Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Kasus Medis Serius Do Ji Ui di Pyeondong-do Doctor on the Edge
still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
  • Do Ji Ui, dokter bedah plastik dari Seoul, ditugaskan sebagai dokter sukarelawan di Puskesmas Pyeondong-do yang memiliki keterbatasan alat medis dan akses transportasi.
  • Selama bertugas, ia menghadapi berbagai kasus darurat serius seperti epiglotitis akut pada anak, infark miokardial pada lansia, hingga patah tulang pekerja konstruksi dengan hambatan penanganan.
  • Pengalaman ekstrem di pulau terpencil itu menguji keberanian dan dedikasi Do Ji Ui sebagai dokter sejati, sekaligus membentuk mentalitasnya dalam menghadapi situasi kritis dan ketakutannya terhadap laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun pertamanya

Do Ji Ui ditempatkan di Puskesmas Pyeondong-do sebagai dokter sukarelawan dalam pengabdian wajib militernya.

saat tengah malam

Terjadi badai ketika Do Ji Ui harus menangani kasus epiglotitis akut pada anak bernama Deokhwa.

momen itu

Di atas kapal, Do Ji Ui memberikan pertolongan pertama agar Deokhwa tidak kehilangan nyawa.

saat menangani kasus ini

Do Ji Ui terlempar dan tenggelam ke laut akibat ombak besar saat menolong pasien.

saat kasus ini

Seorang lansia bernama Chun Sik mengalami infark miokardinal dan harus segera diterbangkan ke rumah sakit besar dengan helikopter.

kini

Dedikasi Do Ji Ui di Pyeondong-do dikenang sebagai bukti keberanian dan kemanusiaannya menghadapi keterbatasan medis di pulau terpencil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Beberapa kasus medis serius terjadi di Puskesmas Pyeondong-do, termasuk epiglotitis akut pada anak, infark miokardial pada lansia, dan patah tulang pekerja konstruksi yang menghambat proses penanganan darurat.
  • Who?
    Do Ji Ui, seorang dokter sekaligus pemilik klinik bedah plastik di Seoul, bertugas sebagai dokter sukarelawan di daerah terpencil dan menangani langsung para pasien tersebut.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Puskesmas Pyeondong-do, sebuah fasilitas kesehatan di pulau terpencil dengan akses utama melalui jalur laut.
  • When?
    Peristiwa ini terjadi selama tahun pertama masa pengabdian Do Ji Ui sebagai dokter sukarelawan di wilayah tersebut. Waktu pasti tiap kasus belum diketahui.
  • Why?
    Tugas pengabdian ini merupakan bentuk pengganti wajib militer bagi Do Ji Ui, yang harus melayani masyarakat di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis dan akses transportasi.
  • How?
    Dengan peralatan terbatas dan kondisi cuaca ekstrem, Do Ji Ui melakukan tindakan darurat seperti pertolongan pertama di kapal serta evakuasi pasien menggunakan helikopter ke rumah sakit besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dokter namanya Do Ji Ui. Dia kerja di pulau kecil jauh dari kota. Di sana alat dokternya sedikit dan susah ke rumah sakit besar. Tapi dia tetap nolong orang sakit berat, ada anak yang sesak napas, kakek yang kena serangan jantung, dan orang patah tulang. Kadang dia sampai jatuh ke laut waktu badai, tapi dia tetap berani bantu orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kisah pengabdian Do Ji Ui di Pyeondong-do menunjukkan bahwa keterbatasan justru dapat menumbuhkan keberanian dan ketulusan dalam profesi medis. Di tengah minimnya fasilitas dan sulitnya akses, ia tetap berjuang menyelamatkan nyawa dengan tekad yang tak gentar, membuktikan bahwa dedikasi sejati lahir dari situasi paling menantang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Do Ji Ui (Lee Jae Wook) yang merupakan dokter sekaligus pemilik klinik bedah plastik di Seoul, mendapatkan pengganti tugas wajib militernya yaitu mengabdi menjadi dokter sukarelawan di daerah-daerah terpencil. Di tahun pertamanya, Do Ji Ui ditempatkan di Puskesmas Pyeondong-do. Harus jadi dokter umum di pulau yang jarang dapatkan perhatian, Do Ji Ui kesulitan karena keterbatasan alat medis yang ada.

Bukan hanya soal keterbatasan medis, akses pulau Pyeondong-do juga terbatas dan didominasi lewat jalur air. Namun, meski banyak keterbatasan alat dan akses, Do Ji Ui tetap harus menangani kasus yang sama seriusnya seperti yang ia temui di kota. Do Ji Ui pernah harus menangani kasus medis serius dalam rangkuman berikut ini selama mengabdi di Puskesmas Pyeondong-do. Intip, yuk!

1. Saat tengah malam dan terjadi badai Ji Ui harus menangani kasus epiglotitis akut pada anak bernama Deokhwa

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

2. Ji Ui harus berikan pertolongan pertama di kapal agar Deokhwa tak kehilangan nyawanya di momen itu

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

3. Saat menangani kasus ini, Ji Ui terlempar dan tenggelam ke laut karena ombak yang besar

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

4. Selain itu, Ji Ui juga pernah tangani kasus infark miokardinal pada seorang lansia bernama Chun Sik

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

5. Saat kasus ini, pasien segera tumbang tak lama diberi obat dan harus dibawa ke RS besar dengan helikopter

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

6. Ada juga kasus patah tulang yang melibatkan seorang pekerja konstruksi

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

7. Yang buat kasus ini serius adalah karena kepala proyek datang dan menghalangi proses penanganan pasien

still cut drama Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Dedikasi luar biasa Do Ji Ui di Puskesmas Pyeondong-do membuktikan bahwa esensi seorang dokter sejati diuji lewat keterbatasan dan situasi kritis. Meski sarana medis dan akses geografis di pulau terpencil sangat minim, keberaniannya mengambil tindakan darurat telah menjadi penyelamat bagi banyak nyawa yang terancam. Pengalaman-pengalaman menegangkan ini tidak hanya mengasah keahlian klinisnya, tetapi juga membentuk mentalitasnya sebagai garda terdepan kemanusiaan. Lewat kasus medis tersebut, Do Ji Ui bahkan melawan Ketakutan nya sendiri terhadap laut. Dari ketujuh kasus darurat di atas, menurutmu momen penanganan mana yang paling mendebarkan dan menguras emosi penonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei

Related Article