9 Sikap Suportif Cho Pan Sik dan Ko Mi Ja di Welcome to Samdalri

Welcome to Samdalri masih menjadi salah satu drama yang menarik untuk dibicarakan. Tak cuma tentang ketiga putri keluarga Cho yang kerap berulah. Kedua orangtuanya, yakni Cho Pan Sik (Seo Hyun Chul) dan Ko Mi Ja (Kim Mi Kyung) pun juga punya sisi menariknya tersendiri.
Cho Pan Sik dan Ko Mi Ja selama ini cukup membebaskan pilihan hidup anak-anaknya. Mereka kaget dengan kepulangan ketiga anaknya, tapi tetap menerima mereka yang kembali ke rumah dan tinggal bersama lagi. Sembilan sikap suportif ini diperlihatkan Cho Pan Sik dan Ko Mi Ja terhadap ketiga putrinya di Welcome to Samdalri.
1. Masih terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri meski anak-anaknya sudah memiliki penghasilan

2. Ko Mi Ja tidak pernah meminta uang dan tidak mau diberi uang oleh Cho Sam Dal yang sudah bekerja sebagai fotografer terkenal

3. Saat anak-anaknya pulang, Cho Pan Sik tak memarahi mereka dan langsung mempercayai Cho Sam Dal bukan perundung seperti yang diberitakan

4. Meski anak-anaknya tertimpa banyak rumor dan masalah, Cho Pan Sik dan Ko Mi Ja tak lantas mengusir anak-anaknya

5. Ketiga anaknya di rumah saja, tak membuat mereka menekan anak-anaknya agar segera mencari pekerjaan

6. Tak meminta anak-anaknya memasak, Ko Mi Ja sendiri yang menyiapkan makanan di keluarga tersebut meski anak-anaknya sudah dewasa

7. Ko Mi Ja terkadang meminta anak-anaknya membantu pekerjaannya sebagai haenyeo dan petani di kebun jeruk agar anak-anaknya produktif

8. Membiarkan Cho Hae Dal yang meminta mengurus anaknya sendiri meski harus jadi ibu tunggal karena suaminya sudah meninggal

9. Membebaskan anak-anaknya memilih jalan yang ingin ditempuh dan memberikan dukungan sekuat tenaga mereka

Menjadi orangtua yang suportif, Cho Pan Sik dan Ko Mi Ja bisa dijadikan panuta. Mereka tak pernah menuntut pada anak-anaknya dan selalu membantu menyelesaikan masalah ketiga putrinya. Cho Pa Sik dan Ko Mi Ja rela melakukan segala hal untuk anaknya. Seba, anak-anaknya tidak melakukan hal yang buruk dan memang pantas untuk dibela.


















