Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Perubahan Sikap Pi O pada Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas

5 Alasan Perubahan Sikap Pi O pada Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas
still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Kang Pi O kembali dingin pada Choi Jeong Yo setelah Jeong Yo lebih dulu mendapat pengakuan Maestro Kang Seung Woon, sosok yang selama ini sangat ingin ia puaskan.
  • Tawaran audisi konserto kepada Jeong Yo membuat Pi O merasa impian bertahun-tahun untuk sepanggung dengan kakeknya direbut, meski ia telah berlatih sejak kecil.
  • Bakat alami Jeong Yo, termasuk kemampuannya menggubah lagu, membuat Pi O meragukan usahanya; tekanan ibunya untuk kompetisi internasional turut memperburuk kondisi mentalnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kang Pi O (Song Kang) awalnya memang tidak begitu suka dipasangkan dengan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) dalam cerita Four Hands, Two Sonatas. Namun, ia perlahan luluh dan semakin akrab dengan siswa pindahan tersebut. Penampilan piano empat tangan mereka di Konser Klasik Noblesse pun sukses.

Setelah penampilan yang menyenangkan itu, sikap Kang Pi O pada Choi Jeong Yo berubah lagi. Ia kembali dingin seperti sebelumnya tanpa mau menjelaskan apa pun pada Choi Jeong Yo. Berikut adalah lima alasan di balik perubahannya.

Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.

  1. 1. Choi Jeong Yo mendapat pengakuan Kang Seung Woon lebih dulu

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O begitu mendambakan pengakuan dari kakeknya, Maestro Kang Seung Woon (Jung Jin Young). Satu pujian dari sang kakek baginya jauh lebih berharga dibanding ribuan pujian orang lain. Sayangnya, tujuan itu tidak kunjung tercapai.

    Mendengar Kang Seung Woon memberi tawaran pada Choi Jeong Yo membuat emosinya tidak stabil. Semua waktu dan tenaga yang Kang Pi O kerahkan terasa tidak ada artinya. Meski punya lebih banyak piala penghargaan, ia merasa kalah telak karena Choi Jeong Yo mendapat pengakuan Kang Seung Woon lebih dulu.

  2. 2. Impian Kang Pi O selama bertahun-tahun direbut oleh Choi Jeong Yo

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Seung Woon selalu bersikap dingin pada Kang Pi O. Asal-usul kelahirannya memang cukup memengaruhi pandangan Kang Seung Woon. Akan tetapi, tidak bisa dimungkiri bahwa permainannya tak memenuhi standar Kang Seung Woon.

    Kang Pi O terus berlatih demi mencapai standar tersebut. Impiannya adalah bisa berada di panggung yang sama dengan Kang Seung Woon. Namun, malah Choi Jeong Yo yang mendapatkan tawaran audisi untuk konserto. Sulit bagi Kang Pi O untuk menerima fakta bahwa temannya sendiri yang merebut impiannya.

  3. 3. Latihannya selama ini terasa sia-sia karena Choi Jeong Yo

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bermain piano. Sejak berusia 5 tahun, tiada hari tanpa latihan baginya. Sang ibu, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah) pun terus mengawasi dan mendorong Kang Pi O untuk menjadi yang terbaik.

    Kehadiran Choi Jeong Yo membuat Kang Pi O tersadar bahwa latihan saja tidak cukup. Choi Jeong Yo dapat dengan mudah membuat orang terpukau meskipun latihannya tidak seintens Kang Pi O. Fakta itu menjadi pukulan berat bagi Kang Pi O karena latihannya sejak kecil jadi terasa sia-sia.

  4. 4. Mendapat tekanan yang lebih berat lagi dari Kang Ji Hye

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Ji Hye selalu berusaha untuk menyediakan fasilitas terbaik untuk Kang Pi O. Ia tidak ingin anaknya terus-menerus diremehkan oleh ayahnya. Walau niatnya baik, tapi Kang Pi O tertekan dan kehilangan masa mudanya karena Kang Ji Hye.

    Setelah Konser Klasik Noblesse, Kang Pi O malah semakin ditekan oleh ibunya. Ia dipaksa menyiapkan diri untuk kompetisi internasional meski kondisi mentalnya sedang berantakan. Secara tidak langsung Choi Jeong Yo membuat hidup Kang Pi O semakin tertekan.

  5. 5. Semakin berkecil hati karena bakat alami Choi Jeong Yo

    still cut drama Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O sudah aktif mengikuti kompetisi sejak kecil. Ia sukses menduduki posisi pertama berkali-kali sampai disebut sebagai pianis terbaik di generasinya. Akan tetapi, kehadiran Choi Jeong Yo membuat orang-orang berpaling.

    Kang Pi O dengan jelas melihat perbedaan reaksi orang terhadap permainannya dengan permainan Choi Jeong Yo. Permainan Choi Jeong Yo selalu lebih unggul. Selain itu, Choi Jeong Yo juga dapat menggubah lagu. Bakat alaminya membuat Kang Pi O berkecil hati sampai ingin menarik diri.

    Kehadiran Choi Jeong Yo membawa perubahan besar dalam hidup Kang Pi O di Four Hands, Two Sonatas. Ia tidak membawa Choi Jeong Yo kembali ke hadapan publik tanpa tahu risikonya. Meskipun tidak berniat demikian, Choi Jeong Yo tetap akan menjadi saingan terberat Kang Pi O saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More