5 Sikap Munafik Para Dokter Senior di Doctor X: Mafia in White

- Episode 3 menyoroti dokter senior Rumah Sakit Universitas Guseo yang berdebat soal risiko operasi clipping bagi pekerja kebersihan, sementara Gye Su Jeong mengambil tindakan darurat.
- Para dokter senior dinilai cenderung menyerah saat peluang keselamatan pasien kecil, seperti kasus Seo Jin Yeong, meski masih ada upaya medis yang dapat dipertimbangkan.
- Setelah operasi berhasil, mereka mengkritik kewenangan dan sikap Su Jeong tanpa menawarkan solusi cepat, serta lebih mempertahankan kepentingan sendiri daripada mengevaluasi tanggung jawab terhadap pasien.
Para dokter senior di drakor Doctor X: Mafia in White (2026) menuai sorotan lewat sikap mereka saat menghadapi kasus medis di Rumah Sakit Universitas Guseo. Dalam episode 3, mereka mempermasalahkan tindakan Gye Su Jeong (Kim Ji Won), dokter lepas yang berani melakukan operasi clipping pada seorang pekerja kebersihan yang mengalami perdarahan otak. Padahal, mereka sendiri sempat kesulitan menentukan tindakan yang harus diambil.
Sikap tersebut memperlihatkan kontradiksi antara tuntutan mereka terhadap orang lain dan tanggung jawab yang seharusnya dijalankan sebagai dokter. Mulai dari cenderung pasrah saat peluang kesembuhan pasien dianggap kecil hingga menolak kritik yang menyangkut kepentingan mereka sendiri, berikut lima sikap munafik para dokter senior di Doctor X: Mafia in White!
1. Memperdebatkan risiko operasi, tetapi gak segera mencari solusi

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Saat seorang pekerja kebersihan mengalami perdarahan otak akibat pecahnya aneurisma, dokter spesialis yang mampu melakukan operasi clipping sedang gak tersedia. Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo) sebenarnya memiliki pengalaman melakukan prosedur tersebut, tetapi ia ragu karena sudah lama gak melakukan operasi.
Alih-alih segera menentukan langkah, para dokter justru terlibat perdebatan mengenai penanganan pasien. Su Jeong akhirnya mengambil inisiatif untuk melakukan operasi. Sikap ini menyoroti bagaimana perdebatan mengenai risiko dan kewenangan bisa menghambat pengambilan keputusan, padahal pasien membutuhkan pertolongan segera.
2. Cenderung pasrah saat peluang kesembuhan pasien dianggap kecil

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Sikap pasrah para dokter juga terlihat dalam kasus Seo Jin Yeong, dokter IGD yang meninggal akibat perdarahan otak setahun sebelumnya. Mereka menilai peluang Seo untuk selamat sangat kecil, bahkan jika operasi clipping dilakukan. Sementara itu, prosedur coiling yang dicoba atas desakan Kim Seong Jin juga gagal, hingga Seo akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain dan meninggal dunia.
Pola pikir ini kembali disorot ketika pekerja kebersihan mengalami kondisi serupa. Meski operasi gak menjamin pasien akan selamat, Su Jeong tetap mengambil tindakan yang diperlukan. Kontras ini memperlihatkan bahwa peluang keberhasilan yang kecil seharusnya gak langsung menjadi alasan untuk menyerah tanpa mempertimbangkan upaya penyelamatan yang masih memungkinkan.
3. Mengkritik keputusan Su Jeong, tetapi gak menawarkan solusi yang lebih baik

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Ketika mengetahui Su Jeong melakukan operasi clipping, para dokter senior justru mempermasalahkan kewenangannya. Mereka menyoroti kemungkinan kegagalan operasi dan bahkan mengancam akan mempertaruhkan jas putih mereka jika tindakan Su Jeong berakhir buruk.
Padahal, sebelum Su Jeong bertindak, mereka sendiri belum menemukan solusi yang bisa segera menyelamatkan pasien. Sikap ini memperlihatkan bagaimana mereka begitu cepat meragukan keputusan Su Jeong, tetapi gak menunjukkan alternatif penanganan yang bisa segera dilakukan. Kritik terhadap tindakan medis memang penting, tetapi seharusnya gak mengesampingkan kebutuhan pasien dalam keadaan darurat.
4. Menuntut pengertian, tetapi gak berempati kepada pasien

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Setelah operasi berhasil, dua dokter senior yang memiliki keahlian melakukan clipping datang dan memprotes keputusan Bu Seung Gwon yang membiarkan Su Jeong menangani operasi tanpa menunggu mereka. Ketika Su Jeong mengkritik ketidakhadiran mereka saat pasien membutuhkan pertolongan, para dokter senior berdalih bahwa mereka juga manusia yang punya kesibukan dan urusan pribadi.
Namun, Su Jeong membalikkan argumen tersebut dengan mempertanyakan apakah pasien bukan manusia yang juga membutuhkan pertolongan. Sikap mereka memperlihatkan standar ganda: mereka ingin kesibukan dan kepentingannya dimaklumi, tetapi gak menunjukkan empati yang sama kepada pasien yang nyawanya sedang terancam.
5. Sulit mengakui kekurangan dan menerima kritik orang lain

still cuts drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White) Sikap para dokter senior terhadap Su Jeong juga memperlihatkan kecenderungan untuk mempertahankan pendapat sendiri ketika keputusan mereka dipertanyakan. Alih-alih berfokus pada alasan Su Jeong mengambil tindakan darurat, mereka justru mempermasalahkan caranya mengkritik dan menganggap sikapnya arogan serta gak menghormati senior.
Padahal, kritik Su Jeong berangkat dari persoalan nyata: pasien membutuhkan penanganan segera, sementara dokter yang diharapkan melakukan operasi gak tersedia saat dibutuhkan. Respons para dokter senior memperlihatkan bahwa mereka lebih mudah mempersoalkan sikap orang lain daripada mengevaluasi keputusan dan tanggung jawab mereka sendiri.
Pada akhirnya, episode 3 Doctor X: Mafia in White menyindir sikap para dokter yang lebih sibuk mempertahankan pendapat dan kepentingan sendiri daripada mengevaluasi tanggung jawabnya. Melalui tindakan Su Jeong, drama ini menegaskan bahwa jabatan dan pengalaman gak cukup untuk membuktikan profesionalisme. Seorang dokter juga perlu berani mengambil keputusan, menerima kritik, dan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.





















