhir moral seseorang.
Mereka salah besar. Ketika seseorang mampu menjadikan anaknya sendiri sebagai pion, maka tidak ada lagi batas etika yang bisa diprediksi. Kegagalan membaca sisi paling gelap ini membuat mereka kehilangan waktu untuk bertindak.
4. Tidak memahami gambaran besar rencananya

Yi Yeol cenderung fokus pada stabilitas kerajaan, sementara Hong Eun Jo bergerak berdasarkan insting dan keberanian. Keduanya sering melihat potongan-potongan kejadian tanpa menyatukannya menjadi satu pola utuh.
Im Sa Hyeong justru memanfaatkan celah ini. Ia membangun konflik kecil yang tampak terpisah, padahal semuanya terhubung dalam satu tujuan besar. Tanpa memahami gambaran besarnya, Yi Yeol dan Hong Eun Jo selalu tertinggal satu babak.
5. Membiarkannya menjalankan rencana tanpa antisipasi serius

Kesalahan terbesar adalah memberi waktu. Dengan menganggap ancamannya belum mendesak, mereka membiarkan Im Sa Hyeong menata bidak satu per satu.
Dalam To My Beloved Thief, waktu adalah senjata paling berbahaya. Setiap hari yang berlalu tanpa tindakan tegas memperkuat posisi Im Sa Hyeong dan mempersempit ruang gerak mereka sendiri.
Lewat konflik ini, To My Beloved Thief memperlihatkan bahwa kecerdasan dan keberanian saja tidak cukup untuk mengalahkan musuh yang dingin dan strategis. Yi Yeol dan Hong Eun Jo belajar dengan cara paling menyakitkan, bahwa meremehkan satu orang bisa membuka jalan bagi runtuhnya seluruh kerajaan.


















