Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Momen Bromance Terbaik Drakor, Bikin Iri di Four Hands, Two Sonatas!
Still Cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)

Tren KDrama belakangan ini makin seru sejak dinamika hubungan antar karakter pria alias bromance bergeser dari sekadar sahabat jadi rivalitas sengit yang penuh dengan ketegangan. Salah satu yang wajib banget masuk watchlist-mu adalah drama terbaru Song Kang dan Lee Jun Young yang berjudul Four Hands, Two Sonatas, di mana chemistry benci tapi saling memerlukan satu sama lain sukses bikin penonton betah mantengin layar kaca. Berikut deretan chemistry bromance dari drama terbaik yang dijamin bikin kamu langsung pengen maraton!

1. Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) (2016)

cuplikan drama Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) (youtube.com/tvNDENT)

Jadi salah satu yang tidak boleh terlewatkan, hubungan frenemies paling legendaris yang di perankan oleh Gong Yoo dan Lee Dong Wook. Terpaksa tinggal satu atap membuat sang Goblin dan Malaikat Maut ini selalu bertengkar untuk hal sepele. Namun, saat situasi mendesak, kombinasi kekuata magis dan kekompakan mereka saat melindungi orang tercinta selalu sukses tampil badass dan ikonik. Chemistry unik keduanya di Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) bisa kamu saksikan di Netflix.

2. Weak Hero Class 1 (2022)

cuplikan drama Weak Hero Class 1 (youtube.com/netflixph)

Dramatis, dan emosional adalah kata yang tepat ditunjukan untuk hubungan Park Ji Hoon dan Choi Hyun Wook. Di tengah kerasnya lingkungan sekolah, keduanya saling mengisi kekurangan satu sama lain, saat yang satu mengandalkan otaknya, yang lain akan menjadi tameng fisik dari para pembully. Solidaritas erat mereka untuk bertahan hidup dari lingkaran perundungan bakal menguras emosi dan empati kamu di setiap episodenya. Berbagai momen badass sekaligus mengharukan mereka di Weak Hero Class 1 bisa kamu tonton di Netflix.

3. Bloodhounds (2023)

cuplikan drama Bloodhounds (youtube.com/netflixkcontent)

Buat kamu yang lebih suka tipe persahabatan murni tanpa adanya pengkhianatan, duet petinju Woo Do Hwan dan Lee Sang Yi di Bloodhounds adalah jawabannya. Sepasang sahabat rasa saudara yang rela mempertaruhkan nyawanya ini selalu siap saling bantu dalam melawan mafia bawah tanah. Kombinasi komedi yang natural saat santai dan kekompakan yang mematikan saat baku hantam membuat loyalitas mereka terasa sangat nyata dan seru. Drama ini bisa kamu saksikan di Netflix.

4. The Trauma Code: Heroes on Call (2025)

cuplikan drama The Trauma Code: Heroes on Call (youtube.com/netflixkcontent)

Kisah bromance ternyata juga bisa terbentuk di koridor rumah sakit yang hectic. Dinamika mentor nyentrik Ju Ji Hoon dan dokter residen kaku Cho Young Woo selalu dipenuhi dengan adu mulut cerdas dan ujian mental di ruang operasi. Namun di balik sikap saling jengkel, rasa hormat yang tumbuh di antara kedua dokter cerdas ini memberikan warna tersendiri di tengah situasi medis yang kritis. Berbagai momen seru mereka di The Trauma Code: Heroes on Call bisa kamu saksikan di Netflix.

5. Four Hands, Two Sonatas (2026)

Still Cut drama Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)

Sebuah persaingan elit antara Song Kang (pianis perfeksionis) dan Lee Jun Young (jenius musik berjiwa bebas) yang harus beradu bakat di atas tuts piano. Hubungan yang diawali dengan ego dan trauma masa lalu perlahan berubah jadi harmoni music yang saling menyembuhkan saat keduanya mulai memainkan piano duet. Chemistry visual dan emosional yang intens di antara mereka berdua adalah alasan utama mengapa drama ini begitu magnetis bagi para penonton muda. Four Hands, Two Sonatas sendiri sudah bisa kamu saksikan di Netflix.

Pada akhirnya, daya tarik utama dari sebuah drama yang memiliki chemistry bromance yang menarik itu bukan sekadar tentang dua aktor tampan yang berasa dalam satu frame. Kekuatan aslinya justru ada pada bagaimana perbedaan kepribadian, konflik ego, dan gengsi pria yang perlahan luluh jadi sebuah bentuk loyalitas serta kepedulian yang tulus. Dinamika emosional yang naik turun inilah yang membuat penonton terasa lebih terikat dengan ceritanya, sekaligus memberikan warna segar yang jauh lebih menghibur dan membekas daripada kisah romansa biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article