Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Akui Dirinya Keturunan Pro-Jepang, Ha Young Minta Maaf

Akui Dirinya Keturunan Pro-Jepang, Ha Young Minta Maaf
Ha Young di drama The Trauma Code: Heroes on Call (instagram.com/netflixkr)
  • Ha Young meminta maaf setelah mengetahui rekam jejak pro-Jepang kakek buyutnya, Ahn Sang Ho.
  • Ia menelusuri sejarah keluarga secara langsung dan menyesali pernyataan terdahulu yang disampaikan tanpa pemahaman menyeluruh.
  • Ha Young menyatakan akan mempelajari sejarah Korea lebih mendalam dan bersikap lebih hati-hati ke depannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah Ha Young perlu terus mempelajari sejarah keluarganya?
Share Article

Ha Young akhirnya buka suara terkait kontroversi yang menyeret sejarah keluarganya. Ia menyampaikan permintaan maaf setelah mengetahui bahwa kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, memiliki rekam jejak sebagai sosok yang pro-Jepang pada masa pendudukan Jepang di Korea Selatan.

Melalui surat tulisan tangan yang dibagikan pada Rabu (12/8/2026), Ha Young mengaku mulai menelusuri dan mempelajari sejarah keluarganya secara langsung setelah kontroversi tersebut muncul. Ia juga menyesali sejumlah pernyataan sebelum-sebelumnya. Simak selengkapnya berikut ini.

  1. 1. Ha Young akhirnya minta maaf atas kontroversi kakek buyutnya

    surat tulisan tangan Ha Young
    surat tulisan tangan Ha Young (instagram.com/havv_y)

    Ha Young mengawali pernyataannya dengan permintaan maaf kepada publik yang merasa kecewa dan terluka akibat kontroversi tersebut. Ia mengaku baru-baru ini mengetahui lebih banyak mengenai masa lalu Ahn Sang Ho dan kemudian merefleksikan kembali sejarah keluarganya dengan perasaan yang berat.

    “Pertama-tama, saya menundukkan kepala dan memohon maaf karena telah menimbulkan kekecewaan dan luka yang mendalam akibat hal-hal yang berkaitan dengan kakek buyut saya. Setelah mengetahui rekam jejak masa lalu kakek buyut saya, Ahn Sang Ho, belakangan ini, saya merenungkan kembali sejarah keluarga saya dengan hati yang sangat berat,” buka Ha Young.

    Ha Young menjelaskan bahwa selama ini pengetahuannya mengenai kehidupan sang kakek buyut hanya berasal dari cerita yang ia dengar secara turun-temurun dari keluarga. Karena tidak mengetahui fakta secara menyeluruh, ia mengaku beberapa kali menceritakan tentang Ahn Sang Ho dalam berbagai kesempatan seolah-olah sejarah tersebut merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Ia menyadari bahwa sikap tersebut merupakan kesalahan karena membicarakan sejarhah keluarga tanpa terlebih dahulu memahami konteks sejarah Korea secara utuh, terutama mengenai masa pendudukan Jepang yang menjadi bagian kelam dalam sejarah negaranya.

  2. 2. Ha Young belajar langsung soal sejarah keluarganya

    potret Ha Young
    potret Ha Young (instagram.com/havv_y)

    Kontroversi yang muncul membuat Ha Young memutuskan untuk mencari dan mempelajari berbagai informasi mengenai keluarganya secara langsung. Dari proses tersebut, ia kemudian mengetahui mengenai rekam jejak Ahn Sang Ho yang disebut memiliki pandangan pro-Jepang selama masa pendudukan Jepang. Ha Young pun mengaku menyesali sikapnya yang sebelumnya sempat membicarakan sejarah keluarga dengan ringan.

    “Melalui kejadian ini, dalam proses mencari dan mempelajari berbagai informasi terkait secara langsung, saya mengetahui tentang rekam jejak kakek buyut saya yang pro-Jepang pada masa pendudukan Jepang. Saya merefleksikan dan menyesali tindakan saya yang telah membicarakan sejarah keluarga secara ringan, tanpa memahami dengan benar sejarah negara kita yang telah melewati masa kelam dan menyakitkan di bawah pendudukan Jepang," ujar Ha Young.

    Ia juga menyinggung pernyataan awal dari agensinya ketika kontroversi tersebut pertama kali muncul. Saat itu, Ha Young mengaku dirinya sendiri belum mengetahui fakta-fakta mengenai sang kakek buyut secara akurat. Namun, melalui agensinya, sempat disampaikan bahwa tuduhan terhadap Ahn Sang Ho tidak berdasar. Ha Young menyadari bahwa dirinya turut bertanggung jawab dlam hal tersebut.

    “Saya juga menyadari bahwa itu merupakan kekurangan saya, karena membiarkan pernyataan yang keliru disampaikan tanpa melakukan pemeriksaan fakta secara menyeluruh. Saya dengan tulus meminta maaf karena hal tersebut justru menyebabkan kebingungan dan luka yang lebih besar,” jelasnya.

  3. 3. Ha Young Akui Kesalahan dan Berjanji Lebih Memahami Sejarah Korea

    potret Ha Young
    potret Ha Young (instagram.com/havv_y)

    Ha Young mengatakan kontroversi tersebut menjadi persoalan yang cukup berat baginya. Ia blak-blakan menjelaskan dirinya juga tidak akan menggunakan alasan apapun untuk kesalahannya. Di akhir pernyataannya, Ha Young berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

    “Saya tidak berpikir bahwa fakta bahwa saya sebelumnya tidak mengetahui hal tersebut dapat menjadi alasan untuk mengabaikan atau menganggap enteng sejarah tersebut. Saya menerima kesalahan itu dengan penuh tanggung jawab dan, sebagai keturunannya, dengan tulus memohon maaf. Terlebih lagi, karena kontroversi ini muncul menjelang Hari Kemerdekaan Korea (Gwangbokjeol), saya merasa semakin menyesal dan meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan akibat kekurangan saya," ujarnya.

    Ha Young juga menyatakan keinginannya untuk menunjukkan rasa hormat kepada para pejuang kemerdekaan serta orang-orang yang telah berjuang demi kemerdekaan dan perdamaian Korea.

    Ia mengatakan, "Saya akan menyimpan kejadian ini dalam hati. Saya akan berusaha memahami sejarah keluarga dan masa tersebut dengan lebih baik, serta bersikap lebih hati-hati dalam menyikapi sejarah ke depannya. Selain itu, saya akan terus mempelajari sejarah negara kita secara lebih mendalam dan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan rasa hormat kepada para pejuang kemerdekaan serta semua pihak yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kedamaian Korea. Saya akan membuktikannya melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.”

    Aktris Korea Selatan Ha Young terseret kontroversi sejarah terkait kakek buyutnya, dokter Ahn Sang Ho, yang tercatat sebagai anggota organisasi pro-Jepang pada masa penjajahan kolonial. Agensinya sempat membantah tudingan tersebut secara terburu-buru, tetapi kemudian merilis permintaan maaf resmi setelah mengonfirmasi catatan sejarah yang ada.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More