7 Alasan Lee Woo Gyeom Melakukan Pembunuhan di Bloody Flower

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) menjadi karakter paling kontroversial di drama Bloody Flower karena tindakannya sebagai pembunuh berantai sekaligus sosok dengan kemampuan medis yang tidak biasa. Ia tidak melakukan pembunuhan secara acak, melainkan dengan alasan yang ia anggap logis dan perlu. Hal ini membuat penonton terus mempertanyakan apakah tindakannya murni kejahatan atau bagian dari tujuan yang lebih besar.
Sepanjang cerita, motif Lee Woo Gyeom perlahan terungkap melalui kasus dan konflik yang ia hadapi. Setiap aksinya berkaitan dengan keyakinannya tentang penyembuhan, keadilan, dan nilai hidup manusia. Dari sinilah muncul berbagai alasan kuat yang menjelaskan mengapa ia memilih jalan ekstrem tersebut. Berikut alasan di balik tindakannya!
1. Lee Woo Gyeom percaya metode medis biasa tidak cukup menyelamatkan pasien tertentu, sehingga ia memilih cara ekstrem yang menurutnya lebih efektif

2. Ia menganggap beberapa korban terkait kasus penyakit atau eksperimen, jadi pembunuhan dilihatnya sebagai bagian dari proses penyembuhan versi dirinya

3. Motifnya dipicu keyakinan bahwa satu nyawa bisa dikorbankan demi menyelamatkan banyak orang yang peluang hidupnya lebih besar

4. Trauma masa lalu membentuk cara pandangnya tentang hidup dan mati, membuat batas moralnya berbeda dari standar hukum umum

5. Ia merasa sistem hukum dan medis gagal bertindak cepat, sehingga mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu prosedur resmi

6. Lee Woo Gyeom melihat tindakannya sebagai misi, bukan kejahatan, karena fokusnya pada hasil akhir, bukan proses berdarah yang terjadi

7. Konflik batin dan tekanan situasi membuatnya menormalisasi pembunuhan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang ia anggap benar

Dari berbagai alasan tersebut, terlihat bahwa pembunuhan yang dilakukan Lee Woo Gyeom bukan digambarkan sebagai tindakan tanpa tujuan, melainkan berangkat dari keyakinan dan pengalaman pribadinya. Namun, apa pun motifnya, cara yang ia pilih tetap memicu perdebatan moral dan hukum di sepanjang cerita Bloody Flower. Inilah yang membuat karakternya terasa kompleks sekaligus menjadi pusat konflik utama drama ini.


















