7 Dosa Besar Raja di Drakor The East Palace, Bikin Ngeri!

- Drakor The East Palace menandai comeback Nam Joo Hyuk pasca wajib militer, dengan kisah misteri di istana yang dipenuhi kutukan dan intrik kekuasaan.
- Raja menjadi pusat konflik setelah terungkap membunuh putra mahkota dan menyebarkan rumor arwah kolam untuk menutupi dosa masa lalunya demi mempertahankan takhta.
- Dibutakan ambisi, raja melakukan banyak kejahatan hingga akhirnya dihantui arwah putranya sendiri dan memutuskan bertobat demi menebus semua kesalahannya.
The East Palace resmi menyapa para pecinta K-drama sejak Jumat, 17 Juli lalu. Jadi ajang comeback acting aktor Nam Joo Hyuk setelah menyelesaikan tugas wajib militernya, proyek besutan sutradara Choi Jung Kyu ini memiliki delapan episode di dalamnya. Kisahnya menyoroti Raja (Cho Seung Woo) yang memanggil Gu Cheon (Nam Joo Hyeok) dan Saeng Gang (Roh Yoon Seo) setelah serangkaian kejadian aneh terjadi di istana.
Kematian putra mahkota (Kwak Dong Yeon) secara mendadak membuat seisi istana membicarakan dan menganggap insiden itu sebagai akibat dari kutukan arwah kolam. Raja memerintahkan Gu Cheon dan Saeng Gang untuk memburu arwah itu agar kembali tercipta kedamaian di istana. Namun, usut punya usut, rumor soal putra mahkota yang tewas karena arwah kolam itu sengaja raja sendiri yang sebarkan untuk menutupi kejahatannya. Raja ternyata adalah orang yang menghabisi putra mahkota, anak kandungnya sendiri demi menutupi aibnya 30 tahun lalu. Bukan hanya menghabisi putra kandungnya sendiri, di bawah ini jadi daftar panjang dosa besar raja dalam drakor The East Palace.
1. 30 tahun lalu, demi menguasai takhta, ia bersama Selir Sukbin dan Han menghabisi seluruh anak raja

2. Untuk tutupi kejahatannya itu, raja bersama selir Sukbin sebarkan rumor jika kematian itu karena arwah kolam

3. Berkat kejahatannya di masa lalu itu, ia kini bisa menjadi raja meski hanya putra seorang selir

4. Selama menduduki jabatan jadi raja, ia juga banyak mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya

5. Saat sebuah wabah menyebar, bukannya membenahi dengan keputusan solutif, raja justru ambil tindakan tega

6. Ia memerintahkan untuk membakar habis desa beserta rakyat di dalamnya yang sudah terinfeksi oleh wabah

7. Ia juga menghabisi sang putra mahkota agar kejahatannya 30 tahun lalu itu tidak terungkap

Karena dibutakan oleh kekuasaan, raja melakukan sejumlah dosa besar itu demi mendapatkan dan mempertahankan takhtanya dalam drakor The East Palace. Karena sejumlah dosa besarnya itu, raja seolah dikutuk oleh semesta. Kehidupannya menjadi berantakan karena arwah putra mahkota memiliki dendam dan ingin memusnahkan seluruh keturunan raja. Nyawanya pun nyaris saja tak terselamatkan karena dendam roh jahat itu. Setelah melihat konsekuensi dari banyak dosa besar yang ia lakukan, raja akhirnya mengakui seluruh kesalahannya dan bertobat. Ia berjanji akan jadi pemimpin yang mengabdikan hidupnya untuk menebus dosa-dosanya selama ini.

















![[QUIZ] Dapat Tugas dari Guru, Siapa Member CORTIS yang Kerja Kelompok Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20260626/img_20260626_093753_d2d2b5bc-40eb-4f5b-84ac-65aa4e577ba7.jpg)
