5 Pesan Moral dari Drakor Death's Game, Ajarkan Menghargai Kehidupan

Death's Game telah merampungkan episodenya pada 5 Januari 2024. Drakor yang terbagi dua part ini mengisahkan tentang Choi Yee Jae (Seo In Guk) yang harus terlibat permainan Maut (Park So Dam) karena mengakhiri hidup dengan mendahului takdir Tuhan. Choi Yee Jae pun harus masuk ke tubuh orang-orang yang memang ditakdirkan sudah meninggal sebanyak 12 kali.
Meski drakor orisinal TVING ini hanyalah fiksi, ada pesan moral yang bisa disampaikan kepada penonton tentang cara memaknai kehidupan. Ingin tahu pesan apa yang tersampaikan? Langsung simak di bawah ini, yuk!
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler!
1. Seneraka apa pun keadaan, tetaplah hidup sampai masa kontrak habis

Kehidupan adalah nikmat yang diberikan kepada Tuhan untuk manusia. Sudah sewajarnya, manusia harus siap menjalankan amanahNya. Choi Yee Jae terpaksa mengakhiri hidup dengan cara lompat dari gedung karena putus asa.
Begitu ia hidup di alam lain bertemu sang Maut langsung dicemplungkan ke dalam Neraka. Akibat kejadian tersebut, Choi Yee Jae menyadari bahwa beratnya kehidupan di dunia tak ada artinya.
2. Mau setinggi apa pun kesombongan manusia, jika Tuhan berkehendak maka tak akan bisa berkutik

Park Tae U (Kim Ji Hoon) merasa dirinya Dewa setelah tanpa sengaja menabrak seseorang. Ia merasakan sensasi luar biasa saat mendengar suara minta tolong dari orang tersebut. Ia pun membunuh orang-orang yang menghalangi jalannya, termasuk saudara kandungnya.
Sampai suatu ketika, saat dirinya ingin mencelakai Choi Yee Jae yang berada dalam tubuh An Ji Hyeong (Oh Jung See), tiba-tiba saja truk menabrak dirinya. Akibat kecelakaan tersebut, dua kaki dan satu tangan harus diamputasi. Karakter Park Tae U mengajak penonton supaya lebih mawas diri agar tak terlalu sombong.
3. Setiap orang mempunyai masalah masing-masing dan gak bisa dibanding-bandingkan

Selama masih hidup di dunia, manusia tak luput dari berbagai masalah. Hal ini supaya kehidupan bisa seimbang. Choi Yee Jae yang sulit mendapatkan pekerjaan layak langsung putus asa. Pikirannya sudah negatif dengan membuat asumsi bahwa dirinya telah mengecewakan sang ibu dan kekasihnya, Lee Ji Su (Ko Yoon Jung).
Begitu masuk ke permainan Maut, ia langsung tersadar setelah masuk ke tubuh dengan profesi yang berbeda. Ia tak menyangka dengan usaha 12 tubuh tersebut demi bertahan hidup. Bahkan Park Jin Tae (Choi Si Won) yang terlahir sebagai sendok emas pun harus menghadapi kejahatan abangnya sendiri.
4. Ketakutan membuat kehidupan semakin berat

Ketakutan adalah hal wajar bagi setiap orang. Namun, apabila rasa tersebut dipupuk maka membuat seseorang jadi sulit untuk berpikiran jernih. Bisa dilihat bagaimana Choi Yee Jae mengambil jalan dengan terjun dari atap gedung.
Tindakan tersebut dilakukan olehnya karena ada rasa takut gak bisa membahagiakan orang-orang yang disayanginya. Begitu ke rumah abu, ia menyaksikan ibunya dan Lee Ji Su menangis tiada henti. Ia baru menyadari jika kematiannya membuat mereka terluka.
5. Penyesalan selalu datang terlambat

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Jika seseorang masih hidup, tentunya akan ada cara bagaimana memperbaikinya. Namun, bagaimana jika mengakhiri hidup dengan mendahului takdir? Penyesalan tersebut sudah pasti tak akan berguna.
Penonton bisa melihat bagaimana Choi Yee Jae menyesal setelah apa yang dilakukan selama di dunia. Berhubung ini fiksi, ia bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kehidupannya. Faktanya, orang yang telah meninggal tak akan bisa hidup kembali.
Berjumlah 8 episode, drakor Death's Game membuka mata penonton untuk memaknai apa arti kehidupan. Bersyukur menjadi salah satu cara agar bisa tetap berdiri meski ditempa masalah seberat apa pun. Bagi yang sudah menonton drakor ini, apa kesan dan pesan kalian?