Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Motif Baek Ki Tae Menjalankan Bisnis Narkoba di Made in Korea

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)
Intinya sih...
  • Faktor ekonomi dan trauma kemiskinan masa lalu. Kemiskinan sebagai ancaman eksistensial. Bisnis narkoba sebagai jalan cepat keluar dari kemiskinan
  • Karier yang stagnan di bawah Hwang Guk Pyeong. Stagnasi karier membuka mata terhadap realitas kekuasaan
  • Obsesi memiliki kekuasaan seperti Cheon Seok Jung. Pelajaran bahwa uang adalah fondasi kekuasaan, sementara bisnis narkoba sebagai mesin penghasil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drakor Made in Korea, keputusan Baek Ki Tae (Hyun Bin) menjalankan bisnis narkoba tidak pernah digambarkan sebagai tindakan impulsif semata. Pilihan tersebut lahir dari akumulasi luka masa lalu, kekecewaan terhadap sistem, serta ambisi besar yang perlahan menggerus batas moralnya.

Bisnis narkoba menjadi titik balik yang menandai perubahan Baek Ki Tae dari aparat negara menjadi simbol penyalahgunaan kekuasaan paling ekstrem. Berikut lima motif utama yang mendorong Baek Ki Tae terjun dan bertahan dalam bisnis narkoba di Made in Korea.

1. Faktor ekonomi dan trauma kemiskinan masa lalu

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Motif paling awal dan paling manusiawi dari Baek Ki Tae adalah faktor ekonomi. Ia tumbuh dalam kemiskinan ekstrem dan harus berjuang bersama dua orang adiknya untuk sekadar bertahan hidup. Pengalaman hidup di titik terendah ini meninggalkan trauma mendalam yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia.

Bagi Baek Ki Tae, kemiskinan bukan sekadar kondisi ekonomi, melainkan ancaman eksistensial. Ia percaya bahwa tanpa uang dan kekuasaan, manusia akan terus diinjak. Bisnis narkoba kemudian dipandang sebagai jalan tercepat untuk memutus rantai kemiskinan keluarganya, bahkan jika harus mengorbankan nilai moral.

2. Karier yang stagnan di bawah Hwang Guk Pyeong

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Bekerja di bawah Hwang Guk Pyeong (Park Yong Woo) di KCIA menjadi pengalaman pahit yang membuka mata Baek Ki Tae terhadap realitas kekuasaan. Meski memiliki kecakapan dan loyalitas, kariernya tidak pernah benar-benar bergerak. Promosi dan pengaruh justru diberikan pada mereka yang punya koneksi politik, bukan kemampuan.

Stagnasi ini melahirkan rasa frustrasi dan dendam terselubung. Baek Ki Tae menyadari bahwa jalur resmi tidak akan membawanya ke posisi yang ia inginkan. Dari sinilah muncul keputusan untuk membangun kekuatan alternatif lewat bisnis ilegal, agar ia tidak lagi bergantung pada restu atasan.

3. Obsesi memiliki kekuasaan seperti Cheon Seok Jung

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Cheon Seok Jung (Jung Sung Il) adalah cermin masa depan yang diidamkan Baek Ki Tae. Sebagai kepala keamanan presiden sekaligus pengusaha sukses, Cheon Seok Jung menunjukkan bahwa kekuasaan sejati tidak datang dari jabatan formal semata, melainkan dari kendali ekonomi dan jaringan.

Melihat sosok ini, Baek Ki Tae belajar bahwa uang adalah fondasi kekuasaan. Bisnis narkoba kemudian berfungsi sebagai mesin penghasil modal besar yang memungkinkan dirinya membeli loyalitas, perlindungan, dan pengaruh. Ambisi ini menandai pergeseran motif Baek Ki Tae dari sekadar bertahan hidup menjadi hasrat menguasai sistem.

4. Peluang bisnis narkoba yang sangat besar di era 1970-an

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Konteks zaman memainkan peran krusial. Pada era 1970-an, pengawasan terhadap narkoba masih longgar, terutama dalam perdagangan lintas negara. Permintaan pasar internasional tinggi, sementara kekacauan politik dan lemahnya sistem hukum membuka celah besar bagi kejahatan terorganisir.

Sebagai agen intelijen, Baek Ki Tae memahami celah ini lebih baik dari siapa pun. Ia tahu bagaimana memanfaatkan minimnya kontrol negara dan memanipulasi jalur logistik internasional. Dalam pandangannya, bisnis narkoba bukan perjudian berisiko, melainkan peluang emas yang hampir mustahil ditolak.

5. Pembenaran ideologis, narkoba sebagai 'kontribusi' bagi negara

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Motif paling berbahaya Baek Ki Tae adalah pembenaran ideologis yang ia bangun sendiri. Ia meyakini bahwa narkoba yang diproduksi tidak merusak rakyat Korea karena dijual ke Jepang. Bahkan, ia merasa ikut berkontribusi dalam membangun Korea era baru melalui devisa ekspor ilegal yang dihasilkan.

Logika ini menunjukkan bagaimana Baek Ki Tae memelintir nasionalisme menjadi alat pembenaran kejahatan. Ia tidak lagi melihat dirinya sebagai pengkhianat, melainkan sebagai pelaku ekonomi bayangan yang membantu negara tumbuh dengan cara yang “tidak bisa dilakukan pemerintah secara resmi”.

Kelima motif ini membentuk gambaran utuh tentang Baek Ki Tae sebagai karakter tragis sekaligus berbahaya. Ia bukan penjahat yang lahir dari keserakahan semata, melainkan produk dari kemiskinan, sistem karier yang timpang, obsesi kekuasaan, peluang zaman, dan nasionalisme palsu. Melalui Baek Ki Tae, Made in Korea memperlihatkan bagaimana kejahatan terbesar sering lahir dari alasan-alasan yang pada awalnya terasa masuk akal, hingga akhirnya menghancurkan segalanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

Penjelasan Ending Taxi Driver 3, Kim Do Ki Selamat?

10 Jan 2026, 23:48 WIBKorea