Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Blunder Kusanagi Ketua Tim Babylon di A Shop For Killers 2
Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)
  • Jin Kusanagi memimpin Babylon Asia Timur setelah kegagalan memburu Jeong Jin Man, tetapi strateginya memicu masalah internal dan mempersulit operasi organisasi.
  • Ia tetap melibatkan Bale yang sulit diatur serta menunjuk J sebagai pemimpin operasi, meski Q dinilai lebih berpengalaman memimpin tim lapangan.
  • Setelah Bale membunuh J, Kusanagi menuduh Jeong Jin Man dan meledakkan bus berisi saksi, sehingga konflik serta korban di pihak Babylon bertambah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
setelah kegagalan organisasi memburu Jeong Jin Man

Jin Kusanagi ditunjuk sebagai ketua tim Babylon Asia Timur untuk menangani masalah yang muncul.

Setelah J tewas

Kusanagi menyembunyikan pelaku sebenarnya dan menuduh Jeong Jin Man sebagai penyebab kematian J.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jin Kusanagi melakukan sejumlah keputusan yang merugikan operasi Babylon Asia Timur dalam perburuan Jeong Jin Man, termasuk penunjukan pemimpin operasi, penutupan fakta kematian J, dan peledakan bus.
  • Who?
    Jin Kusanagi memimpin Babylon Asia Timur; Bale menyerang dan membunuh J; Q mempercayai tuduhan terhadap Jeong Jin Man; Jeong Jin Man dan Jeong Ji An menjadi sasaran operasi.
  • Where?
    Operasi berlangsung dalam jaringan Babylon Asia Timur dan lokasi-lokasi misi yang terkait dengan perburuan Jeong Jin Man. Lokasi spesifik serangan, kematian J, dan peledakan bus per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Peristiwa terjadi sepanjang operasi Babylon setelah organisasi gagal memburu Jeong Jin Man. Waktu spesifik setiap keputusan, serangan Bale, dan peledakan bus hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Kusanagi ditunjuk untuk menangani masalah setelah kegagalan Babylon memburu Jeong Jin Man. Ia mempertahankan Bale dalam operasi, menyalahkan Jeong Jin Man atas kematian J, dan meledakkan bus untuk menghilangkan bukti.
  • How?
    Kusanagi memasukkan Bale yang sulit menerima perintah, menunjuk J alih-alih Q sebagai pemimpin operasi, menutupi peran Bale dalam kematian J, lalu meledakkan bus berisi anggota yang mengetahui fakta tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kusanagi jadi ketua tim Babylon di Asia Timur. Ia mau menangkap Jeong Jin Man. Tapi ia membuat banyak salah. Ia tetap membawa Bale yang susah diatur. Bale lalu membunuh J. Kusanagi menyalahkan Jeong Jin Man. Q jadi ingin balas dendam. Kusanagi juga meledakkan bus agar rahasia Bale hilang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kesalahan Kusanagi membuka ruang bagi Jeong Jin Man dan Jeong Ji An untuk bertahan di tengah operasi Babylon yang semula mengancam mereka. Konflik internal, penilaian kepemimpinan yang keliru, dan keputusan yang sulit dikendalikan memperlihatkan bahwa ketahanan keduanya tidak hanya diuji oleh musuh, tetapi juga oleh rapuhnya strategi pihak lawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jin Kusanagi (Jung Yun Ha) ditunjuk sebagai ketua tim Babylon Asia Timur untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul setelah kegagalan organisasi memburu Jeong Jin Man. Sebagai pemimpin baru, ia membawa strategi dan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan setiap misi. Namun, tidak semua keputusan yang diambilnya berjalan sesuai rencana.

Sepanjang A Shop For Killers 2, Kusanagi beberapa kali melakukan kesalahan yang justru merugikan pihak Babylon. Keputusan-keputusan tersebut membuat misinya semakin sulit dan memberi kesempatan bagi Jeong Jin Man (Lee Dong Wook) serta Jeong Ji An (Kim Hye Jun) untuk bertahan. Berikut tujuh blunder yang dilakukan Kusanagi selama memimpin operasi Babylon.

1. Kusanagi tetap memasukkan Bale (Jo Han Sun) ke dalam operasi meski mengetahui ia sulit bekerja sama. Keputusan itu menjadi awal kekacauan dalam misi Babylon

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

2. Ia mengabaikan sifat Bale yang tidak mau menerima perintah dari siapa pun. Akibatnya, operasi menjadi sulit dikendalikan saat anggota mulai bergerak

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

3. Kusanagi menunjuk J sebagai pemimpin operasi, padahal posisi tersebut lebih layak diberikan kepada Q yang memiliki pengalaman memimpin tim di lapangan

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

4. Bale menyerang J karena merasa dihalangi untuk membunuh Jeong Jin Man. Serangan itu berakhir dengan kematian J di tangan rekan satu timnya sendiri

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

5. Setelah J tewas, Kusanagi tidak mengungkap pelaku sebenarnya kepada anggota Babylon. Ia justru menuduh Jeong Jin Man sebagai penyebab kematian J

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

6. Q (Hyunri) percaya bahwa Jeong Jin Man telah membunuh J (Masaki Okada). Akibatnya, Q bertekad membalas dendam dan semakin berambisi menyelesaikan misinya

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

7. Untuk menghilangkan semua bukti, Kusanagi meledakkan bus yang mengangkut para anggota Babylon yang mengetahui J sebenarnya dibunuh oleh Bale

Still cut A Shop For Killers 2 (dok.Disney+/A Shop For Killers 2)

Kesalahan-kesalahan Kusanagi membuat operasi Babylon berjalan jauh dari rencana semula. Keputusannya justru memicu konflik baru dan menimbulkan korban di pihak organisasinya sendiri. Blunder tersebut menunjukkan bahwa ancaman bagi Babylon tidak hanya datang dari musuh, tetapi juga dari keputusan pemimpinnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorInaf Mei

Related Article