7 Sisi Narsistik Seok Ho The Legend of Kitchen Soldier, Bikin Ilfeel!

- Hwang Seok Ho, komandan di The Legend of Kitchen Soldier, awalnya tampak perhatian namun perlahan menunjukkan sifat narsistik dan haus validasi.
- Seok Ho sering mengambil kredit atas keberhasilan bawahan seperti Seong Jae, bahkan menutupi kesalahannya dengan klaim berlebihan di depan atasan.
- Sifat egois dan ambisi pribadi Seok Ho memperlihatkan sisi kepemimpinan yang manipulatif, membuat dinamika di Pos Jaga Ganglim semakin tegang dan menarik.
Dalam penayangan perdana draor The Legend of Kitchen Soldier, salah satu karakter yang paling menyita atensi para penonton adalah Hwang Seok Ho (Lee Sang Yi), si komandan kompi. Hwang Seok Ho tampil sebagai atasan yang kelihatannya penuh perhatian dan pengertian kepada Kang Seong Jae (Park Ji Hoon) seorang prajurit yang baru dipindahkan ke Pos Jaga Ganglim.
Namun, seiring berjalannya episode, topeng "atasan idaman" itu perlahan runtuh. Penonton justru disuguhi sifat asli Hwang Seok Ho yang super narsistik, egois, dan haus akan validasi. Merangkum dari episode-episode terbaru The Legend of Kitchen Soldier, berikut tujuh sisi narsistik Hwang Seok Ho yang bikin penonton elus dada.
1. Rasa penting diri tinggi. Seok Ho menganggap dirinya paling berkontribusi di pos jaga meski sebetulnya tidak demikian

2. Saat Seong Jae berhasil bujuk warga Korea Utara yang terdampar untuk membelot, di depan petinggi Seok Ho mengatakan bahwa itu berkat ajarannya

3. Padahal, sebelumnya Seok Ho justru ambil langkah gegabah dengan menghidangkan menu makanan hasil pesan antar

4. Seok Ho memiliki fantasi kecerdasan berlebihan, dimana ia merasa paling cerdas di pos jaga dan kerap remehkan penilaian orang

5. Saat Komandan batalion bertanya siapa yang memberi ide hidangan ikan pollock saat anggota dewan datang, Seok Ho langsung menyela untuk menjawab karena haus validasi

6. Seok Ho tak mau Seong Jae yang dapat pujian sehingga ia mengatakan jika itu adalah ide kolektif anggota Pos Jaga Ganglim

7. Seok Ho juga awalnya ngotot untuk memutasi Seong Jae meski Ye Rin sudah memperingati, jika keputusannya itu terlalu subjektif

Sifat Hwang Seok Ho yang haus pujian dan enggan tersaingi ini memperlihatkan sisi narsistiknya yang kekanak-kanakan sebagai seorang atasan. Alih-alih membimbing, ia justru lebih sibuk mengamankan reputasi dan gengsi pribadinya, agar tetap terlihat bersinar di depan para petinggi. Bikin geregetan memang melihat kerja keras bawahan diserobot begitu saja, tapi dinamika ini justru membuat cerita di Pos Jaga Ganglim jadi makin hidup. Kalau kamu jadi Seong Jae, taktik apa yang bakal kamu pakai buat menghadapi atasan seperti ini?


















