7 Potret Kesenjangan Sosial Disoroti Drakor The Art of Sarah, Kontras!

The Art of Sarah (2026) menyoroti kisah Sarah Kim (Shin Hae Sun) yang merupakan seorang penipu ulung yang berhasil menipu banyak orang dan menciptakan Boudoir, merek tas mewah. Suguhkan genre thriller misteri sebagai bumbu menarik penggerak alur cerita, drakor ini dibuka dengan kasus pembunuhan Sarah Kim yang secara misterius ditemukan di gorong-gorong dengan keadaan wajah sudah membusuk dan sulit dikenali. Dalam penyelidikan kasus pembunuhan misterius nan keji itu, detektif Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyeok) berusaha menyusuri latar belakang kehidupan korban.
Berusaha menyelidiki Sarah Kim, Park Mu Gyeong mengetahui banyak kehidupan yang dijalani perempuan itu dengan cara menipu. Dari kisah Sarah Kim dalam drakor The Art of Sarah ini, para penonton disuguhkan bagaimana realitas keji ketimpangan yang mencolok dalam masyarakat, di mana terjadi perbedaan akses, kesempatan, dan distribusi sumber daya antara kelompok kaya dan miskin. Penasaran? Di bawah ini jadi potret kesenjangan sosial yang disoroti dalam drakor The Art of Sarah, intip yuk!
1. Kalangan atas seperti Chae U, pemimpin departement store Samwol buat pertemuan bergengsi sambil saling pamer tas designer mewah

2. Di sisi lain, ada orang seperti Hyo Eun yang harus begadang dan antre sepanjang malam sebagai personal shopper tas mewah untuk para kelas atas

3. Para orang kaya seperti Yeo Jin hingga aktris tersohor sibuk berpesta dalam acara perilisan model tas terbaru Boudoir

4. Di lain sisi ada orang-orang lemah seperti Min Jeong yang harus mati secara nahas di cuaca yang dingin

5. Orang seperti Chae U meraup banyak keuntungan karena menyediakan tempat bagi merek-merek mewah

6. Sedangkan di sisi lain ada Ga Hui, karyawan biasa yang harus tanggung beban ganti rugi 50 juta won kala tas mewah di tokonya hilang

7. Kala Sarah Kim jual tas mewahnya hingga harga 50 juta won, di sisi lain ada Min Jeong yang dapat upah kecil meski menjahit satu per satu tas itu

The Art of Sarah banyak suguhkan potret kesenjangan sosial di masyarakat lewat beberapa kisah karakter di dalamnya yang kontras. Sarah Kim sendiri jadi karakter yang paling tahu bagaimana keadaan sosial bisa sangat tak adil bagi orang-orang lemah sepertinya. Pernah merasa berada di hirarki terbawah, Sarah Kim terdorong untuk melakukan penipuan demi bisa menaikan kelas sosialnya.


















