4 Alasan The East Palace Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Drakor The East Palace (2026) jadi pembahasan menarik para pengguna media sosial. Setelah dirilis pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu, drakor ini berhasil mencuri banyak perhatian para penikmat drama. Bahkan, beberapa dari mereka turut merekomendasikan drakor ini di setiap kesempatan, lho.
Drakor ini menceritakan tentang Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) yang diutus Raja (Cho Seung Woo) untuk menyelesaikan masalah kutukan dalam istana. Dalam kesempatan ini, Gu Cheon harus menyebrang ke alam Gwi untuk mencari tahu sumber masalahnya. Lalu, kenapa drakor The East Palace ini banyak direkomendasikan dan wajib masuk daftar tontonanmu?
1. Genre horor saeguk

Drakor horor yang berlatar belakang tradisional ini memang bukan hal yang baru ditemukan. Namun, The East Palace ini cukup unik karena karakter utamanya, Gu Cheon, bisa masuk ke alam Gwi dengan kelebihannya ini. Selain itu, cerita yang digambarkan juga gak terlepas dari budaya dan keadaan sosial saat itu.
Buktinya, Saeng Gang (Roh Yoon Seo) punya kelebihan bisa mendengarkan suara arwah di sekitar. Namun, budaya, kondisi sosial, dan statusnya membuat Saeng Gang dianggap aib oleh ayahnya sendiri, Raja. Dia bahkan dipaksa untuk tidak mendengarkan suara arwah dan membicarakannya lagi seumur hidup.
2. Banyak plot twist di setiap episode

Drakor The East Palace memang mengusung genre horor dan misteri. Cerita drakor ini diawali dengan meninggalnya satu persatu putra Raja yang juga terjadi di 30 tahun lalu. Banyak warga istana menduga jika kematian para pangeran dan putra mahkota ini disebabkan oleh arwah danau yang dendam pada keturunan kerajaan.
Untuk menenangkan masyarakat dan pemerintahan, Raja berusaha mencari orang untuk membantunya mengatasi kutukan ini. Gu Cheon menjadi satu-satunya harapan Raja karena dianggap punya kelebihan bisa masuk ke alam Gwi. Sayangnya, sepanjang perjalanan menuntaskan misi, Gu Cheon dan Saeng Gang mendapati berbagai rahasia dalam istana yang selama ini disembunyikan.
Setiap episode drakor ini membuat penonton harus terus menebak misteri dalam istana yang turut menguak rahasia di baliknya. Penonton juga disuguhkan berbagai macam plot twist yang terus mengejutkan di setiap episodenya.
3. Akting para pemeran yang berhasil menghidupkan karakter

Di samping pemeran utama yang menjadi buah bibir, para pemeran pendukung lainnya juga patut diapresiasi. Hal ini ditunjukkan dengan dinamika hubungan Raja, Ibu Suri (Jang Young Nam), hingga Putra Mahkota (Kwak Dong Yeon) yang turut menjadi perhatian. Banyak penonton mengaku jika ketiga karakter ini berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan apresiasi besar.
Salah satunya adalah karakter Ibu Suri yang dipotret sebagai sosok perempuan perokok berat sejak muda. Jang Young Nam berhasil menunjukkan sisi jahat, realistis, hingga beratnya suara untuk menggambarkan sosok Ibu Suri muda hingga lanjut usia. Bahkan, akting wajah lumpuh sebagiannya turut mendapatkan apresiasi publik, lho.
4. Semua episode dirilis serentak sehingga bisa ditonton maraton

Seperti serial orisinal Netflix lainnya, drakor The East Palace juga ditayangkan dalam 8 episode yang dirilis serentak. Dengan kondisi ini, penonton gak harus menghabiskan waktu untuk menunggu setiap minggunya. Dengan jalan cerita yang cukup intens, penonton bisa menikmati drakor ini kapanpun di waktu luang mereka.
Selain alasan di atas, drakor The East Palace juga diproduksi secara hati-hati. Buktinya, mereka menghadirkan setiap detail budaya hingga mendapatkan apresiasi dari para sejarawan dan masyarakat Korea Selatan. Menurutmu bagaimana?




















