Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Nasib Malang Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas, Bikin Iba!
Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Kang Pi O, pianis muda dari keluarga terpandang, tidak diakui kakeknya karena identitas ayahnya tidak jelas, meski tinggal di rumah sang kakek bersama ibunya.
  • Ia berulang kali menjuarai kompetisi piano demi pengakuan, tetapi kakeknya tetap meremehkan bakatnya, sementara ibunya hanya menuntutnya menjadi pianis berbakat.
  • Tekanan keluarga memicu krisis diri dan memengaruhi permainannya; kedatangan siswa pindahan berbakat Choi Jeong Yo membuat Kang Pi O merasa iri dan berpotensi bersaing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kang Pi O (Song Kang) merupakan pianis muda yang bersekolah di SMA Seni Korea, sebuah sekolah musik bergengsi di Korea Selatan. Kang Pi O lahir dengan latar keluarga terpandang. Kakeknya, Kang Seung Woon (Jung Ji Young) adalah seorang pianis legendaris Korea.

Sekilas, kehidupan Kang Pi O tampak sempurna dan menjadi impian banyak orang. Namun, di balik kehidupannya yang serba berkecukupan, tersimpan berbagai luka dan tekanan yang membuat perjalanan hidupnya jauh dari kata bahagia. Berikut tujuh nasib malang Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas.

1. Meski lahir dari keluarga terpandang, Kang Pi O tidak pernah diakui sebagai cucu oleh kakeknya. Keberadaannya dibenci sang kakek karena identitas ayahnya yang tidak jelas

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

2. Kang Pi O bahkan diterima tinggal di rumah kakeknya karena sang kakek merasa iba pada ibunya yang berjuang membesarkannya

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

3. Sejak kecil, Kang Pi O berusaha keras membuktikan diri untuk mendapat pengakuan dan pujian dari kakeknya lewat bermain piano

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

4. Namun, meski telah membuktikan kemampuannya dengan menjuarai berbagai kompetisi piano, sang kakek tidak pernah sekalipun meliriknya

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

5. Kakeknya tetap tidak mau mengakui bakatnya dan justru menganggapnya sebagai anak yang tidak bisa diharapkan

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

6. Selain itu, Kang Pi O juga tumbuh tanpa kasih sayang yang tulus dari ibunya. Sang ibu hanya sibuk menuntutnya menjadi pianis berbakat

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

7. Berbagai tekanan yang dipikul sejak kecil membuat Kang Pi O kesulitan memahami dirinya sendiri hingga mengalami krisis yang mempengaruhi permainan pianonya

Cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Di tengah usahanya membuktikan kemampuan bermain piano pada sang kakek, Kang Pi O justru dipertemukan dengan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young), siswa pindahan yang ternyata punya bakat alami bermain piano. Di episode awal Four Hands, Two Sonatas, Kang Pi O tampak menaruh rasa iri pada kemampuan Choi Jeong Yo. Kehadiran Choi Jeong Yo pun berpotensi memicu persaingan sengit di antara keduanya. Lantas, mampukah Kang Pi O membuktikan kemampuan pianonya dan meraih pengakuan dari sang kakek?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article