Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Sikap Toksik Kang Ji Hye di Four Hands, Two Sonatas
Still cut Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)
  • Kang Ji Hye menuntut Kang Pi O selalu menjadi pianis terbaik, menjadikan hidup putranya berpusat pada piano dan prestasi tanpa banyak ruang untuk pilihan pribadi.
  • Saat Pi O menolak kompetisi piano, Ji Hye sulit menerima, mengusirnya dari rumah, serta mengambil kartunya sebagai bentuk tekanan terhadap sang anak.
  • Tuntutan kesempurnaan dan campur tangan Ji Hye memperburuk tekanan Pi O, termasuk persaingannya dengan Choi Jeong Yo, sehingga memicu konflik hubungan ibu-anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drama Korea Four Hands, Two Sonatas tidak hanya menampilkan persaingan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo dalam dunia piano. Kang Ji Hye sebagai ibu Pi O juga menjadi sosok yang memberikan tekanan besar kepada putranya sejak kecil. Sikapnya yang terlalu menuntut membuat hubungan ibu dan anak tersebut semakin rumit.

Ji Hye memiliki harapan tinggi terhadap prestasi Pi O sebagai pianis. Ia sulit menerima keputusan Pi O ketika putranya memilih tidak mengikuti kompetisi piano dan bahkan mengeluarkannya dari rumah. Berbagai sikap tersebut menunjukkan sisi toksik Ji Hye dalam memperlakukan Pi O. Berikut ulasannya!

1. Ji Hye menuntut Pi O selalu menjadi pianis terbaik. Sejak kecil, ia mendorong putranya berlatih keras demi memenuhi standar yang telah ditetapkannya

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

2. Ji Hye terlalu mengutamakan prestasi Pi O. Ia membuat kehidupan putranya berpusat pada piano tanpa banyak memberi ruang untuk menentukan pilihan sendiri

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

3. Ji Hye sulit menerima ketika Pi O memilih berhenti mengikuti kompetisi. Keputusan tersebut dianggap bertentangan dengan harapannya terhadap masa depan sang anak

Still cut Four Hands, Two Sonatas (instagram.com/tvn_drama)

4. Saat Pi O menolak mengikuti kompetisi, Ji Hye mengeluarkannya dari rumah. Ia juga mengambil kartu milik Pi O sebagai bentuk tekanan terhadap putranya

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

5. Ji Hye terus mendorong Pi O mengejar kesempurnaan dalam bermain piano. Tuntutan tersebut membuat Pi O terbiasa memandang musik sebagai kewajiban

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

6. Ji Hye ikut memperburuk persaingan Pi O dengan Jeong Yo. Ia bahkan mengatakan kepada Jeong Yo bahwa kehadirannya menjadi penyebab Pi O mengalami penderitaan

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Fiur Hands, Two Sonatas)

7. Ji Hye tidak memberikan banyak ruang bagi Pi O untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Keinginannya membuat keputusan Pi O sering berujung pada konflik di antara mereka

Still cut Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Sikap Kang Ji Hye membuat Pi O semakin tertekan dalam menjalani kehidupannya sebagai pianis. Tuntutan yang terlalu besar juga memengaruhi hubungan Pi O dengan ibunya dan orang-orang di sekitarnya. Konflik keduanya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Pi O di Four Hands, Two Sonatas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article