Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Konflik Moral yang Dialami Karakter Utama di Drakor Bloody Flower

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Bloody Flower adalah drama Korea bergenre thriller hukum yang tayang di Disney+ pada tahun 2026. Drama ini menceritakan tentang kasus seorang pembunuh berantai yang memiliki kemampuan medis yang tidak biasa. Ceritanya berfokus pada pertarungan antara hukum, etika, dan nilai kemanusiaan dalam situasi yang penuh tekanan.

Konflik moral utama dialami oleh Lee Woo Gyeom (Ryeo Un), yang mengaku bahwa darahnya dapat menyembuhkan penyakit mematikan. Di satu sisi, ia telah menghilangkan banyak nyawa dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di sisi lain, kemampuannya berpotensi menyelamatkan banyak orang sehingga menimbulkan perdebatan tentang keadilan dan kemanusiaan. Berikut konflik moral yang dialami para karakter di drakor Bloody Flower.

1. Konflik moral Lee Woo Gyeom, antara mengakui kejahatan dan membuktikan manfaat medis

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom (Ryeou Un) berada di posisi sebagai terdakwa pembunuhan berantai yang telah menghilangkan banyak nyawa. Secara hukum, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. Ia tidak bisa menyangkal bahwa tindakannya melanggar hukum dan merugikan banyak orang.

Namun, ia juga meyakini bahwa darahnya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit serius. Ia ingin membuktikan bahwa kemampuannya dapat menyelamatkan banyak pasien di masa depan. Konflik muncul karena ia harus menghadapi hukuman berat sambil berusaha menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki nilai bagi masyarakat.

2. Konflik moral Pengacara Park Han Joon, antara tugas profesional dan kepentingan pribadi

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Pengacara Park Han Joon (Sung Dong Il) memiliki tanggung jawab untuk membela kliennya secara objektif di pengadilan. Ia harus bekerja berdasarkan hukum dan bukti yang ada. Sebagai pengacara, ia dituntut menjaga integritas profesinya.

Namun, ia juga memiliki alasan pribadi untuk berharap kemampuan Woo Gyeom itu nyata. Jika benar, ada kemungkinan orang yang ia sayangi bisa mendapatkan harapan kesembuhan. Konflik ini membuatnya sulit memisahkan antara kewajiban profesional dan perasaan pribadi.

3. Konflik moral Park Han Joon, antara membela klien dan menghormati hak korban

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Dalam proses persidangan, Park Han Joon (Sung Dong Il) harus berusaha meringankan hukuman kliennya. Ia menyusun strategi hukum untuk menunjukkan bahwa ada faktor yang perlu dipertimbangkan. Tugasnya adalah memastikan klien mendapat pembelaan yang adil.

Di sisi lain, ia juga sadar bahwa ada keluarga korban yang menuntut keadilan. Membela Woo Gyeom bisa dianggap mengabaikan penderitaan mereka. Hal ini menimbulkan tekanan moral karena ia berada di antara dua kepentingan yang sama-sama penting.

4. Konflik moral Jaksa Cha Yi Yeon, antara menuntut hukuman tegas dan mengakui potensi medis

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Sebagai jaksa, Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) berkomitmen untuk menuntut hukuman setimpal bagi pelaku pembunuhan. Ia melihat kasus ini sebagai kejahatan serius yang harus dihukum tanpa pengecualian. Baginya, penegakan hukum adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat.

Namun, ia juga dihadapkan pada kemungkinan bahwa kemampuan Woo Gyeom bisa menyelamatkan banyak pasien. Jika tuntutannya berujung pada hukuman mati, potensi tersebut akan hilang. Konflik ini membuatnya mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari keputusan hukumnya.

5. Konflik moral Cha Yi Yeon, antara keadilan korban dan tekanan opini publik

Still Cut Bloody Flower
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) harus memperjuangkan keadilan bagi para korban yang telah meninggal. Ia membawa suara keluarga korban ke ruang sidang. Tanggung jawab ini membuatnya fokus pada aspek kejahatan yang telah terjadi.

Namun, masyarakat mulai terpecah dalam menilai kasus ini. Ada yang melihat Woo Gyeom sebagai penjahat, tetapi ada juga yang melihatnya sebagai harapan medis. Perbedaan pandangan ini menambah beban moral karena setiap keputusan yang diambil akan memengaruhi banyak pihak.

Konflik moral dalam Bloody Flower menunjukkan bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan jawaban yang sederhana. Setiap karakter harus memilih di antara hukum, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan yang sama-sama penting. Inilah yang membuat cerita terasa kuat dan menarik karena penonton diajak mempertimbangkan sendiri mana keputusan yang paling tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Momen Canggung Tae Hyeong-Hyun Jin di Our Universe, Bikin Salting!

14 Feb 2026, 21:57 WIBKorea