Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perubahan Da Reum di Episode Terbaru My Bias, My Boss
still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Nam Da Reum (Kim Hye Jun) bergabung dengan Appello karena ingin berada lebih dekat dengan Lee Chan (Cha Woo Min), idol yang telah ia dukung selama bertahun-tahun di drakor My Bias, My Boss. Kesempatan bekerja di perusahaan tersebut awalnya terasa seperti jalan paling masuk akal untuk mempertemukan kehidupan profesionalnya dengan dunia fangirl. Namun, rutinitas kantor membuat motivasi yang tampak sederhana itu berkembang ke arah yang tidak pernah ia rencanakan.

Kehadiran Kang Ha Gi (Kang Hoon) membawa Nam Da Reum pada berbagai situasi yang memaksanya melihat pekerjaan, hubungan, dan dirinya sendiri secara lebih jujur. Fokusnya tidak lagi hanya tertuju pada kesempatan bertemu Lee Chan karena ada tanggung jawab serta perasaan baru yang pelan-pelan mengambil tempat. Berikut lima perubahan Nam Da Reum setelah tak lagi berfokus pada Lee Chan dalam My Bias, My Boss, mulai dari tujuan bekerja hingga keberaniannya menentukan pilihan.

1. Tujuan bekerjanya tidak lagi sebatas mendekati Lee Chan

still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Pada awalnya, keputusan Nam Da Reum menolak tawaran dari perusahaan besar demi bergabung dengan Appello sangat dipengaruhi oleh keberadaan Lee Chan. Ia rela memilih jalan yang kurang aman karena berharap dapat berada dalam lingkungan kerja yang sama dengan idolanya. Batas antara ambisi profesional dan keinginan pribadi pun masih terasa samar ketika ia memulai hari-harinya sebagai pegawai baru.

Seiring waktu, Nam Da Reum mulai memperlihatkan keseriusan yang tidak bergantung pada perhatian Lee Chan. Ia berusaha menyelesaikan tugas, memahami ritme perusahaan, dan membuktikan bahwa dirinya pantas berada di sana karena kemampuan sendiri. Appello akhirnya bukan cuma tempat yang membawanya lebih dekat kepada sang idola, tetapi juga ruang bagi Nam Da Reum untuk membangun identitas profesional.

2. Ia mulai melihat Lee Chan sebagai manusia biasa

still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Selama menjadi penggemar, Nam Da Reum mengenal Lee Chan melalui citra yang tampil di depan publik. Kekaguman selama bertahun-tahun membuat sosok tersebut menempati posisi khusus yang sulit disentuh oleh penilaian objektif. Lee Chan baginya adalah pusat dari berbagai keputusan, bahkan sebelum mereka benar-benar berinteraksi sebagai dua orang yang setara.

Kedekatan di Appello perlahan mengubah sudut pandang itu karena Nam Da Reum dapat melihat sisi Lee Chan yang tidak muncul di hadapan penggemar. Di balik citranya yang nyaris sempurna, Lee Chan juga menyimpan kesepian, keraguan, dan persoalan yang tidak selalu mampu ia sampaikan. Kekaguman Nam Da Reum belum sepenuhnya hilang, tetapi ia kini memahami bahwa idolanya memiliki kekurangan dan beban pribadi.

3. Penilaiannya terhadap Kang Ha Gi berubah total

still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Pertemuan awal Nam Da Reum dengan Kang Ha Gi jauh dari gambaran romansa kantor yang menyenangkan. Sikap Kang Ha Gi yang tegas dan terlalu fokus pada pekerjaan membuat keduanya kerap terlibat benturan kecil. Nam Da Reum bahkan lebih mudah melihatnya sebagai penghalang daripada seseorang yang layak mendapat perhatian khusus.

Pandangan tersebut mulai bergeser ketika ia menyaksikan konsistensi Kang Ha Gi dalam menghadapi masalah. Sosok yang awalnya terasa menyebalkan justru hadir saat Nam Da Reum membutuhkan dukungan, termasuk ketika tekanan di sekelilingnya semakin sulit dikendalikan. Tanpa banyak disadari, ruang yang sebelumnya hanya diisi oleh Lee Chan mulai terbagi karena Kang Ha Gi menawarkan kedekatan yang lebih nyata.

4. Ia lebih memikirkan dampak keputusannya terhadap Appello

still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Motivasi sebagai fangirl sempat membuat Nam Da Reum mengambil keputusan berdasarkan keinginan untuk berada di sekitar Lee Chan. Cara tersebut tidak selalu memperhitungkan risiko yang mungkin muncul ketika identitasnya sebagai penggemar diketahui publik. Situasi menjadi semakin rumit saat kedekatannya dengan Lee Chan memicu kabar yang menyeret nama Appello.

Alih-alih hanya memikirkan reputasi pribadi, Nam Da Reum kemudian mempertimbangkan dampak masalah tersebut terhadap perusahaan dan orang-orang di dalamnya. Keinginannya mundur menunjukkan bahwa ia mulai menempatkan kepentingan bersama di atas kesempatan untuk tetap dekat dengan Lee Chan. Meski keputusan itu belum tentu menjadi solusi terbaik, perubahan prioritasnya terlihat jelas melalui kesediaan menanggung konsekuensi.

5. Nam Da Reum mulai berani menghadapi perasaannya sendiri

still cut drama Korea My Bias, My Boss (instagram.com/tvn_drama)

Ketika hidupnya masih berpusat pada Lee Chan, Nam Da Reum memiliki jawaban yang terasa pasti tentang orang yang paling berarti baginya. Status sebagai penggemar membuat rasa kagum terlihat sederhana karena ia tidak perlu mempertanyakan bentuk hubungan yang sebenarnya diinginkan. Kehadiran Kang Ha Gi lalu mengacaukan kepastian tersebut dengan cara yang tidak bisa terus ia abaikan.

Kini, Nam Da Reum harus membedakan antara kasih seorang penggemar dan perasaan yang tumbuh melalui kebersamaan sehari-hari. Kang Ha Gi mengenalnya dalam kondisi berantakan, tertekan, sekaligus jauh dari citra ideal yang biasa ditampilkan seseorang di depan idolanya. Perubahan ini membuat Nam Da Reum tidak lagi sekadar mengejar sosok yang telah lama dikagumi, tetapi mulai mencari keberanian untuk memilih orang yang benar-benar memahami dirinya.

Perjalanan Nam Da Reum dalam My Bias, My Boss menjadi semakin emosional ketika kekagumannya kepada Lee Chan tidak benar-benar lenyap, tetapi perlahan berubah bentuk dan memberi ruang bagi hubungan baru yang tumbuh melalui pertengkaran, dukungan, serta momen rapuh bersama Kang Ha Gi. Di tengah skandal yang mengacaukan Appello dan perasaan yang makin sulit disembunyikan, Nam Da Reum kini berdiri pada titik penting ketika pilihannya tidak lagi ditentukan oleh siapa yang selama ini menjadi idolanya, melainkan oleh siapa yang membuatnya berani tampil sebagai dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article